Showing posts with label Cerita Dewasa. Show all posts
Showing posts with label Cerita Dewasa. Show all posts

Cerita Sex Membayar Dengan seorang Istri+18

Zonasex96 _ aku sebenarnya tidak tega menagih utang pada kawanku yang satu ini. Namun, karena keadaanku juga sangat mendesak.SahabatQQ


                                 Slot Gacor & PKV Terpercaya 2025 - Daftar di SahabatQQ

Aku memberanikan diri dengan harapan temanku bisa membayar; minimal separuhnya dulu. Sayang sekali, Darta, kawanku yang baru menikah enam bulan yang lalu ini, tak bisa membayar barang sedikit pun.DominoQQ

Memang aku mengerti keadaannya. Ia menikah pun karena desakan orang tua Mila, yang kini jadi istrinya. Darta sendiri, sampai saat ini belum punya pekerjaan.

Gua jadi enggak enak nih..”

“Sudahlah Ta. Gua gak apa-apa koq. Gua cuma nyoba aja, barangkali ada,” aku menukasnya, takut membuatnya jadi beban pikiran.

“Ma, gua mau bisikin sesuatu..’ tiba-tiba Darta mendekatkan mulutnya ke arah telingaku. Dan aku benar-benar terkejut, ketika Darta menawarkan istrinya untuk kutiduri.

“Gila lu.. Sialan..” ucapku.

“Sstt.. Jangan berisik. Gua juga kan ingin balas budi sama elu. Soalnya eu udah banyak berbuat baik sama gua. Gak ada salahnya kan, kalau kita saling berbagi kesenangan..” begitulah ucap Darta dengan serius.


Memang diam-diam sudah sejak lama aku selalu memperhatikan Mila. Bahkan aku pun memuji Darta, bisa mendapatkan gadis secantik Mila. Selain posturnya yang tinggi, Mila memiliki kulitnya yang putih dan mulus. Tubuhnya menggairahkan. Memang selalu terbungkus rapat, dengan baju yang longgar. Namun aku dapat membayangkan, betapa kenyalnya tubuh Mila.

Baru melihat wajah dan jemari tangannya pun, aku memang suka langsung berpantasi; membayangkan Mila jika berada di hadapanku tanpa busana. Lalu Mila kugumuli dengan sesuka hati. Namun untuk berbuat macam-macam, rasanya kubuang jauh-jauh. Karena aku sangat tahu, Mila itu orang baik-baik, dan keturunan orang baik-baik pula. Lihat saja penampilannya, yang selalu terbungkus sopan dan rapi.

“Lu serius, Ta? Bagaimana dengan Mila? Apa dia mau?” aku pun akhirnya mulai terbuka.

“Kita pasang strategi, donk! Kalau secara langsung, jelas istri gua kagak bakalan mau,” jawabnya.

“Gimana caranya?” aku penasaran.

Darta kembali membisikan lagi rencana gilanya. Aku memang sangat menginginkan hal itu terjadi. Sudah kubayangkan, betapa nikmatnya bersetubuh dengan perempuan aduhai seperti Mila.

“Mila..! Mila..! Milaa..!” Darta memanggil istrinya.

Dan tanpa selang waktu lama, Mila ke luar dari dalam kamarnya dengan dandanan yang tetap rapat.

“Ada apa, Bang?” tanya Mila.

“Tolong belikan rokok ke warung..!” kata Darta sambil merogoh uang ribuan ke dalam sakunya.

“Baik, Bang,” Mila menerima uang itu, lalu ke luar.

Darta segera menyuruhku masuk ke dalam kamarnya, seraya masuk ke kolong ranjang. Aku mau saja, berbaring di tembok dingin, di bawah ranjang. Lalu Darta ke luar lagi. Pintu kamar, tampak masih terbuka.

Tidak lama kemudian, terdengar suara Mila yang datang. Mereka bercakap-cakap di ruang tamu. Dan Darta mengatakan kalau aku sudah pulang, karena ada ditelepon sama bos-ku. Mila kedengarannya tidak banyak tanya. Dia tak terlalu mempedulikan kehadiranku. Hingga suara pintu yang dikunci pun, bisa terdengar dengan jelas.

Kulihat dua pasang kaki memasuki kamar. Pintu ditutup. Dikunci pula. Bahkan termasuk lampu pun dimatikan, sehingga mataku tak melihat apa-apa lagi. Yang kudengar hanya suara ranjang yang berderit dan suara kecupan bibir, entah siapa yang mengecup. Lalu ada juga yang terdengar suara seleting celana, dan nafas Mila yang mulai tak beraturan. Pluk, pluk, pluk.. Sepertinya pakaian mereka mulai dilemparkan ke lantai, satu persatu.

“Emh.. Ah.. Uh.. Oh..” Jelas, itu suara milik Mila.

“Euh.. He.. Euh..” nah kalau itu, suara Darta.

Tampaknya mereka sudah mulai bercumbu dengam hebatnya. Ranjang pun sampai bergoyang-goyang begitu dahsyat.

“Emh.. Akh.. Ayo Bang.. Aduuh ss..” suara Mila membuat nafasku bergerak lebih kencang dari biasanya.

Aku bisa merasakan, Mila sedang ada dalam puncak nafsunya. Aku sudah tidak tahan mendengar suara dengusan nafas kedua insan yang tengah memadu berahi ini. Hingga aku mulai membuka celanaku, bajuku dan celana dalamku. Aku sudah telanjang bulat. Lalu aku bergerak perlahan, ke luar dari tempat persembunyian, kolong tempat tidur.

Meski keadaan sangat gelap, namun aku masih bisa melihat dua tubuh yang bergumul. Terutama tubuh Mila, yang putih mulus. Darta sudah memasukan penisnya, dan sedang memompanya turun naik, diiringi desahan nafas yang tersengal-sengal. Konvensional. Mila sepertinya lebih menikmati berada di posisi bawah, sambil kedua tangannya memeluk erat tubuh Darta, dan kakinya menjepit pantat Darta. Aku mulai tidak tahan.

Tiba-tiba Darta semakin mempercepat pompaannya. Ranjang bergoyang lebih ganas lagi. Dan suara erangan tertahan Mila semakin menjadi-jadi.Agen DominoQQ

“Emh, emh, emh, emh.. Ah.. Oh..” Hanya itu yang keluar dari mulut Mila, karena mulutnya disumpal oleh mulut Darta. Dan akhirnya.

“Agh.. Agh..!” suara Darta mengakhiri pendakian itu.

Namun tampaknya Mila belum selesai. Terbukti, kakinya masih menyilang erat, mengunci paha Darta, agar tak segera mencabut penisnya. Tetapi apa hendak dikata, Darta sudah lemas. Ia tergolek dengan nafas yang lemah-lunglai.

Kesempatan inilah, saatnya aku harus masuk. Demikian yang direncanakan Darta tadi. Maka tanpa ragu lagi, aku segera melompat ke atas ranjang. Meraih tubuh Mila dan langsung menindihnya. Tentu saja Mila terpekik kaget.

“Siapa Kau..! Kurang ajar..! Pergi..! Ke luar..! jangan..! setaan..!” Mila berontak. Ia sangat marah tampaknya.

“Mila, aku punya hutang pada kawanku. Berilah ia sedikit kesempatan..” Darta yang menjawab, sambil mengelus rambutnya.

“Biadab..! Aku tidak mau..! Lepaskan..! bangsat..!” Mila mendorong tubuhku.

Namun karena nafsuku sudah memuncak, aku tak mungkin menyerah. Kutekan lebih keras tubuhnya, sambil tanganku berusaha menuntun agar penisku segera masuk. Mila tetap meronta. Mila berkali-kali meludahi mukaku. Tetapi aku diam-diam menikmatinya. Bahkan ludahnya malah kusedot dari bibirnya, dan kutelan.

Meskipun liang vagina Mila sudah licin, namun penisku tetap agak seret untuk segera menembusnya. Mila terpekik, ketika aku menekan dan memaksakannya sekaligus. Bles..! Akhirnya masuk juga. Kudiamkan beberapa saat, karena aku ingin mencumbu dulu bibirnya. Mila tetap berontak, sampai akhirnya kehabisan tenaga. Akhirnya ia hanya diam.

Kurasakan ada air mata yang mengalr dari kedua kelopak matanya. Tetapi aku semakin bernafsu. Kuremas-remas payu daranya yang ternyata memang cukup besar dan begitu kenyal. Lalu aku mulai memompa penisku. Mila terpekik kembali. Kasihan juga, aku melihatnya. Sehingga aku bergerak perlahan-lahan, sampai akhirnya vagina Mila bisa beradaptasi dengan penisku. Mila tidak bereaksi. Ia diam saja. Namun aku sangat menikmatinya.

Walaupun Mila diam, tentunya jauh lebih nikmat dari pada melakukannya dengan patung. Aku terus memompanya, sampai napasku mulai ngos-ngosan. Kucoba menyalurkan nafasku ke arah telinga Mila. Dan hasilnya cukup bagus. Lama kelamaan, di sela isakan tangisnya, diam-diam kurasakan vaginanya diangkat, seakan Mila ingin menerima hunjaman penisku lebih dalam. Tentu saja aku semakin bersemangat. Kupompa lebih cepat lagi. Tiba-tiba isakan tangisnya berhenti, diganti dengan nafasnya yang kian memburu. Dan yang lebih mengagetkan lagi, kakinya tiba-tiba mengunci pantatku. Aku tersenyum, sambil mencumbui telinganya.

Link Altenatif : SAHABATMULIA.ME

“Kau menikmatinya, sayang?” bisikku.

“Diam..!” dia membentakku. Namun aku yakin, Mila hanya tidak mau mengakui kekalahan dirinya. Buktinya, ketika penisku kucabut, Mila menekan pantatku. Tangannya pun memeluk tubuhku, agar aku merapatkannya kembali.

Lalu ada suara erangan dari bibirnya yang tertahan. Bersamaan erangan itu, kedua kakinya semakin erat menekan pantatku. Dan vaginanya ditekan pula ke atas. Aku pun sangat terangsang. Hingga detik-detik akhir pun akan segera tiba. Kupeluk erat pula tubuh Mila. Kugenjot lebih cepat dan lebih keras. Sampai akhirnya tiba pada genjotan yang terakhir. Aku tekan sangat kuat. Kugigit pelan lehernya.

“Agh.. Agh.. Agh..” Maniku keluar di dalam vaginanya. Begitupun Mila.

“Akh.. Akh.. Akh.. Ss..” begitulah yang keluar dari mulut Mila.

Zonasex96 _ aku sebenarnya tidak tega menagih utang pada kawanku yang satu ini. Namun, karena keadaanku juga sangat mendesak.SahabatQQ


                                 Slot Gacor & PKV Terpercaya 2025 - Daftar di SahabatQQ

Aku memberanikan diri dengan harapan temanku bisa membayar; minimal separuhnya dulu. Sayang sekali, Darta, kawanku yang baru menikah enam bulan yang lalu ini, tak bisa membayar barang sedikit pun.DominoQQ

Memang aku mengerti keadaannya. Ia menikah pun karena desakan orang tua Mila, yang kini jadi istrinya. Darta sendiri, sampai saat ini belum punya pekerjaan.

Gua jadi enggak enak nih..”

“Sudahlah Ta. Gua gak apa-apa koq. Gua cuma nyoba aja, barangkali ada,” aku menukasnya, takut membuatnya jadi beban pikiran.

“Ma, gua mau bisikin sesuatu..’ tiba-tiba Darta mendekatkan mulutnya ke arah telingaku. Dan aku benar-benar terkejut, ketika Darta menawarkan istrinya untuk kutiduri.

“Gila lu.. Sialan..” ucapku.

“Sstt.. Jangan berisik. Gua juga kan ingin balas budi sama elu. Soalnya eu udah banyak berbuat baik sama gua. Gak ada salahnya kan, kalau kita saling berbagi kesenangan..” begitulah ucap Darta dengan serius.


Memang diam-diam sudah sejak lama aku selalu memperhatikan Mila. Bahkan aku pun memuji Darta, bisa mendapatkan gadis secantik Mila. Selain posturnya yang tinggi, Mila memiliki kulitnya yang putih dan mulus. Tubuhnya menggairahkan. Memang selalu terbungkus rapat, dengan baju yang longgar. Namun aku dapat membayangkan, betapa kenyalnya tubuh Mila.

Baru melihat wajah dan jemari tangannya pun, aku memang suka langsung berpantasi; membayangkan Mila jika berada di hadapanku tanpa busana. Lalu Mila kugumuli dengan sesuka hati. Namun untuk berbuat macam-macam, rasanya kubuang jauh-jauh. Karena aku sangat tahu, Mila itu orang baik-baik, dan keturunan orang baik-baik pula. Lihat saja penampilannya, yang selalu terbungkus sopan dan rapi.

“Lu serius, Ta? Bagaimana dengan Mila? Apa dia mau?” aku pun akhirnya mulai terbuka.

“Kita pasang strategi, donk! Kalau secara langsung, jelas istri gua kagak bakalan mau,” jawabnya.

“Gimana caranya?” aku penasaran.

Darta kembali membisikan lagi rencana gilanya. Aku memang sangat menginginkan hal itu terjadi. Sudah kubayangkan, betapa nikmatnya bersetubuh dengan perempuan aduhai seperti Mila.

“Mila..! Mila..! Milaa..!” Darta memanggil istrinya.

Dan tanpa selang waktu lama, Mila ke luar dari dalam kamarnya dengan dandanan yang tetap rapat.

“Ada apa, Bang?” tanya Mila.

“Tolong belikan rokok ke warung..!” kata Darta sambil merogoh uang ribuan ke dalam sakunya.

“Baik, Bang,” Mila menerima uang itu, lalu ke luar.

Darta segera menyuruhku masuk ke dalam kamarnya, seraya masuk ke kolong ranjang. Aku mau saja, berbaring di tembok dingin, di bawah ranjang. Lalu Darta ke luar lagi. Pintu kamar, tampak masih terbuka.

Tidak lama kemudian, terdengar suara Mila yang datang. Mereka bercakap-cakap di ruang tamu. Dan Darta mengatakan kalau aku sudah pulang, karena ada ditelepon sama bos-ku. Mila kedengarannya tidak banyak tanya. Dia tak terlalu mempedulikan kehadiranku. Hingga suara pintu yang dikunci pun, bisa terdengar dengan jelas.

Kulihat dua pasang kaki memasuki kamar. Pintu ditutup. Dikunci pula. Bahkan termasuk lampu pun dimatikan, sehingga mataku tak melihat apa-apa lagi. Yang kudengar hanya suara ranjang yang berderit dan suara kecupan bibir, entah siapa yang mengecup. Lalu ada juga yang terdengar suara seleting celana, dan nafas Mila yang mulai tak beraturan. Pluk, pluk, pluk.. Sepertinya pakaian mereka mulai dilemparkan ke lantai, satu persatu.

“Emh.. Ah.. Uh.. Oh..” Jelas, itu suara milik Mila.

“Euh.. He.. Euh..” nah kalau itu, suara Darta.

Tampaknya mereka sudah mulai bercumbu dengam hebatnya. Ranjang pun sampai bergoyang-goyang begitu dahsyat.

“Emh.. Akh.. Ayo Bang.. Aduuh ss..” suara Mila membuat nafasku bergerak lebih kencang dari biasanya.

Aku bisa merasakan, Mila sedang ada dalam puncak nafsunya. Aku sudah tidak tahan mendengar suara dengusan nafas kedua insan yang tengah memadu berahi ini. Hingga aku mulai membuka celanaku, bajuku dan celana dalamku. Aku sudah telanjang bulat. Lalu aku bergerak perlahan, ke luar dari tempat persembunyian, kolong tempat tidur.

Meski keadaan sangat gelap, namun aku masih bisa melihat dua tubuh yang bergumul. Terutama tubuh Mila, yang putih mulus. Darta sudah memasukan penisnya, dan sedang memompanya turun naik, diiringi desahan nafas yang tersengal-sengal. Konvensional. Mila sepertinya lebih menikmati berada di posisi bawah, sambil kedua tangannya memeluk erat tubuh Darta, dan kakinya menjepit pantat Darta. Aku mulai tidak tahan.

Tiba-tiba Darta semakin mempercepat pompaannya. Ranjang bergoyang lebih ganas lagi. Dan suara erangan tertahan Mila semakin menjadi-jadi.Agen DominoQQ

“Emh, emh, emh, emh.. Ah.. Oh..” Hanya itu yang keluar dari mulut Mila, karena mulutnya disumpal oleh mulut Darta. Dan akhirnya.

“Agh.. Agh..!” suara Darta mengakhiri pendakian itu.

Namun tampaknya Mila belum selesai. Terbukti, kakinya masih menyilang erat, mengunci paha Darta, agar tak segera mencabut penisnya. Tetapi apa hendak dikata, Darta sudah lemas. Ia tergolek dengan nafas yang lemah-lunglai.

Kesempatan inilah, saatnya aku harus masuk. Demikian yang direncanakan Darta tadi. Maka tanpa ragu lagi, aku segera melompat ke atas ranjang. Meraih tubuh Mila dan langsung menindihnya. Tentu saja Mila terpekik kaget.

“Siapa Kau..! Kurang ajar..! Pergi..! Ke luar..! jangan..! setaan..!” Mila berontak. Ia sangat marah tampaknya.

“Mila, aku punya hutang pada kawanku. Berilah ia sedikit kesempatan..” Darta yang menjawab, sambil mengelus rambutnya.

“Biadab..! Aku tidak mau..! Lepaskan..! bangsat..!” Mila mendorong tubuhku.

Namun karena nafsuku sudah memuncak, aku tak mungkin menyerah. Kutekan lebih keras tubuhnya, sambil tanganku berusaha menuntun agar penisku segera masuk. Mila tetap meronta. Mila berkali-kali meludahi mukaku. Tetapi aku diam-diam menikmatinya. Bahkan ludahnya malah kusedot dari bibirnya, dan kutelan.

Meskipun liang vagina Mila sudah licin, namun penisku tetap agak seret untuk segera menembusnya. Mila terpekik, ketika aku menekan dan memaksakannya sekaligus. Bles..! Akhirnya masuk juga. Kudiamkan beberapa saat, karena aku ingin mencumbu dulu bibirnya. Mila tetap berontak, sampai akhirnya kehabisan tenaga. Akhirnya ia hanya diam.

Kurasakan ada air mata yang mengalr dari kedua kelopak matanya. Tetapi aku semakin bernafsu. Kuremas-remas payu daranya yang ternyata memang cukup besar dan begitu kenyal. Lalu aku mulai memompa penisku. Mila terpekik kembali. Kasihan juga, aku melihatnya. Sehingga aku bergerak perlahan-lahan, sampai akhirnya vagina Mila bisa beradaptasi dengan penisku. Mila tidak bereaksi. Ia diam saja. Namun aku sangat menikmatinya.

Walaupun Mila diam, tentunya jauh lebih nikmat dari pada melakukannya dengan patung. Aku terus memompanya, sampai napasku mulai ngos-ngosan. Kucoba menyalurkan nafasku ke arah telinga Mila. Dan hasilnya cukup bagus. Lama kelamaan, di sela isakan tangisnya, diam-diam kurasakan vaginanya diangkat, seakan Mila ingin menerima hunjaman penisku lebih dalam. Tentu saja aku semakin bersemangat. Kupompa lebih cepat lagi. Tiba-tiba isakan tangisnya berhenti, diganti dengan nafasnya yang kian memburu. Dan yang lebih mengagetkan lagi, kakinya tiba-tiba mengunci pantatku. Aku tersenyum, sambil mencumbui telinganya.

Link Altenatif : SAHABATMULIA.ME

“Kau menikmatinya, sayang?” bisikku.

“Diam..!” dia membentakku. Namun aku yakin, Mila hanya tidak mau mengakui kekalahan dirinya. Buktinya, ketika penisku kucabut, Mila menekan pantatku. Tangannya pun memeluk tubuhku, agar aku merapatkannya kembali.

Lalu ada suara erangan dari bibirnya yang tertahan. Bersamaan erangan itu, kedua kakinya semakin erat menekan pantatku. Dan vaginanya ditekan pula ke atas. Aku pun sangat terangsang. Hingga detik-detik akhir pun akan segera tiba. Kupeluk erat pula tubuh Mila. Kugenjot lebih cepat dan lebih keras. Sampai akhirnya tiba pada genjotan yang terakhir. Aku tekan sangat kuat. Kugigit pelan lehernya.

“Agh.. Agh.. Agh..” Maniku keluar di dalam vaginanya. Begitupun Mila.

“Akh.. Akh.. Akh.. Ss..” begitulah yang keluar dari mulut Mila.

Cerita Dewasa+18

Zonasex96 _ ini merupakan kisah nyata yg kualami saat berdinas di J,dan benar-benar terjadi. Pagi itu,seperti biasa aku berangkat kerja,sebagai wakil kepala aku wajib datang pagi2 sebelum anak buahku datang. Apalagi menjelang tahun ajaran baru sekolah.SahabatQQ


                                 Slot Gacor & PKV Terpercaya 2025 - Daftar di SahabatQQ

Setiba dikantor,setelah upacara bendera semua guru sibuk dengan aktifitasnya,kecuali guru agama. Bapak Firul rupanya kedatangan tamu,dan kemudian melapor padaku,bahwa ada tamu yang ingin memasukan anaknya.DominoQQ

sekolah di SMPku. Akhirnya kuterima tamu itu,seorang ibu muda berparas manis,kulit putih,dengan body yang sangat menarik,tinggi dan padat berisi.Melihat dari gayanya aku yakin,ibu ini termasuk yang agak lain dalam urusan seks.

Kepada ibu muda itu kujelaskan bahwa kami sudah tidak bisa menerima siswa baru,karena sudah tutup. Namun ibu itu memaksa,akhirnya terpaksa aku berunding dengan kepala sekolah,yg dengan berbagai pertimbangan,terutama karena tetangga sekolah,yatim dll,maka anaknya kami terima. Karena tidak punya uang untuk biaya sekolah maka sebelum pulang ibu itu berpesan agar besok hari Selasa jam 8an aku kerumahnya,sehubungan dengan anaknya tadi.

Keesokan harinya,dengan pertimbangan untuk membantu kesulitan ibu muda kemarin,aku kerumahnya. Sebuah rumah kecil yg rapi dan bersih,tapi rumahnya tampak sepi,setelah ke 4 kalinya aku mengetuk dan mengucap salam,pintu dibuka juga,nampak ibu itu sedang mandi rupanya, ini terlihat dari handuk yg melilit ditubuhnya dan tangan serta kakinya yg putih nampak basah.

Sejenak aku terpana melihat pemandangan tadi,ibu itu nampak amat seksi,tubuhnya yg sintal nampak sangat lembut dibalut handuk setengah badan,kulitnya punggungnya yg putih amat menggoda. Namun kubuang jauh2 fikiran kotorku. Aku duduk diruang tengah yg menghubungkan kamar dengan dapur dan kamar mandi.

Tidak berapa lama ibu itu keluar,dengan rambut basah,badan masih terlilit handuk,bahunya yg putih sedikit terbuka hingga pangkal dadanya,dan dadanya yg terlilit handuk nampak begitu besar, ia sekarang tidak lagi tergopoh2 seperti tadi,dengan tersenyum manis mempersilakanku minum yg telah disiapkan sebelumnya. Lalu ia masuk kamar melewatiku,terciumlah wangi tubuhnya,dan pantatnya yg besar begitu saja lewat didepan mataku,bergoyang ke kanan kekiri.

Mataku seperti hendak copot,jantungku berdegup kencang dengan pemandangan tersebut. Beberapa saat kemudian ibu itu keluar lagi,rambutnya telah disisir,walau namapk masih basah,atsannya sudah menggunakan baju,namun dari pinggang kebawahmasih memakai handuk,dan yg membuatku bertanya2 adalah handuknya justru semakin keatas,sekarang nampak kedua pahanya yg nampak empuk dan putih semakin membuat dadaku gemuruh.

Dia kemudian duduk di kursi panjang menghadap kepadaku,pahanya nampak seolah sengaja dipertontonkan kepadaku,semakin membuatku rikuh. Jantungku semakin tidak karuan,tapi nampaknya dia tenang2 saja dan sambil,merapikan baju ia bicara .

“ Maaf pak,agak kurang sopan,mmmhh..bapak Sali mana “ tanyanya sederhana.

“ Ciamis,” jawabku singkat.

“ Maaf lho pak,udah menikah ?” tanyanya lagi.

“ Udah,punya anak 1 “ jawabku.

“ Oohhh…..gini pak. Maaf sebelumnya,saya gak punya biaya untuk anak saya,gimana ya pak,saya gak enak sama bapak dan bapak kepala sekolah ?“ katnya membuka pokok maslah sambil tanganya terlihat sibuk membenahi Bhnya.

Aku jadi gak enak,namun tidak tahu harus berbuat apa,menegurnya takut dia malu,tidak ditegur aku yg bingung.

“ Gini bu,setelah kita bicarakan kemarin dengan pak kepala,kami sepakat untuk membantu ibu tanpa mengeluarkan biaya,karena ibu tetangga dan konon kabarnya putra ibu anak yatim,begitu kan bu ?” Tanyaku.

“ Ia pak,sudah sejak SD bapaknya meninggal,terpaksa saya yg kerja,tapi maaf pak,anaknya sekarang masih dijakarta “ jawabnya sambil menggeser kakinya semakin terbuka,nampak kedua pangkal pahanya semakin jelas dimataku.

Aku pura-pura tidak melihatnya walau darahku semakin deras mengalir ditubuhku,nafasku terasa sesak.

“ O gitu,Jadi ibu kerja dimana?” tanyaku smabil menenangkan diri.

“ Dijakarta,karyawan pabrik pak,ya daripada gak kerja,O ia panggil saya Tari pak,kayanya belum ibu2 banget ya “ balasnya sambil tersenyum manis.

“ O ia,saya Diros “ kataku membalas tersenyum.

Tiba-tiba ia bangkit dari kursinya dan duduk di kursi sebelahku,sambil membelakang ia berkata “ Pak,maaf banget,tolong kancing Bh saya gak masuk2,bisa gak dibantu “ katanya tanpa menengok.

Aku tak menduga akan seperti itu,dadku semakin bergemuruh,menolak gak enak,gak menolak juga gak enak,maka dengan gemetar aku mengahadapi punggungnya,dan ia mengangkat bajunya,nampaklah pinggangnya yg montok dan putih mulus,terlihat amat empuk,punggungya yg lebar dan juga montok sangat mulus,dengan jakun turun naik aku pegang tali Bhnya,dan berusaha mengikatkan kancingnya,namun agak sulit,nafasku mulai tak teratur. Dengan tenag tari berbalik dan sambil tersenyum,matanya menatap mataku dalam2,lalu ia pergi ke kamar.

“ Pak,ngobrolnya disini aja yuk,gak apa2 gak ada orang kok,lagian kan Cuma ngobrol “ katanya dari kamar.

Aku semakin bingung,apa yg harus kulakukan,semantara darahku sudah mendidih,kepalaku sudah tak lagi normal,selangkanganku terasa panas.

Dalam keadaan bingung aku menurut,nampak dikamar Tari sedang mangganti handuk dengan baju bawahannya,walau telah tertutup baju,namun nampak sekali pinggulnya yg besar sangat seksi dimataku.

“ Duduk pak,” katnya mempersilakanku duduk.

Seperti kerbau aku mengikuti perintahnya duduk di pinggiran tampat tidur. Ketika Tari menarik dan memeluku,aku seperti disengat ribuan watt listrik,tubuhku seperti terbakar hebat,dadaku bergetar,dan nafasku benar2 seperti habis berlari ribuan kilometer.


“ Pak,saya udah bapak tolong,nah sekarang saya membantu bapak,” kata Tari sambil memeluk dan menciumiku ganas sekali,aku cuma melongo,tanpa tahu harus bagaimana,hingga tersentak ketika sadar,Tiara sudah telanjang bulat,tubuhnya yg putih terpampang didepan mataku,matanya terlihat sayu penuh berahi,dadanya yg putih amat besar dan masih membukit,berayun2 dalam elusan2 tangannya,perutnya yg bersih montok sangat merangsang,sementara dipangkal pahanya yg putih nampak seonggok bulu2 memenuhi bukit kecil yg menggunduk disela pahanya,pangkal pahanya yg besar dan montok telah terbuka lebar,semua menanti reaksiku.

Sebagai manusia biasa,dihadapkan hal seperti itu otakku buntu,namun terlintas rasa takutku,bahwa ini sebuah jebakan untuk ku,aku kuatir ini tipuan untuk menjerumuskanku. Maka seketika akal sehatku kembali,dan dengan terengah2 aku buru2 keluar,pamitan. Tiara mengejarku,dan memluk tubuhku dari belakang,nyerrr ..darahku berdesir,ketika payudaranya yg dingin dan empuk menyentuh punggungku,sementara terasa gundukan bawah perutnya menekan pantatku..lututku terasa lemas….tapi aku berusaha bertahan.

“ Jangan sekarang….hhhhh….” kilahku,” nanti kita cari waktu.” Lalu tergopoh2 kupakai sepatuku meninggalkan Tiara yg melongo melihat kepergianku.

Setiba disekolah,nafsuku masih menggebu,aku gak lagi konsen, maka terpaksa aku ke WC guru,membuka celanaku,sambil membayangkan yg baru terjadi,dengan nafas memburu kukocok kemaluanku dengan sabun yg ada disana,ooohhh…nikmat sekali membayangkan airmaniku keluar ditubuh putih mulus tiara. Muncratlah air maniku di WC itu.

Setelah keluar,aku masih panas dingin,lalu menemui kepala dan ngobrol dengan pak Idhar kepala sekolahku tentang kejadian barusan,pak Idhar cuma tersenyum,sambil menepuk 2 pundak ku, “ Pa Diros,Pa Diros,…bersyukurlah,bapak terbebas dari godaan syetan “ katanya bijak.

Esoknya,aku ketemu dengan pak Firul,kamipun ngobrol,ketika pembicaraan sampai pada hal itu,dia nampak antusias.

“ Bapak gak mau,rumahnya dimana,emang gak ada siapa2” tanyanya nyerocos.

“ Ya nggaklah pak,saya masih eling,kenapa pak ?” tanyaku heran.

“ Nggak,Tanya aja “ jawabnya sambil tersenyum.

Menjelang istirahat,aku ada keperluan berhubungan dengan kegiatan kesiswaan menjelang MOS,tapi ketika pak Firul dicari tidak ada,seorang Suanta,penjaga sekolah mengatakan pak Firul ke kampung sebelah,aku jadi curiga..jangan2….!!!

Maka aku segera pergi kesana,nampak rumah bu Tari sepi2 saja,ketika kuketuk tak ada yg menyahut,maka kucoba mendorong pintu itu,ternyata tidak dikunci,aku melongok kedalam,namun juga sepi,kucoba masuk dengan hati2,nampaklah sebuah sepatu yg kukenal,sepatu pak Firul….

Maka perhatian kualihkan ke kamar.dan samar2 terdengar suara2 merintih dikamar,jantungku berdebar..kucoba mengintip dari lubang pintu…Astaga pak firul dan Tari nampak sedang berkutat dan sama2 telanjang.

Karena pandanganku kurang jelas,maka kutarik kursi kedepan pintu,dan dari atas pintu kamar jelaslah semuanya….

Aku tak tahu apa yg harus kulakukan,melaporkan kejadian itu atau…mengintipnya..namun setan benar2 menutup hatiku. Aku mengunci pintu luar,lalu meliahat kedapur dan ruang depan,semua terkunci dan tidak ada siapa2…

Maka dengan berdebar,aku naik kekursi….Tari nampak sedang tidur telentang..kedua kakiknya rebuka lebar2..dan dengkulnya diangkat keatas dipegang kedua tanganya merapat ker payudaranya…sementara Firul tengah tertelungkup..kepalanya berada diselangkangan Tari menjilat2 kemaluan Tari…

“ OOOhhhh…ssssshhh…terussss…terusss….” Tari merintih rintih…pantatnya digoyang2kan menyambut jilatan firul.

Firul mengangkat kepalanya,lalu kedua tangannya memnguakan paha Tari semakin lebar,nampaklah vagina tari yg basah kuyup,bibir kemaluanya sedikit menggelambir kiri kanan,nampak panjang saat ditarik2 dan dimainin firul…kelentit tari nampak semakin besar..dan lobang kemaluannya yg amat merah telah benar2 terbuka….tiba2…firul menguakan pantat tari,jarinya nampak mencari2 sesuatu…yg menjadi sasaran firul adala lubang dubur tari,dikorek2nya dubur tari dengan lembut..dan dengan terburu2,firul kemudian mencucuk2kan lidahnya kedubur tari,nampak tari blingsatan,semakin mengerang2 tidak keruan

“ OOOOuuhkkkk…ssssshhhh…enak banggghhettthhh…ssshhhh…” rintihnya…Firul semakinganas menjilat 2 dubur tari,sesekali kelentit tari jadi sasaran,hingga suatu ketika jari kiri Firul nampak menekan dubur tari,dan sedikit demi sedikit memasuki dubur tari,sementara jari kanan Firul memasuki kemaluan Tari,sedangkan lidahnya,tak henti2 menjilat2 vagina dan kelentit Tari.

Semula ketika jari Firul memasuki duburnya,kufikir Tari akan menolak dan memarahi Firul,namun diluar dugaan,Tari semakin menakan2 pantatnya,menyambut semua tekanan di vagina dan duburnya…

“ OOOhhhkkk….terrrrusss…ooohh….” lenguhnya tak henti2. nafsuku sudah tak terbendung lagi…maka dengan nafas memburu tertahan,aku membuka celanaku,dan mencari sabun di WC,namun aku Cuma menemukan shampoo..segera kubawa dan kembali ke kursi. Pemandangan dikamar sudah berubah.

Sekarang Tari diatas Firul,dengan posisi 69,pantat Tri yg besar benar2 menghadap kearahku,dibawahnya Firul sibuk menghisap dan menjilat kemaluan Tari,sementara kemaluannya menyerbu keluar masuk dimulut Tari,aku semakin lemas..darahku benar2 mendidih…

“ SSSShhhh….ooohhh..ssshhh…” Tari mengerang berulang.

Firul kemudian berbalik dan Tari masih diatasnya,nampak mengarahkan kemaluan Firul kedalam kemaluanya…aku harap2 cemas diluar,dan ketika kemaluan Firul tepat di tengah vagina Tari,Tari menekannya blessshh…masuklah kemaluan itu sepenuhnya kedalam kemaluan Tari.Tari langsung mengelosoh diatas tubuh Firul,sementara dari mulut mereka keluar keluhan bersamaaan.

“ Oooouhhhkkkhhh…..”

Aku terus mengocok kemaluanku,terasa nikmat sekali,apalagi nampak lubang dubur Tari yg kuncup mekar tiap Tari menekan atau menarik pantatnya,aku terasa seolah ditarik tarik untuk memasuki lubang dubur yg memerah itu.

Tangan Firul tak tinggal diam,yg kiri nampak meremas2 pantat tTari yg membungkah besar,sedang tangan kananya kembali mencari2 lubang dubur Tari,lalu ketika jarinya menemukan ygdicarinya,dicelupkannya telunjuknya didubur Tari,aku yg memperhatikan sambil mengocok kemaluanku,merasa bahwa kem,aluankulah yg memasuki dubur itu….Ooooh nikmatnya.

Tari nampak menikmati ransangan hebat di kedua lubang miliknya,rintihanya semakin menjadi2,sementara kepalanya oleng kekiri dan kekanan sambil tengadah dengan mulut terbuka yg tak henti mendesisi2 sepereti orang kepedasan.

Tak berapa lama,tari semakin mempercepat gerakanya,nafasnya semakin memburu,sementara lenguhannya semakin keras dan cepat…

“ OOOOuuh…ssshhh.oooohhh…” pantatnya menyembul2 dalam gerakanya yg semakin menggila,hingga suatu ketika,tubuhnya seolah tersentak,punggungnya melengkung,sementara pantatnya terlihat menekan kuat2 kerah kemaluan Firul,sekujur tubuhnya menegang seolah olah sedang sekarat…

“ OOOouuhhhhhhhkkkkhhhhhhhh….akkku kkkhhhlluaaarrrr…””” erangnya meracau sambil menggigit bibir Firul kuat2…lalu tubuhnya ambruk diatas tubuh Firul. Tari telah mencapai orgasmenya yg pertama.

Firul nampak tenang2 saja,sambil tersenyum ia bangun,dan menunggingkan Tari,dan Tari menurut saja,lalu kemaluannya diarahkan kearah kemaluan Tari,sementara tanganya merengkuh payudara Tari yg menggantung besar,dan sekali tekan blessshhh…kemaluan Firul kembali menghantam kemaluan Tari dari belakang,kembali meraka melenguh bersamaan ,Tari nampak mendongak menerima hantaman Firul,lalu suara desissan seperti orang kepedasan keluar dari mulutnya berulang ulang…rupanya Tari masih menikmati sisa kenikmatan yg tadi,Firul semakin asik mengeluar masukan kemaluannya,hingga nampak busa2 putih menetes dari pinggir2 kemaluan Tari,mungkin sisa2 orgasme Tari yg tadi.

Aku semakin nikmat mengocok2 kemaluanku,dan jujur saja,sebenarnya aku hampir memuncratkan maniku ketika Tari orgasme tadi,tapi aku masih penasaran,sehingga berusaha menahanya walau terasa sudah diubun2…

Tiba2 Firul mengeluarkan kemaluannya,sementara tangan kannannya sibuk menjangkau klitoris Tari dan mengocok2nya..nampak firul setengah duduk,mulutnya kemudian menjilat2 dubur Tari,tangan kirinya menyusupkan jarinya sedikit2 ke lubang dubur Tari,dan diluar dugaanku,Tari semakin menunggingkan pantatnya,sementara mulutnya mendesis desis seperti ular…

“ SSSShhhh….oooohhhkkkk….terusss…oooohhhhkkkhh…” desisnya berulang2.

“ Firul kembali berjongkok,dan mengarahkan kemaluannya persis ke lubang dubur Tari,lalu menakannya sedikit,menariknya lagi,menakan sedikit hingga setengah kepalanya masuk,mengeluarkanya lagi,begitu seterusnya.Agen DominoQQ

Efeknya luar biasa,Tari nampak nafsunya bangkit stinggi2nya…nafasnya benar2 memburu,pantatnya semakin tinggi menungging..sementara lubang duburnya nampak semakin merah dan mulai membesar kuncup mekar..dengan nafas memburu,Firul kembali mengarahkan kemaluanya ke lubang dubur Tari..dan dengan sekali tekan blessshhh…masuklah kemaluan Frul memenuhi dubur Tari.

Tari merasakan sensasi yg luar biasa diduburnya,duburnya terasa panas,penuh terganjal dan seperti mau beol,namun terasa hangat kemaluan Firul dan nikmatnya ketika keluar masuk membuat nafsunya semakin tinggi..

“ Oooohhh…terusss…terussshhh…ooohhkkk…” erangnya

Firul nampak terhentak dan diam sejenak,ketika mersakan tubuhnya melayang terbang,tubuhnya terguncang guncang menahan nikmat yg melanda kemaluannya,terasa terjepit sangat kuat oleh dubur Tari,dinding2 dubur Tari mengunci ketat setiap dia menarik dan mendorong kemaluannya…Firul membeliak2 marasakan kenikmatan yg tiada taranya…

Aku yg tidak menduga, tak lagi kuat menahan diri,kemaluanku hampir menumpahkan air mani…terasa nikmat sekali setiap kocokan tanganku dikepala kemaluanku,seolah2 dubur Tari yg memilin2 kemaluanku…namun aku masih berusaha menahannya…

Dikamar Tari nampak mempercepat gerakan pantatnya mundur maju,menyambut setiap sodokan dan hujaman Fairul di duburnya, mulutnya semakin mendesis2,


“ OOOhkkk….sssshhhh….oooohhhh….” rintihnya, dan sungguh ajaib,suatu ketika,Tari nampak mendorong pantatnya kebelakang kuat2 tubuhnya melengkung2 ketas kebawah,sementara duburnya tetap tertancap kemaluan Firul seteguh2nya dari mulutnya keluar geraman seperti orang sekarat…

“ Heuuuueuuueuhhhhkkkkhhh….!” Matanya nampak mendelik2,lalu mengejang kembali seperti tadi,rupanya Tari telah memncapai orgesmenya yg kedua.

Dan pada saat yg sama,rupanya Firul tidak sanggup lagi menahan dirinya,Firulpun menekan kuat2 kemaluanya ke dubur Tari,sehingga firul merasa seolah2 kemaluannya menancap ke dasar dubur Tari,tubuhnya melengkung mendekap tubuh Tari erat2,gerakannya terhenti seketika,menikmati kedutan2 du ujung kemaluanya…nikmat tak terhingga…

“ Hooooouuuhhhkkkkhhh…akkkhu keluarrrr “ ucapnya parau,dan muncratlah airmaninya memenuhi lubang dubur Tari,Tari merasakan nikmatnya semburan2 air mani Firul di duburnya,terasa hangat menyembur2 dinding2 duburnya. Vagina dan dubur Tari terasa mengedut2,menimbulkan gerakan mencengkram2 di vagina dan duburnya,hal itu membuat Firul semakin mengeluh2 kenikmatan..lalu keduanya tergeletak lesu dikasur.

Ketika Tari melengkungkan tubuhnya berulang2,aku tak bisa menahan diri lagi,badanku mengejang,dan kemaluanku tarasa semakin nikmat,seluruh darahku seolah2 terkumpul diujung kemaluanku,dan menyemprot2 menjadi air mani yg sangat banyak,lalu mengedut ngedut menyisakan nikmat yg sangat..dan akupun mengeluarkan air mani sambil menjerit lirih tertahan.. “ OOOOOuuuhhh….”

Buru2 aku pakai celanaku,kursi kurapikan lagi,sampho kusimpan dimeja,dan segera keluar,diluar tangaku kubersihkan dengan daun yg ada disekitar,stelah terasa bersih,dan memeriksa celanaku juga bersih,aku mengetuk pintu.

Link Altenatif : SAHABATMULIA.ME

Setelah agak lama,keluarlah Tari,nampak agak lusuh dan berkeringat,kulitnya yg putih nampak kemerah2an karena lelah.

“ Maaf bu,saya ada perlu,boleh masuk ?” tanyaku pura2 tidak tahu apa2.

“ Oh..,eh..iya pak,silahkan !” katanya gugup.

Lalu aku masuk,dan setelah duduk aku perhatikan ia nampak gelisah.

“ Gini bu,jangan kuatir,sya mencari Pak Firul,tadi saya lihat masuk kesini,bisa dipanggilkan bu ?” kataku kemudian.

Dia nampak bingung dan kikuk “ Ehh..eee…iaya…ehh…ooo aada “ Katanya terbata bata.

“ Ya udah,gak apa2 tolong dipanggil ya Bu “ kataku menenangkan.

Tak lama Pak Firul keluar,sambil cengar cengir,lalu mendekatiku,dia bebisik,

“ Maaf pak,saya memanfaatkan,sayang pak “ katanya menyebalkan.

Aku Cuma tersenyum sambil berkata “ Ini pak,ada keperluan untuk MOS,tolong segera dilaksanakan,gimana bisa ?”

“ Ia,bisa pak,” katanya,masih cengar cengir kaya kambing.

“ Baik pak,saya tunggu laporanya,jangan lupa cuci dulu pak “ kataku menyindir. Nampak Tari memerah mukanya,lalu menghampiriku

“ Abis bapak gak mau.tadi Bapak ini katanya suruhan bapak ,ya udah..,bapak nanti kesini ya saya tunggu awas lho

“ Katanya masih berbisik. Aku cuma tersenyum dan segera pamit. Pa Firul mengoikutiku sambil tetap cengar cengir seperti kuda.

Zonasex96 _ ini merupakan kisah nyata yg kualami saat berdinas di J,dan benar-benar terjadi. Pagi itu,seperti biasa aku berangkat kerja,sebagai wakil kepala aku wajib datang pagi2 sebelum anak buahku datang. Apalagi menjelang tahun ajaran baru sekolah.SahabatQQ


                                 Slot Gacor & PKV Terpercaya 2025 - Daftar di SahabatQQ

Setiba dikantor,setelah upacara bendera semua guru sibuk dengan aktifitasnya,kecuali guru agama. Bapak Firul rupanya kedatangan tamu,dan kemudian melapor padaku,bahwa ada tamu yang ingin memasukan anaknya.DominoQQ

sekolah di SMPku. Akhirnya kuterima tamu itu,seorang ibu muda berparas manis,kulit putih,dengan body yang sangat menarik,tinggi dan padat berisi.Melihat dari gayanya aku yakin,ibu ini termasuk yang agak lain dalam urusan seks.

Kepada ibu muda itu kujelaskan bahwa kami sudah tidak bisa menerima siswa baru,karena sudah tutup. Namun ibu itu memaksa,akhirnya terpaksa aku berunding dengan kepala sekolah,yg dengan berbagai pertimbangan,terutama karena tetangga sekolah,yatim dll,maka anaknya kami terima. Karena tidak punya uang untuk biaya sekolah maka sebelum pulang ibu itu berpesan agar besok hari Selasa jam 8an aku kerumahnya,sehubungan dengan anaknya tadi.

Keesokan harinya,dengan pertimbangan untuk membantu kesulitan ibu muda kemarin,aku kerumahnya. Sebuah rumah kecil yg rapi dan bersih,tapi rumahnya tampak sepi,setelah ke 4 kalinya aku mengetuk dan mengucap salam,pintu dibuka juga,nampak ibu itu sedang mandi rupanya, ini terlihat dari handuk yg melilit ditubuhnya dan tangan serta kakinya yg putih nampak basah.

Sejenak aku terpana melihat pemandangan tadi,ibu itu nampak amat seksi,tubuhnya yg sintal nampak sangat lembut dibalut handuk setengah badan,kulitnya punggungnya yg putih amat menggoda. Namun kubuang jauh2 fikiran kotorku. Aku duduk diruang tengah yg menghubungkan kamar dengan dapur dan kamar mandi.

Tidak berapa lama ibu itu keluar,dengan rambut basah,badan masih terlilit handuk,bahunya yg putih sedikit terbuka hingga pangkal dadanya,dan dadanya yg terlilit handuk nampak begitu besar, ia sekarang tidak lagi tergopoh2 seperti tadi,dengan tersenyum manis mempersilakanku minum yg telah disiapkan sebelumnya. Lalu ia masuk kamar melewatiku,terciumlah wangi tubuhnya,dan pantatnya yg besar begitu saja lewat didepan mataku,bergoyang ke kanan kekiri.

Mataku seperti hendak copot,jantungku berdegup kencang dengan pemandangan tersebut. Beberapa saat kemudian ibu itu keluar lagi,rambutnya telah disisir,walau namapk masih basah,atsannya sudah menggunakan baju,namun dari pinggang kebawahmasih memakai handuk,dan yg membuatku bertanya2 adalah handuknya justru semakin keatas,sekarang nampak kedua pahanya yg nampak empuk dan putih semakin membuat dadaku gemuruh.

Dia kemudian duduk di kursi panjang menghadap kepadaku,pahanya nampak seolah sengaja dipertontonkan kepadaku,semakin membuatku rikuh. Jantungku semakin tidak karuan,tapi nampaknya dia tenang2 saja dan sambil,merapikan baju ia bicara .

“ Maaf pak,agak kurang sopan,mmmhh..bapak Sali mana “ tanyanya sederhana.

“ Ciamis,” jawabku singkat.

“ Maaf lho pak,udah menikah ?” tanyanya lagi.

“ Udah,punya anak 1 “ jawabku.

“ Oohhh…..gini pak. Maaf sebelumnya,saya gak punya biaya untuk anak saya,gimana ya pak,saya gak enak sama bapak dan bapak kepala sekolah ?“ katnya membuka pokok maslah sambil tanganya terlihat sibuk membenahi Bhnya.

Aku jadi gak enak,namun tidak tahu harus berbuat apa,menegurnya takut dia malu,tidak ditegur aku yg bingung.

“ Gini bu,setelah kita bicarakan kemarin dengan pak kepala,kami sepakat untuk membantu ibu tanpa mengeluarkan biaya,karena ibu tetangga dan konon kabarnya putra ibu anak yatim,begitu kan bu ?” Tanyaku.

“ Ia pak,sudah sejak SD bapaknya meninggal,terpaksa saya yg kerja,tapi maaf pak,anaknya sekarang masih dijakarta “ jawabnya sambil menggeser kakinya semakin terbuka,nampak kedua pangkal pahanya semakin jelas dimataku.

Aku pura-pura tidak melihatnya walau darahku semakin deras mengalir ditubuhku,nafasku terasa sesak.

“ O gitu,Jadi ibu kerja dimana?” tanyaku smabil menenangkan diri.

“ Dijakarta,karyawan pabrik pak,ya daripada gak kerja,O ia panggil saya Tari pak,kayanya belum ibu2 banget ya “ balasnya sambil tersenyum manis.

“ O ia,saya Diros “ kataku membalas tersenyum.

Tiba-tiba ia bangkit dari kursinya dan duduk di kursi sebelahku,sambil membelakang ia berkata “ Pak,maaf banget,tolong kancing Bh saya gak masuk2,bisa gak dibantu “ katanya tanpa menengok.

Aku tak menduga akan seperti itu,dadku semakin bergemuruh,menolak gak enak,gak menolak juga gak enak,maka dengan gemetar aku mengahadapi punggungnya,dan ia mengangkat bajunya,nampaklah pinggangnya yg montok dan putih mulus,terlihat amat empuk,punggungya yg lebar dan juga montok sangat mulus,dengan jakun turun naik aku pegang tali Bhnya,dan berusaha mengikatkan kancingnya,namun agak sulit,nafasku mulai tak teratur. Dengan tenag tari berbalik dan sambil tersenyum,matanya menatap mataku dalam2,lalu ia pergi ke kamar.

“ Pak,ngobrolnya disini aja yuk,gak apa2 gak ada orang kok,lagian kan Cuma ngobrol “ katanya dari kamar.

Aku semakin bingung,apa yg harus kulakukan,semantara darahku sudah mendidih,kepalaku sudah tak lagi normal,selangkanganku terasa panas.

Dalam keadaan bingung aku menurut,nampak dikamar Tari sedang mangganti handuk dengan baju bawahannya,walau telah tertutup baju,namun nampak sekali pinggulnya yg besar sangat seksi dimataku.

“ Duduk pak,” katnya mempersilakanku duduk.

Seperti kerbau aku mengikuti perintahnya duduk di pinggiran tampat tidur. Ketika Tari menarik dan memeluku,aku seperti disengat ribuan watt listrik,tubuhku seperti terbakar hebat,dadaku bergetar,dan nafasku benar2 seperti habis berlari ribuan kilometer.


“ Pak,saya udah bapak tolong,nah sekarang saya membantu bapak,” kata Tari sambil memeluk dan menciumiku ganas sekali,aku cuma melongo,tanpa tahu harus bagaimana,hingga tersentak ketika sadar,Tiara sudah telanjang bulat,tubuhnya yg putih terpampang didepan mataku,matanya terlihat sayu penuh berahi,dadanya yg putih amat besar dan masih membukit,berayun2 dalam elusan2 tangannya,perutnya yg bersih montok sangat merangsang,sementara dipangkal pahanya yg putih nampak seonggok bulu2 memenuhi bukit kecil yg menggunduk disela pahanya,pangkal pahanya yg besar dan montok telah terbuka lebar,semua menanti reaksiku.

Sebagai manusia biasa,dihadapkan hal seperti itu otakku buntu,namun terlintas rasa takutku,bahwa ini sebuah jebakan untuk ku,aku kuatir ini tipuan untuk menjerumuskanku. Maka seketika akal sehatku kembali,dan dengan terengah2 aku buru2 keluar,pamitan. Tiara mengejarku,dan memluk tubuhku dari belakang,nyerrr ..darahku berdesir,ketika payudaranya yg dingin dan empuk menyentuh punggungku,sementara terasa gundukan bawah perutnya menekan pantatku..lututku terasa lemas….tapi aku berusaha bertahan.

“ Jangan sekarang….hhhhh….” kilahku,” nanti kita cari waktu.” Lalu tergopoh2 kupakai sepatuku meninggalkan Tiara yg melongo melihat kepergianku.

Setiba disekolah,nafsuku masih menggebu,aku gak lagi konsen, maka terpaksa aku ke WC guru,membuka celanaku,sambil membayangkan yg baru terjadi,dengan nafas memburu kukocok kemaluanku dengan sabun yg ada disana,ooohhh…nikmat sekali membayangkan airmaniku keluar ditubuh putih mulus tiara. Muncratlah air maniku di WC itu.

Setelah keluar,aku masih panas dingin,lalu menemui kepala dan ngobrol dengan pak Idhar kepala sekolahku tentang kejadian barusan,pak Idhar cuma tersenyum,sambil menepuk 2 pundak ku, “ Pa Diros,Pa Diros,…bersyukurlah,bapak terbebas dari godaan syetan “ katanya bijak.

Esoknya,aku ketemu dengan pak Firul,kamipun ngobrol,ketika pembicaraan sampai pada hal itu,dia nampak antusias.

“ Bapak gak mau,rumahnya dimana,emang gak ada siapa2” tanyanya nyerocos.

“ Ya nggaklah pak,saya masih eling,kenapa pak ?” tanyaku heran.

“ Nggak,Tanya aja “ jawabnya sambil tersenyum.

Menjelang istirahat,aku ada keperluan berhubungan dengan kegiatan kesiswaan menjelang MOS,tapi ketika pak Firul dicari tidak ada,seorang Suanta,penjaga sekolah mengatakan pak Firul ke kampung sebelah,aku jadi curiga..jangan2….!!!

Maka aku segera pergi kesana,nampak rumah bu Tari sepi2 saja,ketika kuketuk tak ada yg menyahut,maka kucoba mendorong pintu itu,ternyata tidak dikunci,aku melongok kedalam,namun juga sepi,kucoba masuk dengan hati2,nampaklah sebuah sepatu yg kukenal,sepatu pak Firul….

Maka perhatian kualihkan ke kamar.dan samar2 terdengar suara2 merintih dikamar,jantungku berdebar..kucoba mengintip dari lubang pintu…Astaga pak firul dan Tari nampak sedang berkutat dan sama2 telanjang.

Karena pandanganku kurang jelas,maka kutarik kursi kedepan pintu,dan dari atas pintu kamar jelaslah semuanya….

Aku tak tahu apa yg harus kulakukan,melaporkan kejadian itu atau…mengintipnya..namun setan benar2 menutup hatiku. Aku mengunci pintu luar,lalu meliahat kedapur dan ruang depan,semua terkunci dan tidak ada siapa2…

Maka dengan berdebar,aku naik kekursi….Tari nampak sedang tidur telentang..kedua kakiknya rebuka lebar2..dan dengkulnya diangkat keatas dipegang kedua tanganya merapat ker payudaranya…sementara Firul tengah tertelungkup..kepalanya berada diselangkangan Tari menjilat2 kemaluan Tari…

“ OOOhhhh…ssssshhh…terussss…terusss….” Tari merintih rintih…pantatnya digoyang2kan menyambut jilatan firul.

Firul mengangkat kepalanya,lalu kedua tangannya memnguakan paha Tari semakin lebar,nampaklah vagina tari yg basah kuyup,bibir kemaluanya sedikit menggelambir kiri kanan,nampak panjang saat ditarik2 dan dimainin firul…kelentit tari nampak semakin besar..dan lobang kemaluannya yg amat merah telah benar2 terbuka….tiba2…firul menguakan pantat tari,jarinya nampak mencari2 sesuatu…yg menjadi sasaran firul adala lubang dubur tari,dikorek2nya dubur tari dengan lembut..dan dengan terburu2,firul kemudian mencucuk2kan lidahnya kedubur tari,nampak tari blingsatan,semakin mengerang2 tidak keruan

“ OOOOuuhkkkk…ssssshhhh…enak banggghhettthhh…ssshhhh…” rintihnya…Firul semakinganas menjilat 2 dubur tari,sesekali kelentit tari jadi sasaran,hingga suatu ketika jari kiri Firul nampak menekan dubur tari,dan sedikit demi sedikit memasuki dubur tari,sementara jari kanan Firul memasuki kemaluan Tari,sedangkan lidahnya,tak henti2 menjilat2 vagina dan kelentit Tari.

Semula ketika jari Firul memasuki duburnya,kufikir Tari akan menolak dan memarahi Firul,namun diluar dugaan,Tari semakin menakan2 pantatnya,menyambut semua tekanan di vagina dan duburnya…

“ OOOhhhkkk….terrrrusss…ooohh….” lenguhnya tak henti2. nafsuku sudah tak terbendung lagi…maka dengan nafas memburu tertahan,aku membuka celanaku,dan mencari sabun di WC,namun aku Cuma menemukan shampoo..segera kubawa dan kembali ke kursi. Pemandangan dikamar sudah berubah.

Sekarang Tari diatas Firul,dengan posisi 69,pantat Tri yg besar benar2 menghadap kearahku,dibawahnya Firul sibuk menghisap dan menjilat kemaluan Tari,sementara kemaluannya menyerbu keluar masuk dimulut Tari,aku semakin lemas..darahku benar2 mendidih…

“ SSSShhhh….ooohhh..ssshhh…” Tari mengerang berulang.

Firul kemudian berbalik dan Tari masih diatasnya,nampak mengarahkan kemaluan Firul kedalam kemaluanya…aku harap2 cemas diluar,dan ketika kemaluan Firul tepat di tengah vagina Tari,Tari menekannya blessshh…masuklah kemaluan itu sepenuhnya kedalam kemaluan Tari.Tari langsung mengelosoh diatas tubuh Firul,sementara dari mulut mereka keluar keluhan bersamaaan.

“ Oooouhhhkkkhhh…..”

Aku terus mengocok kemaluanku,terasa nikmat sekali,apalagi nampak lubang dubur Tari yg kuncup mekar tiap Tari menekan atau menarik pantatnya,aku terasa seolah ditarik tarik untuk memasuki lubang dubur yg memerah itu.

Tangan Firul tak tinggal diam,yg kiri nampak meremas2 pantat tTari yg membungkah besar,sedang tangan kananya kembali mencari2 lubang dubur Tari,lalu ketika jarinya menemukan ygdicarinya,dicelupkannya telunjuknya didubur Tari,aku yg memperhatikan sambil mengocok kemaluanku,merasa bahwa kem,aluankulah yg memasuki dubur itu….Ooooh nikmatnya.

Tari nampak menikmati ransangan hebat di kedua lubang miliknya,rintihanya semakin menjadi2,sementara kepalanya oleng kekiri dan kekanan sambil tengadah dengan mulut terbuka yg tak henti mendesisi2 sepereti orang kepedasan.

Tak berapa lama,tari semakin mempercepat gerakanya,nafasnya semakin memburu,sementara lenguhannya semakin keras dan cepat…

“ OOOOuuh…ssshhh.oooohhh…” pantatnya menyembul2 dalam gerakanya yg semakin menggila,hingga suatu ketika,tubuhnya seolah tersentak,punggungnya melengkung,sementara pantatnya terlihat menekan kuat2 kerah kemaluan Firul,sekujur tubuhnya menegang seolah olah sedang sekarat…

“ OOOouuhhhhhhhkkkkhhhhhhhh….akkku kkkhhhlluaaarrrr…””” erangnya meracau sambil menggigit bibir Firul kuat2…lalu tubuhnya ambruk diatas tubuh Firul. Tari telah mencapai orgasmenya yg pertama.

Firul nampak tenang2 saja,sambil tersenyum ia bangun,dan menunggingkan Tari,dan Tari menurut saja,lalu kemaluannya diarahkan kearah kemaluan Tari,sementara tanganya merengkuh payudara Tari yg menggantung besar,dan sekali tekan blessshhh…kemaluan Firul kembali menghantam kemaluan Tari dari belakang,kembali meraka melenguh bersamaan ,Tari nampak mendongak menerima hantaman Firul,lalu suara desissan seperti orang kepedasan keluar dari mulutnya berulang ulang…rupanya Tari masih menikmati sisa kenikmatan yg tadi,Firul semakin asik mengeluar masukan kemaluannya,hingga nampak busa2 putih menetes dari pinggir2 kemaluan Tari,mungkin sisa2 orgasme Tari yg tadi.

Aku semakin nikmat mengocok2 kemaluanku,dan jujur saja,sebenarnya aku hampir memuncratkan maniku ketika Tari orgasme tadi,tapi aku masih penasaran,sehingga berusaha menahanya walau terasa sudah diubun2…

Tiba2 Firul mengeluarkan kemaluannya,sementara tangan kannannya sibuk menjangkau klitoris Tari dan mengocok2nya..nampak firul setengah duduk,mulutnya kemudian menjilat2 dubur Tari,tangan kirinya menyusupkan jarinya sedikit2 ke lubang dubur Tari,dan diluar dugaanku,Tari semakin menunggingkan pantatnya,sementara mulutnya mendesis desis seperti ular…

“ SSSShhhh….oooohhhkkkk….terusss…oooohhhhkkkhh…” desisnya berulang2.

“ Firul kembali berjongkok,dan mengarahkan kemaluannya persis ke lubang dubur Tari,lalu menakannya sedikit,menariknya lagi,menakan sedikit hingga setengah kepalanya masuk,mengeluarkanya lagi,begitu seterusnya.Agen DominoQQ

Efeknya luar biasa,Tari nampak nafsunya bangkit stinggi2nya…nafasnya benar2 memburu,pantatnya semakin tinggi menungging..sementara lubang duburnya nampak semakin merah dan mulai membesar kuncup mekar..dengan nafas memburu,Firul kembali mengarahkan kemaluanya ke lubang dubur Tari..dan dengan sekali tekan blessshhh…masuklah kemaluan Frul memenuhi dubur Tari.

Tari merasakan sensasi yg luar biasa diduburnya,duburnya terasa panas,penuh terganjal dan seperti mau beol,namun terasa hangat kemaluan Firul dan nikmatnya ketika keluar masuk membuat nafsunya semakin tinggi..

“ Oooohhh…terusss…terussshhh…ooohhkkk…” erangnya

Firul nampak terhentak dan diam sejenak,ketika mersakan tubuhnya melayang terbang,tubuhnya terguncang guncang menahan nikmat yg melanda kemaluannya,terasa terjepit sangat kuat oleh dubur Tari,dinding2 dubur Tari mengunci ketat setiap dia menarik dan mendorong kemaluannya…Firul membeliak2 marasakan kenikmatan yg tiada taranya…

Aku yg tidak menduga, tak lagi kuat menahan diri,kemaluanku hampir menumpahkan air mani…terasa nikmat sekali setiap kocokan tanganku dikepala kemaluanku,seolah2 dubur Tari yg memilin2 kemaluanku…namun aku masih berusaha menahannya…

Dikamar Tari nampak mempercepat gerakan pantatnya mundur maju,menyambut setiap sodokan dan hujaman Fairul di duburnya, mulutnya semakin mendesis2,


“ OOOhkkk….sssshhhh….oooohhhh….” rintihnya, dan sungguh ajaib,suatu ketika,Tari nampak mendorong pantatnya kebelakang kuat2 tubuhnya melengkung2 ketas kebawah,sementara duburnya tetap tertancap kemaluan Firul seteguh2nya dari mulutnya keluar geraman seperti orang sekarat…

“ Heuuuueuuueuhhhhkkkkhhh….!” Matanya nampak mendelik2,lalu mengejang kembali seperti tadi,rupanya Tari telah memncapai orgesmenya yg kedua.

Dan pada saat yg sama,rupanya Firul tidak sanggup lagi menahan dirinya,Firulpun menekan kuat2 kemaluanya ke dubur Tari,sehingga firul merasa seolah2 kemaluannya menancap ke dasar dubur Tari,tubuhnya melengkung mendekap tubuh Tari erat2,gerakannya terhenti seketika,menikmati kedutan2 du ujung kemaluanya…nikmat tak terhingga…

“ Hooooouuuhhhkkkkhhh…akkkhu keluarrrr “ ucapnya parau,dan muncratlah airmaninya memenuhi lubang dubur Tari,Tari merasakan nikmatnya semburan2 air mani Firul di duburnya,terasa hangat menyembur2 dinding2 duburnya. Vagina dan dubur Tari terasa mengedut2,menimbulkan gerakan mencengkram2 di vagina dan duburnya,hal itu membuat Firul semakin mengeluh2 kenikmatan..lalu keduanya tergeletak lesu dikasur.

Ketika Tari melengkungkan tubuhnya berulang2,aku tak bisa menahan diri lagi,badanku mengejang,dan kemaluanku tarasa semakin nikmat,seluruh darahku seolah2 terkumpul diujung kemaluanku,dan menyemprot2 menjadi air mani yg sangat banyak,lalu mengedut ngedut menyisakan nikmat yg sangat..dan akupun mengeluarkan air mani sambil menjerit lirih tertahan.. “ OOOOOuuuhhh….”

Buru2 aku pakai celanaku,kursi kurapikan lagi,sampho kusimpan dimeja,dan segera keluar,diluar tangaku kubersihkan dengan daun yg ada disekitar,stelah terasa bersih,dan memeriksa celanaku juga bersih,aku mengetuk pintu.

Link Altenatif : SAHABATMULIA.ME

Setelah agak lama,keluarlah Tari,nampak agak lusuh dan berkeringat,kulitnya yg putih nampak kemerah2an karena lelah.

“ Maaf bu,saya ada perlu,boleh masuk ?” tanyaku pura2 tidak tahu apa2.

“ Oh..,eh..iya pak,silahkan !” katanya gugup.

Lalu aku masuk,dan setelah duduk aku perhatikan ia nampak gelisah.

“ Gini bu,jangan kuatir,sya mencari Pak Firul,tadi saya lihat masuk kesini,bisa dipanggilkan bu ?” kataku kemudian.

Dia nampak bingung dan kikuk “ Ehh..eee…iaya…ehh…ooo aada “ Katanya terbata bata.

“ Ya udah,gak apa2 tolong dipanggil ya Bu “ kataku menenangkan.

Tak lama Pak Firul keluar,sambil cengar cengir,lalu mendekatiku,dia bebisik,

“ Maaf pak,saya memanfaatkan,sayang pak “ katanya menyebalkan.

Aku Cuma tersenyum sambil berkata “ Ini pak,ada keperluan untuk MOS,tolong segera dilaksanakan,gimana bisa ?”

“ Ia,bisa pak,” katanya,masih cengar cengir kaya kambing.

“ Baik pak,saya tunggu laporanya,jangan lupa cuci dulu pak “ kataku menyindir. Nampak Tari memerah mukanya,lalu menghampiriku

“ Abis bapak gak mau.tadi Bapak ini katanya suruhan bapak ,ya udah..,bapak nanti kesini ya saya tunggu awas lho

“ Katanya masih berbisik. Aku cuma tersenyum dan segera pamit. Pa Firul mengoikutiku sambil tetap cengar cengir seperti kuda.

Pembantu Tetanggaku+18

Zonasex96 _ cerita ngentot pembantu dimulai saat aku kesulitan menerima tamu di apartemen baruku. Untungnya, aku menemukan solusi dengan meminta bantuan seorang gadis yang sudah lama aku kenal untuk menjadi pembantu.SahabatQQ


                                  Slot Gacor & PKV Terpercaya 2025 - Daftar di SahabatQQ

Dengan bantuan dari pembantu tersebut, aku bisa lebih rileks dan menikmati waktu di apartemen.DominoQQ

Namun, orang yang ditugaskan untuk mencari pembantu justru menawarkan diri untuk menjadi pembantu di apartemenku, dan aku tidak menyangka dia akan menjadi pelayan di apartemen itu.

Suatu siang aku hendak mengecek persiapan untuk menjamu teman-temanku di apertement aku mendengar suara aneh seperti seorang wanita yang sedang masturbasi, dan ternyata suara itu adalah Lela Melanie pembantuku anak desa tersebut, dan berikut cerita panas lengkapnya.


Kisah Ngentot Dengan Pembantu

Kira-kira empat bulan lalu, aku pindah dari rumah kontrakanku ke rumah yang aku beli. Rumah yang baru ini hanya beda dua blok dari rumah kontrakanku. Selain rumah aku pun mampu membeli sebuah apartemen yang juga masih di lingkungan aku tinggal, dari rumahku sekarang jaraknya 3 km. 


Selama aku tinggal di rumah kontrakan, aku mengenal seorang pembantu rumah tangga, sebut saja Lela Melani/Lela. Dia juga pelayan di toko milik majikannya, jadi setiap aku atau istriku belanja, Lela-lah yang melayani kami. 


Dia seorang gadis desa, kulit tubuhnya hitam manis namun bodinya seksi untuk ukuran seorang pembantu rumah tangga di daerah kami tinggal, jadi dia sering digoda oleh para supir dan pembantu laki-laki, tapi aku yang bisa mencicipi kehangatan tubuhnya. Inilah yang kualami dari 3 bulan lalu sampai saat ini.


Suatu hari ketika aku mau ambil laundry di rumah majikan Lela dan kebetulan dia sendiri yang melayaniku.


“Lela, bisa tolong saya cariin pembantu…”

“Untuk di rumah Bapak…?”

“Untuk di apartemen saya, nanti saya gaji 1 juta.”

“Wah gede tuh Pak, yach nanti Lela cariin… kabarnya minggu depan ya Pak.”

“Ok deh, makasih yah ini uang untuk kamu, jasa cariin pembantu…”

“Wah.. banyak amat Pak, makasih deh..”


Kutinggal Lela setelah kuberi 500 ribu untuk mencarikan pembantu untuk apartemenku, aku sangat perlu pembantu karena banyak tamu dan client-ku yang sering datang ke apartemenku dan aku juga tidak pernah memberitahukan apartemenku pada istriku sendiri, jadi sering kewalahan melayani tamu-tamuku.


Dua hari kemudian, mobilku dicegat Lela ketika melintas di depan rumah majikannya.


“Malam Pak…”

“Gimana Lela, sudah dapat apa belum temen kamu?”

“Pak, saya aja deh.. habis gajinya lumayan untuk kirim-kirim ke kampung.”


“Loh, nanti Ibu Ina, marah kalau kamu ikut saya.”

“Nggak.. apa-apa deh Pak, nanti saya yang bilang sama Ibu.”


“Ya, sudah kalau ini keputusanmu, besok pagi kamu saya jemput di ujung jalan sini lalu kita ke apartemen.”

“Ok… Pak.”


Keesokan pagi kujemput Lela di ujung jalan dan kuantarkan ke apartemenku. Begitu sampai Lela terlihat bingung karena istriku tidak mengetahui atas keberadaan apartemenku.


“Tugas saya apa Pak…?”


“Kamu hanya jaga apartemen ini, ini kunci kamu pegang satu, saya satu dan ini uang, kamu belanja dan masak yang enak untuk lusa karena temen-temen saya mau main ke sini.”

“Baik Pak…”


Dengan perasaan agak tenang kutinggalkan Lela, aku senang karena kalau ada tamu aku tidak akan capai lagi karena sudah ada Lela yang membantuku di apartemen.


Keesokannya sepulang kantor, aku mampir ke apartemen untuk mengecek persiapan untuk acara besok, tapi aku jadi agak cemas ketika pintu apartemen kuketuk berkali-kali tidak ada jawaban dari dalam. 


Pikiranku khawatir atas diri Lela kalau ada apa-apa, tapi ketika kubuka pintu dan aku masuk ke dalam apartemenku terdengar suara dari kamar mandiku yang pintunya terbuka sedikit. Kuintip dari sela pintu kamar mandi dan terlihatlah dengan jelas pemandangan yang membuat diriku terangsang. 


Lela sedang mengguyur badannya yang hitam manis di bawah shower, satu tangannya mengusap payudaranya dengan busa sabun sedangkan satu kakinya diangkat ke closet dimana tangan satunya sedang membersihkan selangkangannya dengan sabun.


Pemandangan yang luar biasa indah membuat nafsu birahiku meningkat dan kuintip lagi, kali ini Lela menghadap ke arah pintu dimana tangannya sedang meremas-remas payudaranya yang ranum terbungkus kulit sawo matang dan putingnya sesekali dipijatnya, sedangkan bulu-bulu halus menutupi liang vaginanya diusap oleh tangannya yang lain, hal ini membuat dia merem-melek. 


Pemandangan seorang gadis kira-kira 19 tahun dengan lekuk tubuh yang montok nan seksi, payudara yang ranum dihiasi puting coklat dan liang vagina yang menonjol ditutupi bulu halus sedang dibasahi air dan sabun membuat nafsu birahi makin meningkat dan tentu saja batangku mulai mendesak dari balik celana kantorku.


Melihat nafsuku mulai berontak dengan cepat kutanggalkan seluruh pakaian kerjaku di atas sofa, dengan perlahan kubuka pintu kamar mandiku, Lela yang sudah kembali membelakangiku, perlahan kudekati Lela yang membasuh sabun di bawah shower. Secara tiba-tiba tubuhnya kupeluk dan kuciumi leher dan punggungnya. 


Lela yang terkaget-kaget berusaha melepaskan tanganku dari tubuhnya. “Akh.. jangan Pak.. jangan.. tolong Pak…” Karena tenaganya lemah sementara aku yang makin bernafsu, akhirnya Lela melemaskan tenaganya sendiri karena kalah tenaga dariku. 


Bibir tebal dan merekah sudah kulumatkan dengan bibirku, tanganku yang satu membekap tubuhnya sambil menggerayangi payudaranya, sedangkan tanganku yang satunya telah mendarat di pangkal pahanya, vaginanya pun sudah kuremas.


“Ahhh.. ahhh.. . jangan.. Pak…”

“Tenang sayang.. nanti juga enak…”


Aku yang sudah makin buas menggerayangi tubuhnya bertubi-tubi membuat Lela mengalah dan Lela pun membalas dengan memasukkan lidahnya ke mulutku sehingga lidah kami bertautan, Lela pun mulai menggelinjang di saat jariku kumasukan ke liang vaginanya. 


“Arghh.. arghh… enak.. Pak.. argh…” Tubuh Lela kubalik ke arahku dan kutempelkan pada dinding di bawah shower yang membasahi tubuh kami. 


Setelah mulut dan lehernya, dengan makin ke bawah kujilati akhirnya payudaranya kutemukan juga, langsung kuhisap kukenyot, putingnya kugigit. Payudaranya kenyal sekali seperti busa. 


Lela makin menggelinjang karena tanganku masih merambah liang vaginanya. “Argh.. akkkhh… akhh… terus.. Pak… enak… terus…” 


Aku pun mulai turun ke bawah setelah payudara, aku menjilati seluruh tubuhnya, badan, perut dan sampailah ke selangkangannya dimana aku sudah jongkok sehingga bulu halus yang menutupi vaginanya persis di hadapanku, bau harum tercium dari vaginanya.


Aku pun kagum karena Lela merawat vaginanya sebaik-baiknya. Bulu halus yang menutupi vaginanya kubersihkan dan kumulai menjilati liang vaginanya.

 

“Ssshh.. sshh.. argh.. aghh… aw… sshhh.. trus… Pak.. sshh… aakkkhh…” 


Aku makin kagum pada Lela yang telah merawat vaginanya karena selain bau harum, vagina Lela yang masih perawan karena liangnya masih rapat, rasanya pun sangat menyegarkan dan manis rasa vagina Lela. Jariku mulai kucoba dengan sesekali masuk liang vagina Lela diselingi oleh lidahku. 


Rasa manis vagina Lela yang tiada habisnya membuatku makin menusukkan lidahku makin ke dalam sehingga menyentuh klitorisnya yang dari sana rasa manis itu berasal. Lela pun makin menggelinjang dan meronta-ronta keenakan tapi tangannya malah menekan kepalaku supaya tidak melepaskan lidahku dari vaginanya.


“Auwwwhhh… aahhh… terus.. sedappp… Pakkkh…”

“Lela… vaginamu sedap sekali… kalau begini… setiap malam aku pingin begini terus…”

“Mmm.. yah.. Pak.. terus.. Pak… oohhh…”


Lela makin menjerit keenakan dan menggelinjang karena lidahku kupelintir ke dalam vaginanya untuk menyedot klitorisnya. 


Setelah hampir 30 menit vagina Lela kusedot-sedot, keluarlah cairan putih kental dan manis serta menyegarkan membanjiri vagina Lela, dan dengan cepat kujilat habis cairan itu yang rasanya sangat sedap dan menyegarkan badan.


“Ooohhh… ough… arghhh… sshh.. Pak, Lela… keluar.. nihhh… aahhh… sshh…”

“Yar… cairanmu… mmmhh… sedap.. sayang… boleh.. saya masukin sekarang… batang saya ke vagina kamu? mmhh.. gimana sayang…”

“Hmmm… boleh Pak.. asal.. Ibu nggak tahu…”


Lela pun lemas tak berdaya setelah cairan yang keluar dari vaginanya banyak sekali tapi dia seakan siap untuk dimasuki vaginanya oleh batangku karena dia menyender dinding kamar mandi tapi kakinya direnggangkan. 


Aku pun langsung mendempetnya dan mengatur posisi batangku pada liang vaginanya. Setelah batangku tepat di liang vaginanya yang hangat, dengan jariku kubuka vaginanya dan mencoba menekan batangku untuk masuk vaginanya yang masih rapat.Agen DominoQQ


“Ohhh… Lela.. vaginamu rapat sekali, hangat deh rasanya… saya jadi makin suka nih…”

“Mmmmhh… mhhh.. Pak.. perih.. Pak… sakit…”

“Sabar.. sayang.. nanti juga enak kok, sabar ya…”


Berulang kali kucoba menekan batangku memasuki vagina Lela yang masih perawan dan Lela pun hanya menjerit kesakitan, setelah hampir 15 kali aku tekan keluar-masuk batangku akhirnya masuk juga ke dalam vagina Lela walaupun hanya masuk setengahnya saja. 


Tapi rasa hangat dari dalam vagina Lela sangat mengasyikan dimana belum pernah aku merasakan vagina yang hangat melebihi kehangatan vagina Lela membuatku makin cepat saja menggoyangkan batangku maju-mundur di dalam vagina Lela.


“Lela, vaginamu hangat sekali, batangku rasanya di-steam-up sama vaginamu…”

“Iya.. Pak, tapi masih perih Pak…”

“Sabar ya sayang…”


Kukecup bibirnya untuk menahan rasa perih vagina Lela yang masih rapat alias perawan sedang dimasuki batangku yang besarnya 29 cm dan berdiameter 5 cm, wajar saja kalau Lela menjerit kesakitan. 


Payudaranya pun sudah menjadi bulan-bulanan mulutku, kujilat, kukenyot, kusedot dan kugigit putingnya. 


“Ahh.. ahhh.. aah.. aww… Pak… iya Pak.. enak deh.. rasanya ada yang nyundul ke dalam memek Lela.. aahh…” 


Lela yang sudah merasakan kenikmatan ikut juga menggoyangkan pinggulnya maju-mundur mengikuti iramaku. 


Hal ini membuatku merasa menemukan kenikmatan tiada tara dan membuat makin masuk lagi batangku ke dalam vaginanya yang sudah makin melebar.


Kutekan batangku berkali-kali hingga rasanya menembus hingga ke perutnya dimana Lela hanya bisa memejamkan mata saja menahan hujaman batangku berkali-kali. 


Air pancuran masih membasahi tubuh kami membuatku makin giat menekan batangku lebih ke dalam lagi. Muka Lela yang basah oleh air shower membuat tubuh hitam manis itu makin mengkilat sehingga membuat nafsuku bertambah yaitu dengan menciumi pipinya dan bibirnya yang merekah.


 Lidahku kumasukan dalam mulutnya dan membuat lidah kami bertautan, Lela pun membalas dengan menyedot lidahku membuat kami makin bernafsu.

 

“Mmmhh… mmmhhh… Pak.. batangnya nikmat sekali, Lela jadi.. mmauu… tiap malam seperti ini.. aaakh… aakkhh.. Paaakkhh.. Lela keeluuaarrr.. nniihh…”


Akhirnya bobol juga pertahanan Lela setelah hampir satu jam dia menahan seranganku dimana dari dalam vaginanya mengeluarkan cairan kental yang membasahi batangku yang masih terbenam di dalam vaginanya, tapi rupanya selain cairan, ada darah segar yang menetes dari vaginanya dan membasahi pahanya dan terus mengalir terbawa air shower sampai ke lantai kamar mandi dan lemaslah tubuhnya, dengan cepat kutahan tubuhnya supaya tidak jatuh. 


Sementara aku yang masih segar bugar dan bersemangat tanpa melihat keadaan Lela, dimana batangku yang masih tertancap di vaginanya. 


Kuputar tubuhnya sehingga posisinya doggy style, tangannya kutuntun untuk meraih kran shower, sekarang kusodok dari belakang. Pantatnya yang padat dan kenyal bergoyang-goyang mengikuti irama batangku yang keluar-masuk vaginanya dari belakang.


Vagina Lela makin terasa hangat setelah mengeluarkan cairan kental dan membuat batangku terasa lebih diperas-peras dalam vaginanya. Hal itu membuatku merasakan nikmat yang sangat sehingga aku pun memejamkan mata dan melenguh. 


“Ohhh… ohhh.. Yar.. vaginamu sedap sekali, baru kali ini aku merasakan nikmat yang sangat luar biasa… aakkh.. aakkhh… sshhh…” Yarmi tidak memberi komentar apa-apa karena tubuhnya hanya bertahan saja menerima sodokan batangku ke vaginanya, dia hanya memegangi kran saja. 


Satu jam kemudian meledaklah pertahanan Lela untuk kedua kalinya dimana dia mengerang, tubuhnya pun makin merosot ke bawah dan cairan kental dengan derasnya membasahi batangku yang masih terbenam di vaginanya. “Akhhh… aakkhh… Pak… Pakkhh… nikmattthhh…”


Setelah tubuhnya mengelepar dan selang 15 menit kemudian gantian tubuhku yang mengejang dan meledaklah cairan kental dari batangku dan membasahi liang vagina Lela dan muncrat ke rahim Lela, yang disusul dengan lemasnya tubuhku ke arah Lela yang hanya berpegang pada kran sehingga kami terpeleset dan hampir jatuh di bawah shower kamar mandi. 


Batangku yang sudah lepas dari vagina Lela dan masih menetes cairan dari batangku, dengan sisa tenaga kugendong tubuh Lela dan kami keluar dari kamar mandi menuju kamar tidur dan langsung ambruk ke tempat tidurku secara bersamaan.


Aku terbangun sekitar jam 10.30 malam, itupun karena batangku sedang dikecup oleh Lela yang sedang membersihkan sisa-sisa cairan yang masih melekat pada batangku, Lela layak anak kecil menjilati es loli. 


Aku usap kepalanya dengan lembut. Setelah agak kering Lela bergeser sehingga muka kami berhadapan. Dia pun menciumi pipi dan bibirku.


“Pak.. Lela puas deh… batang Bapak nikmat sekali pada saat menyodok-nyodok memek Lela, Lela jadi kepingin tiap hari deh, apalagi di saat air hangat mengalir deras di rahim Lela… kalau Bapak gimana? Puas nggak.. sama Lela…?”

Link Altenatif : SAHABATMULIA.ME

“Yar.. Bapak pun puas sekali.. Bapak senang bisa ngebongkar vagina Lela yang masih rapat.. terus terang… baru kali ini Bapak puas sekali bermain, sejak dulu sama istriku aku belum pernah puas seperti sekarang… makanya saya mau Lela siap kalau saya datang dan siap jadi istri kedua saya… gimana..?”


“Saya mah terserah Bapak aja.”

“Sekarang saya pulang dulu yach.. Lela… besok aku ke sini lagi…”

“Oke… Pak.. janji yach… vagina Lela maunya tiap hari nich disodok punya Bapak…”

“Oke.. sayang…”


Kukecup pipi dan bibir Lela, aku mandi dan setelah itu kutinggal dia di apartemenku. 


Sejak itu setiap sore aku pasti pulang ke tempat Lela terlebih dahulu baru ke istriku, sering juga aku beralasan pergi bisnis keluar kota pada istriku, padahal aku menikmati tubuh Lela pembantuku yang juga istri keduaku, hal ini sudah kunikmati dari tiga bulan yang lalu dan aku tidak tahu akan berakhir sampai kapan, tapi aku lebih senang kalau pulang ke pangkuan Lela.

Untuk kisah terbaru lainnya silahkan masuk ke halaman Cerita Dewasa Sex Selingkuh Dengan Teman Istri. Terima kasih sudah mebaca artikel dengan judul Cerita Dewasa Ngentot Nikmat Sama Pembantu Tetangga Sebelah, sampai jumpa.

Zonasex96 _ cerita ngentot pembantu dimulai saat aku kesulitan menerima tamu di apartemen baruku. Untungnya, aku menemukan solusi dengan meminta bantuan seorang gadis yang sudah lama aku kenal untuk menjadi pembantu.SahabatQQ


                                  Slot Gacor & PKV Terpercaya 2025 - Daftar di SahabatQQ

Dengan bantuan dari pembantu tersebut, aku bisa lebih rileks dan menikmati waktu di apartemen.DominoQQ

Namun, orang yang ditugaskan untuk mencari pembantu justru menawarkan diri untuk menjadi pembantu di apartemenku, dan aku tidak menyangka dia akan menjadi pelayan di apartemen itu.

Suatu siang aku hendak mengecek persiapan untuk menjamu teman-temanku di apertement aku mendengar suara aneh seperti seorang wanita yang sedang masturbasi, dan ternyata suara itu adalah Lela Melanie pembantuku anak desa tersebut, dan berikut cerita panas lengkapnya.


Kisah Ngentot Dengan Pembantu

Kira-kira empat bulan lalu, aku pindah dari rumah kontrakanku ke rumah yang aku beli. Rumah yang baru ini hanya beda dua blok dari rumah kontrakanku. Selain rumah aku pun mampu membeli sebuah apartemen yang juga masih di lingkungan aku tinggal, dari rumahku sekarang jaraknya 3 km. 


Selama aku tinggal di rumah kontrakan, aku mengenal seorang pembantu rumah tangga, sebut saja Lela Melani/Lela. Dia juga pelayan di toko milik majikannya, jadi setiap aku atau istriku belanja, Lela-lah yang melayani kami. 


Dia seorang gadis desa, kulit tubuhnya hitam manis namun bodinya seksi untuk ukuran seorang pembantu rumah tangga di daerah kami tinggal, jadi dia sering digoda oleh para supir dan pembantu laki-laki, tapi aku yang bisa mencicipi kehangatan tubuhnya. Inilah yang kualami dari 3 bulan lalu sampai saat ini.


Suatu hari ketika aku mau ambil laundry di rumah majikan Lela dan kebetulan dia sendiri yang melayaniku.


“Lela, bisa tolong saya cariin pembantu…”

“Untuk di rumah Bapak…?”

“Untuk di apartemen saya, nanti saya gaji 1 juta.”

“Wah gede tuh Pak, yach nanti Lela cariin… kabarnya minggu depan ya Pak.”

“Ok deh, makasih yah ini uang untuk kamu, jasa cariin pembantu…”

“Wah.. banyak amat Pak, makasih deh..”


Kutinggal Lela setelah kuberi 500 ribu untuk mencarikan pembantu untuk apartemenku, aku sangat perlu pembantu karena banyak tamu dan client-ku yang sering datang ke apartemenku dan aku juga tidak pernah memberitahukan apartemenku pada istriku sendiri, jadi sering kewalahan melayani tamu-tamuku.


Dua hari kemudian, mobilku dicegat Lela ketika melintas di depan rumah majikannya.


“Malam Pak…”

“Gimana Lela, sudah dapat apa belum temen kamu?”

“Pak, saya aja deh.. habis gajinya lumayan untuk kirim-kirim ke kampung.”


“Loh, nanti Ibu Ina, marah kalau kamu ikut saya.”

“Nggak.. apa-apa deh Pak, nanti saya yang bilang sama Ibu.”


“Ya, sudah kalau ini keputusanmu, besok pagi kamu saya jemput di ujung jalan sini lalu kita ke apartemen.”

“Ok… Pak.”


Keesokan pagi kujemput Lela di ujung jalan dan kuantarkan ke apartemenku. Begitu sampai Lela terlihat bingung karena istriku tidak mengetahui atas keberadaan apartemenku.


“Tugas saya apa Pak…?”


“Kamu hanya jaga apartemen ini, ini kunci kamu pegang satu, saya satu dan ini uang, kamu belanja dan masak yang enak untuk lusa karena temen-temen saya mau main ke sini.”

“Baik Pak…”


Dengan perasaan agak tenang kutinggalkan Lela, aku senang karena kalau ada tamu aku tidak akan capai lagi karena sudah ada Lela yang membantuku di apartemen.


Keesokannya sepulang kantor, aku mampir ke apartemen untuk mengecek persiapan untuk acara besok, tapi aku jadi agak cemas ketika pintu apartemen kuketuk berkali-kali tidak ada jawaban dari dalam. 


Pikiranku khawatir atas diri Lela kalau ada apa-apa, tapi ketika kubuka pintu dan aku masuk ke dalam apartemenku terdengar suara dari kamar mandiku yang pintunya terbuka sedikit. Kuintip dari sela pintu kamar mandi dan terlihatlah dengan jelas pemandangan yang membuat diriku terangsang. 


Lela sedang mengguyur badannya yang hitam manis di bawah shower, satu tangannya mengusap payudaranya dengan busa sabun sedangkan satu kakinya diangkat ke closet dimana tangan satunya sedang membersihkan selangkangannya dengan sabun.


Pemandangan yang luar biasa indah membuat nafsu birahiku meningkat dan kuintip lagi, kali ini Lela menghadap ke arah pintu dimana tangannya sedang meremas-remas payudaranya yang ranum terbungkus kulit sawo matang dan putingnya sesekali dipijatnya, sedangkan bulu-bulu halus menutupi liang vaginanya diusap oleh tangannya yang lain, hal ini membuat dia merem-melek. 


Pemandangan seorang gadis kira-kira 19 tahun dengan lekuk tubuh yang montok nan seksi, payudara yang ranum dihiasi puting coklat dan liang vagina yang menonjol ditutupi bulu halus sedang dibasahi air dan sabun membuat nafsu birahi makin meningkat dan tentu saja batangku mulai mendesak dari balik celana kantorku.


Melihat nafsuku mulai berontak dengan cepat kutanggalkan seluruh pakaian kerjaku di atas sofa, dengan perlahan kubuka pintu kamar mandiku, Lela yang sudah kembali membelakangiku, perlahan kudekati Lela yang membasuh sabun di bawah shower. Secara tiba-tiba tubuhnya kupeluk dan kuciumi leher dan punggungnya. 


Lela yang terkaget-kaget berusaha melepaskan tanganku dari tubuhnya. “Akh.. jangan Pak.. jangan.. tolong Pak…” Karena tenaganya lemah sementara aku yang makin bernafsu, akhirnya Lela melemaskan tenaganya sendiri karena kalah tenaga dariku. 


Bibir tebal dan merekah sudah kulumatkan dengan bibirku, tanganku yang satu membekap tubuhnya sambil menggerayangi payudaranya, sedangkan tanganku yang satunya telah mendarat di pangkal pahanya, vaginanya pun sudah kuremas.


“Ahhh.. ahhh.. . jangan.. Pak…”

“Tenang sayang.. nanti juga enak…”


Aku yang sudah makin buas menggerayangi tubuhnya bertubi-tubi membuat Lela mengalah dan Lela pun membalas dengan memasukkan lidahnya ke mulutku sehingga lidah kami bertautan, Lela pun mulai menggelinjang di saat jariku kumasukan ke liang vaginanya. 


“Arghh.. arghh… enak.. Pak.. argh…” Tubuh Lela kubalik ke arahku dan kutempelkan pada dinding di bawah shower yang membasahi tubuh kami. 


Setelah mulut dan lehernya, dengan makin ke bawah kujilati akhirnya payudaranya kutemukan juga, langsung kuhisap kukenyot, putingnya kugigit. Payudaranya kenyal sekali seperti busa. 


Lela makin menggelinjang karena tanganku masih merambah liang vaginanya. “Argh.. akkkhh… akhh… terus.. Pak… enak… terus…” 


Aku pun mulai turun ke bawah setelah payudara, aku menjilati seluruh tubuhnya, badan, perut dan sampailah ke selangkangannya dimana aku sudah jongkok sehingga bulu halus yang menutupi vaginanya persis di hadapanku, bau harum tercium dari vaginanya.


Aku pun kagum karena Lela merawat vaginanya sebaik-baiknya. Bulu halus yang menutupi vaginanya kubersihkan dan kumulai menjilati liang vaginanya.

 

“Ssshh.. sshh.. argh.. aghh… aw… sshhh.. trus… Pak.. sshh… aakkkhh…” 


Aku makin kagum pada Lela yang telah merawat vaginanya karena selain bau harum, vagina Lela yang masih perawan karena liangnya masih rapat, rasanya pun sangat menyegarkan dan manis rasa vagina Lela. Jariku mulai kucoba dengan sesekali masuk liang vagina Lela diselingi oleh lidahku. 


Rasa manis vagina Lela yang tiada habisnya membuatku makin menusukkan lidahku makin ke dalam sehingga menyentuh klitorisnya yang dari sana rasa manis itu berasal. Lela pun makin menggelinjang dan meronta-ronta keenakan tapi tangannya malah menekan kepalaku supaya tidak melepaskan lidahku dari vaginanya.


“Auwwwhhh… aahhh… terus.. sedappp… Pakkkh…”

“Lela… vaginamu sedap sekali… kalau begini… setiap malam aku pingin begini terus…”

“Mmm.. yah.. Pak.. terus.. Pak… oohhh…”


Lela makin menjerit keenakan dan menggelinjang karena lidahku kupelintir ke dalam vaginanya untuk menyedot klitorisnya. 


Setelah hampir 30 menit vagina Lela kusedot-sedot, keluarlah cairan putih kental dan manis serta menyegarkan membanjiri vagina Lela, dan dengan cepat kujilat habis cairan itu yang rasanya sangat sedap dan menyegarkan badan.


“Ooohhh… ough… arghhh… sshh.. Pak, Lela… keluar.. nihhh… aahhh… sshh…”

“Yar… cairanmu… mmmhh… sedap.. sayang… boleh.. saya masukin sekarang… batang saya ke vagina kamu? mmhh.. gimana sayang…”

“Hmmm… boleh Pak.. asal.. Ibu nggak tahu…”


Lela pun lemas tak berdaya setelah cairan yang keluar dari vaginanya banyak sekali tapi dia seakan siap untuk dimasuki vaginanya oleh batangku karena dia menyender dinding kamar mandi tapi kakinya direnggangkan. 


Aku pun langsung mendempetnya dan mengatur posisi batangku pada liang vaginanya. Setelah batangku tepat di liang vaginanya yang hangat, dengan jariku kubuka vaginanya dan mencoba menekan batangku untuk masuk vaginanya yang masih rapat.Agen DominoQQ


“Ohhh… Lela.. vaginamu rapat sekali, hangat deh rasanya… saya jadi makin suka nih…”

“Mmmmhh… mhhh.. Pak.. perih.. Pak… sakit…”

“Sabar.. sayang.. nanti juga enak kok, sabar ya…”


Berulang kali kucoba menekan batangku memasuki vagina Lela yang masih perawan dan Lela pun hanya menjerit kesakitan, setelah hampir 15 kali aku tekan keluar-masuk batangku akhirnya masuk juga ke dalam vagina Lela walaupun hanya masuk setengahnya saja. 


Tapi rasa hangat dari dalam vagina Lela sangat mengasyikan dimana belum pernah aku merasakan vagina yang hangat melebihi kehangatan vagina Lela membuatku makin cepat saja menggoyangkan batangku maju-mundur di dalam vagina Lela.


“Lela, vaginamu hangat sekali, batangku rasanya di-steam-up sama vaginamu…”

“Iya.. Pak, tapi masih perih Pak…”

“Sabar ya sayang…”


Kukecup bibirnya untuk menahan rasa perih vagina Lela yang masih rapat alias perawan sedang dimasuki batangku yang besarnya 29 cm dan berdiameter 5 cm, wajar saja kalau Lela menjerit kesakitan. 


Payudaranya pun sudah menjadi bulan-bulanan mulutku, kujilat, kukenyot, kusedot dan kugigit putingnya. 


“Ahh.. ahhh.. aah.. aww… Pak… iya Pak.. enak deh.. rasanya ada yang nyundul ke dalam memek Lela.. aahh…” 


Lela yang sudah merasakan kenikmatan ikut juga menggoyangkan pinggulnya maju-mundur mengikuti iramaku. 


Hal ini membuatku merasa menemukan kenikmatan tiada tara dan membuat makin masuk lagi batangku ke dalam vaginanya yang sudah makin melebar.


Kutekan batangku berkali-kali hingga rasanya menembus hingga ke perutnya dimana Lela hanya bisa memejamkan mata saja menahan hujaman batangku berkali-kali. 


Air pancuran masih membasahi tubuh kami membuatku makin giat menekan batangku lebih ke dalam lagi. Muka Lela yang basah oleh air shower membuat tubuh hitam manis itu makin mengkilat sehingga membuat nafsuku bertambah yaitu dengan menciumi pipinya dan bibirnya yang merekah.


 Lidahku kumasukan dalam mulutnya dan membuat lidah kami bertautan, Lela pun membalas dengan menyedot lidahku membuat kami makin bernafsu.

 

“Mmmhh… mmmhhh… Pak.. batangnya nikmat sekali, Lela jadi.. mmauu… tiap malam seperti ini.. aaakh… aakkhh.. Paaakkhh.. Lela keeluuaarrr.. nniihh…”


Akhirnya bobol juga pertahanan Lela setelah hampir satu jam dia menahan seranganku dimana dari dalam vaginanya mengeluarkan cairan kental yang membasahi batangku yang masih terbenam di dalam vaginanya, tapi rupanya selain cairan, ada darah segar yang menetes dari vaginanya dan membasahi pahanya dan terus mengalir terbawa air shower sampai ke lantai kamar mandi dan lemaslah tubuhnya, dengan cepat kutahan tubuhnya supaya tidak jatuh. 


Sementara aku yang masih segar bugar dan bersemangat tanpa melihat keadaan Lela, dimana batangku yang masih tertancap di vaginanya. 


Kuputar tubuhnya sehingga posisinya doggy style, tangannya kutuntun untuk meraih kran shower, sekarang kusodok dari belakang. Pantatnya yang padat dan kenyal bergoyang-goyang mengikuti irama batangku yang keluar-masuk vaginanya dari belakang.


Vagina Lela makin terasa hangat setelah mengeluarkan cairan kental dan membuat batangku terasa lebih diperas-peras dalam vaginanya. Hal itu membuatku merasakan nikmat yang sangat sehingga aku pun memejamkan mata dan melenguh. 


“Ohhh… ohhh.. Yar.. vaginamu sedap sekali, baru kali ini aku merasakan nikmat yang sangat luar biasa… aakkh.. aakkhh… sshhh…” Yarmi tidak memberi komentar apa-apa karena tubuhnya hanya bertahan saja menerima sodokan batangku ke vaginanya, dia hanya memegangi kran saja. 


Satu jam kemudian meledaklah pertahanan Lela untuk kedua kalinya dimana dia mengerang, tubuhnya pun makin merosot ke bawah dan cairan kental dengan derasnya membasahi batangku yang masih terbenam di vaginanya. “Akhhh… aakkhh… Pak… Pakkhh… nikmattthhh…”


Setelah tubuhnya mengelepar dan selang 15 menit kemudian gantian tubuhku yang mengejang dan meledaklah cairan kental dari batangku dan membasahi liang vagina Lela dan muncrat ke rahim Lela, yang disusul dengan lemasnya tubuhku ke arah Lela yang hanya berpegang pada kran sehingga kami terpeleset dan hampir jatuh di bawah shower kamar mandi. 


Batangku yang sudah lepas dari vagina Lela dan masih menetes cairan dari batangku, dengan sisa tenaga kugendong tubuh Lela dan kami keluar dari kamar mandi menuju kamar tidur dan langsung ambruk ke tempat tidurku secara bersamaan.


Aku terbangun sekitar jam 10.30 malam, itupun karena batangku sedang dikecup oleh Lela yang sedang membersihkan sisa-sisa cairan yang masih melekat pada batangku, Lela layak anak kecil menjilati es loli. 


Aku usap kepalanya dengan lembut. Setelah agak kering Lela bergeser sehingga muka kami berhadapan. Dia pun menciumi pipi dan bibirku.


“Pak.. Lela puas deh… batang Bapak nikmat sekali pada saat menyodok-nyodok memek Lela, Lela jadi kepingin tiap hari deh, apalagi di saat air hangat mengalir deras di rahim Lela… kalau Bapak gimana? Puas nggak.. sama Lela…?”

Link Altenatif : SAHABATMULIA.ME

“Yar.. Bapak pun puas sekali.. Bapak senang bisa ngebongkar vagina Lela yang masih rapat.. terus terang… baru kali ini Bapak puas sekali bermain, sejak dulu sama istriku aku belum pernah puas seperti sekarang… makanya saya mau Lela siap kalau saya datang dan siap jadi istri kedua saya… gimana..?”


“Saya mah terserah Bapak aja.”

“Sekarang saya pulang dulu yach.. Lela… besok aku ke sini lagi…”

“Oke… Pak.. janji yach… vagina Lela maunya tiap hari nich disodok punya Bapak…”

“Oke.. sayang…”


Kukecup pipi dan bibir Lela, aku mandi dan setelah itu kutinggal dia di apartemenku. 


Sejak itu setiap sore aku pasti pulang ke tempat Lela terlebih dahulu baru ke istriku, sering juga aku beralasan pergi bisnis keluar kota pada istriku, padahal aku menikmati tubuh Lela pembantuku yang juga istri keduaku, hal ini sudah kunikmati dari tiga bulan yang lalu dan aku tidak tahu akan berakhir sampai kapan, tapi aku lebih senang kalau pulang ke pangkuan Lela.

Untuk kisah terbaru lainnya silahkan masuk ke halaman Cerita Dewasa Sex Selingkuh Dengan Teman Istri. Terima kasih sudah mebaca artikel dengan judul Cerita Dewasa Ngentot Nikmat Sama Pembantu Tetangga Sebelah, sampai jumpa.

Tugas Kelompok+18

Zonasex96 - namaku Wahyu, kisah seks ini berawal dari tugas kelompok yang diberikan oleh salah satu guru yang paling ngeselin dikelas ku.SahabatQQ


                                  Slot Gacor & PKV Terpercaya 2025 - Daftar di SahabatQQ

Shit…, si botak udah ngasih tugas kelompok lagi, padahal baru aja selesai ulangan”Di sekolahan emang ada guru biologi botak yang ngeselin banget, setiap abis ulangan pasti dia langsung ngasih tugas kelompok.DominoQQ

Alesannya sih, biar ngebantu nilai ulangan kalo nanti hasilnya jelek. Udah gitu, dapet kelompok bareng anak-anak yang males lagi. Tapi masih untung sih ada satu ceweknya yang pinter dan rajin.

Singkat cerita sekarang gw dengan amat sangat terpaksa ngerjain tuh tugas. Ngerjain tugasnya di rumah Winda.

Dan bener firasat gw, anggota kelompok gw yang lain pada gak dateng. Dan sekarang nih tugas yang ngerjain cuma gw sama si Winda. Kita berdua belajar kelompok di rumah Winda yang pada waktu itu lagi sepi gila, dan ngerjainnya di kamar Winda.

Winda adalah salah satu cewek alim yang paling rajin dan pintar di sekolah. Wajahnya sih lumayan cantik, kulitnya putih bersih, dan bodynya kaya cewek-cewek SMA seumurannya.

Winda bukan termasuk cewek yang modis, tapi dia ngoleksi semua aksesoris cewek yang warnanya pink. Kamarnya pun rapih banget dan di penuhi dengan banyak aksesoris dan pernak-pernik yang serba pink. Di sandaran kasurnya tergantung banyak sabuk yang tentunya berwarna pink.

Tanpa banyak basa-basi lagi tugas biologi pun kita kerjain di laptopnya Winda. Kebetulan tema tugasnya adalah tentang sistem reproduksi manusia.

Tidak seperti di sekolah, Winda yang alim dan berpakaian tertutup, hari ini memakai celana pantai yang pendek dan longgar dan sebuah tanktop ‘you can see’ minim yang berwarna pink.

Pakaian yang di pakai Winda sungguh membuat gw jadi suka salah tingkah dan membuat penis gw jadi suka tegang. Karena, setiap posisi kakinya suka di ubah-ubah, CD nya Winda suka keliatan dari sela-sela celana Winda yang longgar.

Belum lagi karena mini nya celana yang dipakai Winda, pahanya Winda yang putih dan jenjang ngebuat gw suka nelen ludah terus.

Udah gitu, kalo dia lagi ngetik sambil badannya agak membungkuk, belahan payudaranya suka keliatan. Payudara Winda sudah terbentuk, warnanya putih mulus, dan sangat terlihat kenyal.

Selama ngerjain tugas, Winda banyak ngajarin gw tentang sistem reproduksi. Dari mulai bentuk alat kelamin manusia sampai proses untuk membuat bayi. Akhirnya setelah 3 jam lebih, tugas kita selesai juga.

Karena merasa keringetan setelah ngerjain tugas, Winda nyuruh gw ngoreksi lagi hasil tugasnya, dan selagi gw ngoreksi tugas, Winda ingin nyegerin badan dengan mandi.

Denger kata-kata Winda ingin mandi di tambah di depan gw banyak gambar tentang alat kelamin manuia, pikiran kotor gw pun timbul.

Setelah Winda masuk ke kamar mandi, gw langsung buru-buru jalan ke depan pintu kamar mandi mencari lubang untuk mengintip Winda mandi.

Dan sungguh beruntung, pintu bawah kamar mandi yang terbuat dari triplek bolong lebar banget, mungkin karena sudah rapuh kena air. Dan gw pun dengan semangat ngintip Winda mulai dari dia buka baju.

It’s show time. Yang paling pertama di lakukan Winda adalah ngebuka tanktop pinknya yang sexy itu, dan terlihat buah dadanya yang masih dibalut bra itu terlihat sangat menggoda.

Lalu Winda membungkukkan badannya untuk melepas celana pantainya. Terlihat pantat yang masih di balut celana itu indah mengembang. Dan kini celana Winda sudah terlepas.

Terlihat jelas pantat Winda yang putih padat, dan kemaluannya yang masih tertupi oleh G-String yang sangat sexy. Dan juga terlihat bulu-bulu halus Kemaluan Winda yang keluar dari sela-sela G-String mini nya.

Namun, kini G-String itu pun luluh di pelorotkan Winda. Kemaluan Winda terlihat agak menggembung kedepan, dan di tumbuhi oleh bulu-buluh halus yang tidak terlalu lebat yang membuat belahan vaginanya terlihat.Agen DomminoQQ

Kini tinggal bra nya yang masih melekat. Dengan lembut Winda pun melepas branya, kontan saja setelah bra itu terlepas, payudara Winda menyumbul keluar.

Payudara Winda begitu indah, warnanya putih mulus dengan punting kecil yang berwarna pink. Saat Winda bergerak menuju shower, payudaranya bergerak kenyal naik-turun beraturan.

Dan saat berhenti dari langkahnya, payudara Winda naik-turun dengan cepat dan terlihat sangat kenyal.

Winda mandi di pancuri shower yang mengalir indah menjelajahi seluruh lekuk tubuhnya.

Dan air shower yang dingin, membuat Winda sesekali menggelinjang yang membuat seluruh tubuhnya bergetar juga termasuk payudaranya yang kenyal ikut bergetar.

Winda menyabuni tubuhnya dengan perlahan dan dengan menyenandungkan lagu-lagu yang keluar dari bibir mungilnya.

Sesekali Winda menyabuni vaginanya dengan lembut perlahan dan menggosokan tangannya dengan lembut di belahan vaginannya.

Lalu tangan Winda merambat ke atas untuk menyabuni payudaranya. Winda menyabuni payudaranya dengan mengusap kesuluruhannya dan sesekali meremasnya dan memainkan putingnya.

Sungguh pemandangan indah saat melihat Winda mandi. Sebelum membersihkan badannya dari busa sabun, Winda melakukan hal yang membuat penis gw semakin tegang dan memacu adrenalin gw.

Winda memainkan payudaranya dengan mengusap-ngusapkan tangannya ke payudaranya. Dan bahkan ia menggesek-gesekan payudaranya ke tembok kamar mandi.

Setelah itu ia meremas-remas payudaranya dengan sangat nikmat, dan juga tak lupa ia memutar-mutar putingnya dengan nakal. Dan Winda mengakhiri permainannya dengan penuh nafsu.


Yaitu ia membelai-belai belahan kemaluannya, dan sesekali memasukkan jari kelingkingnya maju-mundur ke vaginanya dengan penuh irama.

Dan setelah itu ia membersihkan seluruh badannya yang mulus dari sisa-sisa busa sabun.

Tanpa gw sadarin, Winda telah menyudahi mandinya dan ingin membuka pintu kamar mandinya.

Kontan gw dengan tergesa-gesa langsung kembali ke laptop agar tidak di curagai. Saat itu penis gw lagi sangat tegang dan keras, dan sepertinya seluruh darah dan adrenalin gw memuncak.

Sekarang gw jadi gak berani ngeliat Winda. Gw takut kalo dia tau perbuatan gw tadi. Dan sekarang gw jedi bener-bener takut banget karena dia ada di depan gw dan lagi mandangin gw.

“Hei, kenapa gelisah sampe keringetan gitu? Wah.., lu tadi abis ngintipin gw mandi ya…?”

“Mampus gw ketauan. Aduhhh… gimana nih???” gusar gw dalam hati

“Eh enggak kok. Gw cuma bercanda. Kok lu jadi malah tambah gelisah gitu sih!”

“Tugas nya udah lu cek kan? Gw mau pake baju dulu nih, soal nya tadi gw lupa bawa baju ganti ke kamar mandi. Tapi awas lho, jangan di intip.” ucap Winda sambil menggigil.

Waduh, gawat nih. Pikiran gw lagi bener-bener kacau banget. Yang ada di otak gw Cuma Winda yang lagi mandi. Pikiran gw lagi kotor banget nih.

Apalagi, sekarang Winda lagi di hadapan gw. Winda sekarang bikin gw jadi horny banget. Badan nya yang habis mandi harum banget.

Dan juga sekarang Winda cuma pake sehelai handuk yang ketat dan agak pendek. Belahan dada nya keliatan banget mengkilat basah. Udah gitu pahanya juga seksi banget. Gw udah gak tau lagi mau berbuat apa.

Saat Winda sedang berbalik ingin memakai baju. Nggak tau kenapa gw teriak manggil namanya. Dan kontan aja Winda langsung nengok dan berbalik.

Gw gak tau setan apa yang lagi mempengaruhi gw, gw berdiri dan buru-buru nyamperin Winda. Pas sampe di depan Winda, tanpa aba-aba lagi gw langsung ngedorong pundak Winda sampe Winda jatoh pas tepat di atas kasur nya. Dapet perlakuan kaya gitu, Winda langsung pengen bangun.

Tapi sebelum Winda sempet bangun, gw langung loncat ke arah kasur dan nibanin Winda.

Gw langsung tindihin badannya Winda dan menciumnya. Kerena di tindihin dan dicium sama gw, Winda langsung berontak dengan sekuat tenaga dan mukul-mukulin gw.

Dan karena Winda nggak bisa diem, gw mutusin untuk ngiket kedua tangan Winda di masing-masing ujung kasur nya dengan sabuk-sabuk kepunyaan Winda.

Tanpa menunggu basa-basi lagi gw kembali mencium-cium Winda. Tapi sekarang malah kaki Winda yang berontak-berontak nendangin gw.

Merasa terus dapet perlawanan dari Winda, gw pun ngiket kedua kaki Winda di ujung masing-masing kasurnya. Alhasil, sekarang Intan terbaring telentang lebar dengan kedua kaki dan tangan di ikat.

Setelah gw bisa nanganin Winda, gw dengan paksa melumat habis-habisan mulut mugnil Winda. Tapi Winda malahan menutup rapat-rapat mulutnya. Karena kesal nggak mau buka mulut nya.

Gw remes-remes aja payudaranya sampe Winda mengerit, trus langsung gw lumat bibirnya. Karena sedikit capek, gw istirahat sebentar sambil ngumpulin tenaga.

Setelah gw amatin, karena Winda terus berontak, jadi ngebuat handuknya agak naik. Karena melihat paha mulus nya Winda, gw tanpa sabar langsung ngeraba-raba pahanya Winda.

Link Altenatif : SAHABATMULIA.ME

Namun Winda terus berontak dan semakin membuat handuknya ketarik keatas.

Karena gw merasa risih sama handuknya, akhirnya gw buka aja iketan handuknya yang cuma dililitin doang. Sungguh pemandangan yang sangat indah saat handuknya Winda kebuka lebar.

Badan Winda yang putih keliatan mulus banget tanpa di tutupin sehelai benangpun. Takjub akan payudara Winda yang kenyal dan sudah mengembang. Gw langsung jilat-jilat sama gw isep-isep payudara sebelah kanannya.

Dan payudara sebelah kirinyanya gw remes-remes sampe Winda ngejerit-jertit kesakitan. Kerena satu tangan gw gak ngapa-ngapain, akhirnya gw berhasil juga ngusap-ngusap vaginanya Winda.

Saat belahan vaginanya gw belai-belai, terasa ada cairan yang keluar dari lubang vaginanya. Mungkin ini yang di sebut mani, yang waktu bikin tugas di jelasin sama Winda.

Udah puas ngejilat sama ngeremes payudaranya Winda dan sekaligus ngorek-ngorek vaginanya Winda. Sekarang gw ikut bugil bareng Winda. Abis telanjang bulet, gw sodorin penis gw ke mulut Winda.

Gw pengen ngerasain penis gw di isep-isep sama cewek. Namun Winda nggak mau ngebuka mulutnya. Karena nggak di kasih lubang atas, gw langsung mau nyoba ke lubang yang bawah.

Pas gw gesek-gesek sama belai-belai vaginanya Winda pake penis gw. Vaginanya Winda ngeluarin cairan lagi dan membuat Winda jadi menggelinjang.

Sekarang kepala penis gw tepat di depan lubang vaginanya Winda dan siap untuk di masukkin. Pertama-tama gw paksa masukkin, tapi gak bisa masuk-masuk juga, mungkin karena vaginanya Winda yang masih kecil dan sempit.

Akhirnya gw coba buka dulu aja bibir vaginanya Winda pake tangan gw, biar penis gw lebih gampang masuknya. Tapi setelah dicoba-coba, Cuma kepala penis gw aja yang masuk ke lubang vaginanya Winda

Pas penis gw masuk ke lubang vaginanya Winda, vagina Winda yang agak menggembung keluar, jadi ikut ketarik masuk. Dan saat gw keluarin penis gw, vaginanya Winda ikut ketarik ke atas, menjadi menggelembung lagi.

Sekarang gw pengen nyoba masukinnya dengan sekuat tenaga, tapi ternyata masih susah juga. Akhirnya sambil gw terus berusaha, gw coba ngeremes lagi payudara Winda, biar Winda berontak dan maju-mundurin pinggang nya, biar bisa ngebantu gw masukkin penis gw ke lubang vaginanya Winda.

Dan ternyata Usaha gw sudah lumayan berhasil, sekarang hampir setengah batang penis gw sudah masuk di lubang vaginanya Winda.

Karena baru setengah batang penis gw yang masuk, gw coba ngocok penis gw di lubang vaginanya Winda biar lebih dalam lagi masuknya.

Setelah bebapa menit gw kocok batang penis gw di vaginanya Winda, Winda tiba-tiba menggelinjang dan kembali mengeluarkan cairan maninya.

Ternyata setelah cairan maninya keluar, penis gw lebih gampang masuk keluar di vaginanya Winda. Beberapa menit kemudian penis gw sudah masuk semua ke vaginanya Winda dan dapat terus mengocoknya dengan perlahan dan berirama.

Setelah penis gw leluasa masuk di vaginanya Winda. Gw nyoba untuk mompa penis gw lebih cepet dan lebih keras di vaginanya Winda.

Kurang lebih gw ngocok dengan hardcore di vagina Winda selama setengah menit. Badan Winda menggelinjang dengan hebat dan mengeluarkan cairan lebih banyak dan lebih kental.

Namun ada yang beda dengan cairan mani Winda kali ini, warnanya lebih ke merah mudaan. Oh, ya ampun. Barusan itu adalah darah perawannya Winda, dan gw baru aja ngerenggut kesucian Winda.

Karena gw ngerasa sedikit iba, dan kayanya mani gw juga udah mau keluar. Gw cabut penis gw perlahan dan ngeluarin mani gw di atas vaginanya Winda.

Pas gw bilang ke Winda kalo sekarang dia udah gak perawan lagi. Winda langsung lemes dan nangis. Sekarang gw jadi kasian sama Winda, tapi gw juga masih pengen nikmatin lagi badannya Winda.

Akhirnya gw sama Winda bikin kesepakatan. Karena Winda sekarang sudah nggak perawan, di mau nerusin sex oral kami. Tapi kali ini ia ingin menikmatinya dan ingin iketan kedua tangan dan kakinya di lepas.

Dan ternyata Winda benar-benar memenuhi kesepakatan kami. Winda menjadi sangat menikmati kegiatan sex ini, tanpa ada perlawanan.

Bahkan setelah beberapa jam, Winda menjadi mahir membuatku merasakan nikmatnya dunia. Bahkan di akhir permainan sex kami, Winda menjadi sangat liar dan tidak terkendali.

Terimakasih Winda. Karena sudah mengajariku pelajaran biologi tentang sistem reproduksi manusia. Bahkan, aku juga dapat langsung mempraktekkannya.


Zonasex96 - namaku Wahyu, kisah seks ini berawal dari tugas kelompok yang diberikan oleh salah satu guru yang paling ngeselin dikelas ku.SahabatQQ


                                  Slot Gacor & PKV Terpercaya 2025 - Daftar di SahabatQQ

Shit…, si botak udah ngasih tugas kelompok lagi, padahal baru aja selesai ulangan”Di sekolahan emang ada guru biologi botak yang ngeselin banget, setiap abis ulangan pasti dia langsung ngasih tugas kelompok.DominoQQ

Alesannya sih, biar ngebantu nilai ulangan kalo nanti hasilnya jelek. Udah gitu, dapet kelompok bareng anak-anak yang males lagi. Tapi masih untung sih ada satu ceweknya yang pinter dan rajin.

Singkat cerita sekarang gw dengan amat sangat terpaksa ngerjain tuh tugas. Ngerjain tugasnya di rumah Winda.

Dan bener firasat gw, anggota kelompok gw yang lain pada gak dateng. Dan sekarang nih tugas yang ngerjain cuma gw sama si Winda. Kita berdua belajar kelompok di rumah Winda yang pada waktu itu lagi sepi gila, dan ngerjainnya di kamar Winda.

Winda adalah salah satu cewek alim yang paling rajin dan pintar di sekolah. Wajahnya sih lumayan cantik, kulitnya putih bersih, dan bodynya kaya cewek-cewek SMA seumurannya.

Winda bukan termasuk cewek yang modis, tapi dia ngoleksi semua aksesoris cewek yang warnanya pink. Kamarnya pun rapih banget dan di penuhi dengan banyak aksesoris dan pernak-pernik yang serba pink. Di sandaran kasurnya tergantung banyak sabuk yang tentunya berwarna pink.

Tanpa banyak basa-basi lagi tugas biologi pun kita kerjain di laptopnya Winda. Kebetulan tema tugasnya adalah tentang sistem reproduksi manusia.

Tidak seperti di sekolah, Winda yang alim dan berpakaian tertutup, hari ini memakai celana pantai yang pendek dan longgar dan sebuah tanktop ‘you can see’ minim yang berwarna pink.

Pakaian yang di pakai Winda sungguh membuat gw jadi suka salah tingkah dan membuat penis gw jadi suka tegang. Karena, setiap posisi kakinya suka di ubah-ubah, CD nya Winda suka keliatan dari sela-sela celana Winda yang longgar.

Belum lagi karena mini nya celana yang dipakai Winda, pahanya Winda yang putih dan jenjang ngebuat gw suka nelen ludah terus.

Udah gitu, kalo dia lagi ngetik sambil badannya agak membungkuk, belahan payudaranya suka keliatan. Payudara Winda sudah terbentuk, warnanya putih mulus, dan sangat terlihat kenyal.

Selama ngerjain tugas, Winda banyak ngajarin gw tentang sistem reproduksi. Dari mulai bentuk alat kelamin manusia sampai proses untuk membuat bayi. Akhirnya setelah 3 jam lebih, tugas kita selesai juga.

Karena merasa keringetan setelah ngerjain tugas, Winda nyuruh gw ngoreksi lagi hasil tugasnya, dan selagi gw ngoreksi tugas, Winda ingin nyegerin badan dengan mandi.

Denger kata-kata Winda ingin mandi di tambah di depan gw banyak gambar tentang alat kelamin manuia, pikiran kotor gw pun timbul.

Setelah Winda masuk ke kamar mandi, gw langsung buru-buru jalan ke depan pintu kamar mandi mencari lubang untuk mengintip Winda mandi.

Dan sungguh beruntung, pintu bawah kamar mandi yang terbuat dari triplek bolong lebar banget, mungkin karena sudah rapuh kena air. Dan gw pun dengan semangat ngintip Winda mulai dari dia buka baju.

It’s show time. Yang paling pertama di lakukan Winda adalah ngebuka tanktop pinknya yang sexy itu, dan terlihat buah dadanya yang masih dibalut bra itu terlihat sangat menggoda.

Lalu Winda membungkukkan badannya untuk melepas celana pantainya. Terlihat pantat yang masih di balut celana itu indah mengembang. Dan kini celana Winda sudah terlepas.

Terlihat jelas pantat Winda yang putih padat, dan kemaluannya yang masih tertupi oleh G-String yang sangat sexy. Dan juga terlihat bulu-bulu halus Kemaluan Winda yang keluar dari sela-sela G-String mini nya.

Namun, kini G-String itu pun luluh di pelorotkan Winda. Kemaluan Winda terlihat agak menggembung kedepan, dan di tumbuhi oleh bulu-buluh halus yang tidak terlalu lebat yang membuat belahan vaginanya terlihat.Agen DomminoQQ

Kini tinggal bra nya yang masih melekat. Dengan lembut Winda pun melepas branya, kontan saja setelah bra itu terlepas, payudara Winda menyumbul keluar.

Payudara Winda begitu indah, warnanya putih mulus dengan punting kecil yang berwarna pink. Saat Winda bergerak menuju shower, payudaranya bergerak kenyal naik-turun beraturan.

Dan saat berhenti dari langkahnya, payudara Winda naik-turun dengan cepat dan terlihat sangat kenyal.

Winda mandi di pancuri shower yang mengalir indah menjelajahi seluruh lekuk tubuhnya.

Dan air shower yang dingin, membuat Winda sesekali menggelinjang yang membuat seluruh tubuhnya bergetar juga termasuk payudaranya yang kenyal ikut bergetar.

Winda menyabuni tubuhnya dengan perlahan dan dengan menyenandungkan lagu-lagu yang keluar dari bibir mungilnya.

Sesekali Winda menyabuni vaginanya dengan lembut perlahan dan menggosokan tangannya dengan lembut di belahan vaginannya.

Lalu tangan Winda merambat ke atas untuk menyabuni payudaranya. Winda menyabuni payudaranya dengan mengusap kesuluruhannya dan sesekali meremasnya dan memainkan putingnya.

Sungguh pemandangan indah saat melihat Winda mandi. Sebelum membersihkan badannya dari busa sabun, Winda melakukan hal yang membuat penis gw semakin tegang dan memacu adrenalin gw.

Winda memainkan payudaranya dengan mengusap-ngusapkan tangannya ke payudaranya. Dan bahkan ia menggesek-gesekan payudaranya ke tembok kamar mandi.

Setelah itu ia meremas-remas payudaranya dengan sangat nikmat, dan juga tak lupa ia memutar-mutar putingnya dengan nakal. Dan Winda mengakhiri permainannya dengan penuh nafsu.


Yaitu ia membelai-belai belahan kemaluannya, dan sesekali memasukkan jari kelingkingnya maju-mundur ke vaginanya dengan penuh irama.

Dan setelah itu ia membersihkan seluruh badannya yang mulus dari sisa-sisa busa sabun.

Tanpa gw sadarin, Winda telah menyudahi mandinya dan ingin membuka pintu kamar mandinya.

Kontan gw dengan tergesa-gesa langsung kembali ke laptop agar tidak di curagai. Saat itu penis gw lagi sangat tegang dan keras, dan sepertinya seluruh darah dan adrenalin gw memuncak.

Sekarang gw jadi gak berani ngeliat Winda. Gw takut kalo dia tau perbuatan gw tadi. Dan sekarang gw jedi bener-bener takut banget karena dia ada di depan gw dan lagi mandangin gw.

“Hei, kenapa gelisah sampe keringetan gitu? Wah.., lu tadi abis ngintipin gw mandi ya…?”

“Mampus gw ketauan. Aduhhh… gimana nih???” gusar gw dalam hati

“Eh enggak kok. Gw cuma bercanda. Kok lu jadi malah tambah gelisah gitu sih!”

“Tugas nya udah lu cek kan? Gw mau pake baju dulu nih, soal nya tadi gw lupa bawa baju ganti ke kamar mandi. Tapi awas lho, jangan di intip.” ucap Winda sambil menggigil.

Waduh, gawat nih. Pikiran gw lagi bener-bener kacau banget. Yang ada di otak gw Cuma Winda yang lagi mandi. Pikiran gw lagi kotor banget nih.

Apalagi, sekarang Winda lagi di hadapan gw. Winda sekarang bikin gw jadi horny banget. Badan nya yang habis mandi harum banget.

Dan juga sekarang Winda cuma pake sehelai handuk yang ketat dan agak pendek. Belahan dada nya keliatan banget mengkilat basah. Udah gitu pahanya juga seksi banget. Gw udah gak tau lagi mau berbuat apa.

Saat Winda sedang berbalik ingin memakai baju. Nggak tau kenapa gw teriak manggil namanya. Dan kontan aja Winda langsung nengok dan berbalik.

Gw gak tau setan apa yang lagi mempengaruhi gw, gw berdiri dan buru-buru nyamperin Winda. Pas sampe di depan Winda, tanpa aba-aba lagi gw langsung ngedorong pundak Winda sampe Winda jatoh pas tepat di atas kasur nya. Dapet perlakuan kaya gitu, Winda langsung pengen bangun.

Tapi sebelum Winda sempet bangun, gw langung loncat ke arah kasur dan nibanin Winda.

Gw langsung tindihin badannya Winda dan menciumnya. Kerena di tindihin dan dicium sama gw, Winda langsung berontak dengan sekuat tenaga dan mukul-mukulin gw.

Dan karena Winda nggak bisa diem, gw mutusin untuk ngiket kedua tangan Winda di masing-masing ujung kasur nya dengan sabuk-sabuk kepunyaan Winda.

Tanpa menunggu basa-basi lagi gw kembali mencium-cium Winda. Tapi sekarang malah kaki Winda yang berontak-berontak nendangin gw.

Merasa terus dapet perlawanan dari Winda, gw pun ngiket kedua kaki Winda di ujung masing-masing kasurnya. Alhasil, sekarang Intan terbaring telentang lebar dengan kedua kaki dan tangan di ikat.

Setelah gw bisa nanganin Winda, gw dengan paksa melumat habis-habisan mulut mugnil Winda. Tapi Winda malahan menutup rapat-rapat mulutnya. Karena kesal nggak mau buka mulut nya.

Gw remes-remes aja payudaranya sampe Winda mengerit, trus langsung gw lumat bibirnya. Karena sedikit capek, gw istirahat sebentar sambil ngumpulin tenaga.

Setelah gw amatin, karena Winda terus berontak, jadi ngebuat handuknya agak naik. Karena melihat paha mulus nya Winda, gw tanpa sabar langsung ngeraba-raba pahanya Winda.

Link Altenatif : SAHABATMULIA.ME

Namun Winda terus berontak dan semakin membuat handuknya ketarik keatas.

Karena gw merasa risih sama handuknya, akhirnya gw buka aja iketan handuknya yang cuma dililitin doang. Sungguh pemandangan yang sangat indah saat handuknya Winda kebuka lebar.

Badan Winda yang putih keliatan mulus banget tanpa di tutupin sehelai benangpun. Takjub akan payudara Winda yang kenyal dan sudah mengembang. Gw langsung jilat-jilat sama gw isep-isep payudara sebelah kanannya.

Dan payudara sebelah kirinyanya gw remes-remes sampe Winda ngejerit-jertit kesakitan. Kerena satu tangan gw gak ngapa-ngapain, akhirnya gw berhasil juga ngusap-ngusap vaginanya Winda.

Saat belahan vaginanya gw belai-belai, terasa ada cairan yang keluar dari lubang vaginanya. Mungkin ini yang di sebut mani, yang waktu bikin tugas di jelasin sama Winda.

Udah puas ngejilat sama ngeremes payudaranya Winda dan sekaligus ngorek-ngorek vaginanya Winda. Sekarang gw ikut bugil bareng Winda. Abis telanjang bulet, gw sodorin penis gw ke mulut Winda.

Gw pengen ngerasain penis gw di isep-isep sama cewek. Namun Winda nggak mau ngebuka mulutnya. Karena nggak di kasih lubang atas, gw langsung mau nyoba ke lubang yang bawah.

Pas gw gesek-gesek sama belai-belai vaginanya Winda pake penis gw. Vaginanya Winda ngeluarin cairan lagi dan membuat Winda jadi menggelinjang.

Sekarang kepala penis gw tepat di depan lubang vaginanya Winda dan siap untuk di masukkin. Pertama-tama gw paksa masukkin, tapi gak bisa masuk-masuk juga, mungkin karena vaginanya Winda yang masih kecil dan sempit.

Akhirnya gw coba buka dulu aja bibir vaginanya Winda pake tangan gw, biar penis gw lebih gampang masuknya. Tapi setelah dicoba-coba, Cuma kepala penis gw aja yang masuk ke lubang vaginanya Winda

Pas penis gw masuk ke lubang vaginanya Winda, vagina Winda yang agak menggembung keluar, jadi ikut ketarik masuk. Dan saat gw keluarin penis gw, vaginanya Winda ikut ketarik ke atas, menjadi menggelembung lagi.

Sekarang gw pengen nyoba masukinnya dengan sekuat tenaga, tapi ternyata masih susah juga. Akhirnya sambil gw terus berusaha, gw coba ngeremes lagi payudara Winda, biar Winda berontak dan maju-mundurin pinggang nya, biar bisa ngebantu gw masukkin penis gw ke lubang vaginanya Winda.

Dan ternyata Usaha gw sudah lumayan berhasil, sekarang hampir setengah batang penis gw sudah masuk di lubang vaginanya Winda.

Karena baru setengah batang penis gw yang masuk, gw coba ngocok penis gw di lubang vaginanya Winda biar lebih dalam lagi masuknya.

Setelah bebapa menit gw kocok batang penis gw di vaginanya Winda, Winda tiba-tiba menggelinjang dan kembali mengeluarkan cairan maninya.

Ternyata setelah cairan maninya keluar, penis gw lebih gampang masuk keluar di vaginanya Winda. Beberapa menit kemudian penis gw sudah masuk semua ke vaginanya Winda dan dapat terus mengocoknya dengan perlahan dan berirama.

Setelah penis gw leluasa masuk di vaginanya Winda. Gw nyoba untuk mompa penis gw lebih cepet dan lebih keras di vaginanya Winda.

Kurang lebih gw ngocok dengan hardcore di vagina Winda selama setengah menit. Badan Winda menggelinjang dengan hebat dan mengeluarkan cairan lebih banyak dan lebih kental.

Namun ada yang beda dengan cairan mani Winda kali ini, warnanya lebih ke merah mudaan. Oh, ya ampun. Barusan itu adalah darah perawannya Winda, dan gw baru aja ngerenggut kesucian Winda.

Karena gw ngerasa sedikit iba, dan kayanya mani gw juga udah mau keluar. Gw cabut penis gw perlahan dan ngeluarin mani gw di atas vaginanya Winda.

Pas gw bilang ke Winda kalo sekarang dia udah gak perawan lagi. Winda langsung lemes dan nangis. Sekarang gw jadi kasian sama Winda, tapi gw juga masih pengen nikmatin lagi badannya Winda.

Akhirnya gw sama Winda bikin kesepakatan. Karena Winda sekarang sudah nggak perawan, di mau nerusin sex oral kami. Tapi kali ini ia ingin menikmatinya dan ingin iketan kedua tangan dan kakinya di lepas.

Dan ternyata Winda benar-benar memenuhi kesepakatan kami. Winda menjadi sangat menikmati kegiatan sex ini, tanpa ada perlawanan.

Bahkan setelah beberapa jam, Winda menjadi mahir membuatku merasakan nikmatnya dunia. Bahkan di akhir permainan sex kami, Winda menjadi sangat liar dan tidak terkendali.

Terimakasih Winda. Karena sudah mengajariku pelajaran biologi tentang sistem reproduksi manusia. Bahkan, aku juga dapat langsung mempraktekkannya.


Cerita Seks Berhubungan Badan Dengan Adik Kandung Secara Tidak Sengaja

Zonasex96 _ seorang anak laki-laki masuk ke dalam suatu klub sex rahasia yang mempromosikan hubungan seks antar saudara, tetapi hanya setelah telah berhubungan seks dengan saudarinya. Roni telah lama menantikan malam ini.SahabatQQ


                                Slot Gacor & PKV Terpercaya 2025 - Daftar di SahabatQQ

Semua orang selalu membicarakan tentang klub itu tetapi tak seorangpun akan mengatakan secara persis apa yang ada di dalam klub itu. Banyak isu yang mengatakan bahwa sering diadakan pesta sex dan berhubungan seks liar untuk anggota klub.DominoQQ

Pada usia ke 22, ia telah banyak memikirkan masalah sex. Ia juga telah banyak menjumpai para anggota yang seusianya sebaya dengannya atau sedikit lebih muda. Malam ini dia berniat untuk mendaftar ke dalam klub itu. akhirnya ia akan menemukan apa yang selama ini diperbincangkan orang.

Tak seorangpun akan menceritakan kepadanya tentang maksud mereka masing-masing. Bermacam-Macam pikiran jelek timbul dikepalanya ketika dia sedang duduk menunggu diluar ruang pertemuan itu. Sampai kemudian mereka memanggilnya untuk masuk keruang tersebut. Ruangan pertemuan itu terletak diluar ruang tidur pimpinan club.


Ia bisa dengar pergerakan dan tertawa genit yang berlangsung di dalam kamar tersebut. Untuk pertama kali dalam hidupnya dia mendengar suara wanita seperti itu. Ia melihat pada dirinya sendiri. Ia telah mengenakan pakaian persis seperti apa yang telah diperintahkan, sepasang celana dan kemeja dan telanjang kaki tanpa mengenakan sepatu.


Via adiknya yang berusia 19 tahun melihatnya ketika dia pergi dan bertanya mau pergi kemana. Dia hanya mengatakan kepadanya agar tidak mencampuri urusannya dan kemudian pergi tanpa mengatakan apapun kepada adiknya yang cerewet itu.


Gagasan untuk melakukan pembuatan itu datang dari para tetangganya. Ia pikir sebaiknya segera bangun dan meninggalkan tempat itu. Akan tetapi sudah terlambat, pintu telah terbuka dimana Vandal Sang pemimpin muncul dihadapannya. Ia berdiri dengan mengenakan celana pendek memegang topeng Halloween plastik. Vandal kemudian menghampirinya.


“Buka pakaianmu dan pakai ini.” katanya sambil memberikan topeng itu.


Roni tidak dapat menolak. Tapi dia ragu-ragu untuk melepas semua pakaiannya. Ada orang lain disana yang bisa melihatnya telanjang bulat. Tidak pernah sebelumnya ada orang yang melihatnya telanjang, kecuali, dia duga suatu ketika Via pernah mengintipnya, tapi dia adalah adiknya sehingga tidak pernah diperhitungkan.


Vandal melihat keraguannya.


“Jika kamu tidak ingin masuk klub, aku tidak memaksanya.”

“Tidak, aku benar-benar ingin masuk,” kata Roni segera sambil melepas bajunya.


Vandal tersenyum melihatnya.


“Bagus, segera buka pakaianmu dan pakai topeng.”


Roni segera melepas semua pakaiannya, ia tidak ingin mengambil resiko buat keanggotaan klubnya. Kemudian dia berdiri didepan Vandal tanpa sehelai benangpun kecuali topeng.


Vandal melihat kebawah kearah kemaluan Roni dan tersenyum kecil,


“Kita akan memperbaikinya segera, ayo masuk kedalam!”


Roni mengikuti sang pemimpin masuk kedalam kamarnya. Laki-laki anggota klub lainnya ikut masuk, Ada 8 orang didalam kamar itu, semuanya hanya memakai celana pendek. Dan dia segera melihat bahwa diatas tempat tidur ada anak lain yang juga memakai topeng, dan selimut menutupi tubuhnya sehingga dia tidak tahu siapa dia.


“Ini ujian buatmu!” kata Vandal. Roni melihat kearah sang pemimpin yang berjalan ke tempat tidur. “Kamu harus lakukan apa yang kita perintahkan. Pertama, kepada semua diruang ini, kalian tidak boleh berbicara apa-apa sampai semuanya selesai.”


Vandal memegang ujung sudut selimut dan pelan-pelan menariknya. Roni segera dapat melihat kemulusan kulit yang hanya dimiliki seorang gadis. Kemudia ketika ia melihat dengan jelas sepasang bukit dada kecil yang menggairahkan, penisnya pun segera bangkit.


Ia merasa batang penisnya menjadi lebih keras dan lebih keras lagi ketika melihat semakin banyak bagian tubuh telanjang anak gadis itu. gadis itu tiba-tiba merasa malu dan segera menutup sepasang buah dada kecilnya itu dengan lengan tangannya.


“Kamu harus tetap terbuka jika kamu ingin masuk kedalam klub.” Kata Vandal yang dapat didengar oleh Roni dengan jelas.


Dan gadis itupun segera menurunkan tangannyanya. Roni tiba-tiba mernyadari bahwa ia bukan satu-satunya yang akan diproses masuk ke dalam klub malam ini.


“Kemari kamu.” Kata Vandal kepada Roni.


Roni segera mendekat dan berdiri disamping Vandal sehingga langsung berhadapan dengan tubuh telanjang itu. Dari lekukan tubuhnya itu menunjukan dengan bahwa tubuh anak gadis itu baru mulai berkembang. Roni benar-benar terpesona melihat tubuh yang sangat menggairahkan ini. Ini adalah juga untuk pertama kalinya ia melihat seorang anak perempuan yang telanjang secara nyata. Ia merasa akan orgasme hanya kerena melihat kemolekan tubuh gadis ini.


Vandal cukup waspada dengan keadaan Roni. Dia tidak mau membiarkan terjadinya kegagalan pada proses upacara ini, maka segera memberi instruksi yang berikutnya nya. “Aku ingin kamu segera orgasme diatas dadanya.”


Kedua-duanya Roni dan anak perempuan saling berpandangan dengan shock.


“Okay, kamu sudah berjanji akan mengikuti perintah kami, segera lakukan itu!” Roni memang sudah merasakan bahwa penisnya sudah berdenyut-denyut nikmat sebagai tanda bahwa orgasmenya sudah tidak lama lagi, segera mengangguk kearah sang pemimpin, kemudian kembali melihat kearah tubuh anak gadis yang sangat menggairahkan itu, sambil menggusap-usap batang penisnya.


Si gadis cuman bisa diam terbengong-bengong tidak tahu harus melakukan apa. Dan gadis itu mulai tegang dan terangsang melihat anak laki-laki asing yang sedang melakukan onani didepanya. Tanpa disadarinya, tanganya mengusap-usap kulit tubuhnya yang mulus, dan beberapa saat kemudian beberapa kali semburan yang cukup kuat dari sperma Roni menimpa sepasang bukit dadanya yang baru mulai mengembang itu.


Kejadian itu membuatnya jijik dan sekaligus menggairahkan perasaan birahi gadis ini. Cairan sperma berwarna putih susu yang kental dan lengket itu sepertinya membuat gairah gadis ini semakin membara, juga kepada anak laki-laki asing yang demikian bergairah sehingga orgasme hanya karena melihat tubuhnya yang telanjang bulat itu.


“Ambil sperma itu dan usap-usapkan ke vaginamu sampai kamu juga orgasme.” Perintah Vandal pada gadis itu. Sekali lagi keduanya terkejut dan saling pandang. gadis itu membuka mulutnya untuk mengatakan sesuatu, tapi segera dipotong Vandal. “Ingat instruksi yang pertama, tidak ada yang boleh bicara!”


Pertama-tama gadis itu benar-benar shock, akan tetapi kemudian mulai mengikuti perintah Vandal dengan patuh, meraup cairan sperma di dadanya dan mengusapkannya ke vaginanya dan digosok-gosokkannya ke celah-celah vaginanya.


Dia memang pernah melakukan onani seperti tu, kadang-kadang juga dengan menggunakan minyak baby oil, tapi tidak pernah terbanyang dalam pikirannya bahwa dia akan menggunakan cairan sperma untuk beronani sampai orgasme.


Perasaan malu, takut dan bergairah saling berpacu dalam diri gadis ini tapi segera dilupakannya, dia segera berkonsentrasi untuk membuatnya mencapai orgasme tanpa perduli lagi bahwa hal itu bisa membuatnya hamil.


Baca Juga : Cerita Seks Memuaskan 2 Cewek Nakal


Roni juga benar-benar menikmati proses untuk orgasme gadis itu. Penisnya dengan cepat bangkit lagi. Ia kembali mengocok-kocok batang penisnya lagi, tetapi Vandal segera mencegahnya. Roni jadi gelisah dengan berkobarnya kembali gairah seksualnya, tapi dia menuruti perintah Vandal sambil menikmati pemandangan menggairahkan dari sesosok gadis dihadapannya itu.


Gadis itu sampai menggigit bibirnya untuk menahan agar dia tidak mengeluarkan suara. Gejolak gairah seksualnya benar-benar telah menyelimuti seluruh tubuhnya. Tubuhnya bergetar ketika setapak demi setapak dia mencapai puncak orgasmenya.


“Perhatikan baik-baik,” kata Vandal kepada Roni.

“Usahakan sekuatnya untuk menahan spermamu sampai waktunya nanti kau masukkan kedalam vaginanya dan jadilah ayah dari anak bayimu.”


Pernyataan Vandal semakin meningkatkan gairah seksual gadis itu sehingga akhirnya dibarengi dengan keluhan agak keras, tubuh gadis itu mengejang dan bergetar ketika dia mencapai puncak orgasmenya. Beberapa saat kemudian tubuh itu tergolek lemas.


“Sekarang aku ingin kamu mengambil keperawanannya seperti juga dirinya mengambil keperjakaanmu.”


“Hah?” seru gadis dari balik topengnya. Matanya melotot lebar ketakutan.


Roni tidak berkata apa-apa selain memandang Vandal dengan penuh keraguan. Vandal hanya mengibas-ngibaskan jarinya pada mereka berdua dan berkata lagi, “Kamu benar-benar ingin di menjadi anggota klub, ya kan?” kedua pasang remaja itupun saling pandang dan kemudian menggangguk hampir bersamaan.


Sang gadis segera membuka pahanya, yang memberikan tanda kepada Roni bahwa dia sudah siap. Roni melihat vagina itu berkilat basah oleh cairan spermanya. Pemandangan itu benar-benar semakin meningkatkan gairahnya, sehingga dengan ragu-ragu diusapnya dengan lembut bagian paling rahasia dari gadis ini. Mereka saling pandang, tapi masing-masing tidak bisa melihat perubahan mimik wajah mereka yang tertutup topeng.


Selama ini Roni tidak pernah menyentuh seorang gadis, ini pengalaman pertamanya bersama gadis ini, demikian pula si perawan ini. Benar-benar detik-detik yang sangat mendebarkan buat keduanya ketika penis Roni ditempelkan dan ditekan di gerbang liang kecil vagina itu. Tubuh mereka berdua bergetar seiring dengan deru napasnya yang semakin cepat. Sampai gadis itu mengerang tertahan ketika pelahan-lahan ujung penis Roni yang bulat melesak masuk keliang sempit itu.


Roni juga mengerang pelan ketika merasakan jepitan kuat diujung penisnya. Pemuda itu jadi semakin bersemangat menekan penisnya sampai tiba-tiba dia merasa ujung penisnya menabrak dinding keperawanan gadis itu. gadis ini ternyata juga masih perawan tulen seperti juga dirinya.


Roni benar-benar berjuang keras, disamping berusaha keras menjebol keperawanan gadis ini, dia juga berusaha sekuat tenaga menahan agar spermanya tidak muncrat dulu sebelum menyelesaikan tugasnya. Ini benar-benar perjuangan sulit buat Roni, karena jepitan dinding vagina gadis itu begitu kuatnya sehingga menimbulkan kenikmatan yang sangat luar biasa, yang benar benar tidak pernah terbayangkan sebelumnya.


gadis itu juga merasakan perasaan yang serupa. Disamping rasa sakit, dia juga merasakan kenikmatan yang teramat luar biasa sehingga dia tidak mampu lagi menahan diri untuk tidak desisan dan rintihan nikmat yang keluar dari mulutnya. Pinggulnya sampai terangkat-angkat menahan gempuran penis Roni.


Sesaat Roni menghentikan gerakannya. Dia perlu konsentrasi sejenak untuk segera menyelesaikan tugasnya. Mereka saling pandang tanpa mengucapkan sepatah katapun. Roni melihat sorot mata gadis ini memohon dengan amat sangat agar dia segera menuntaskan tugasnya. Perawan ini benar-benar sudah pasrah sepenuhnya untuk menyerahkan keperawanannya apapun yang terjadi.


Roni menarik sedikit ujung penisnya, kemudian dengan tanpa memberikan aba-aba dia tekan dengan cepat dan kuat penisnya, tembuslah benteng keperawanan gadis ini. Pemuda ini tidak tega memandang mata gadis ini, dia yakin pasti gadis ini merasakan kesakitan, tapi ini adalah cara yang terbaik yang bisa diusahakan. Roni pun terus menekan penisnya sehingga seluruh batang penisnya tenggelam kedalam liang perawan itu.


Gadis itu sepertinya sudah tidak perduli lagi dengan rasa sakit yang dideritanya, dengan penuh semangat dipeluknya tubuh pemuda itu, pinggullnya digerakkan kekiri dan kekanan mengimbangi gerakan Roni, sesaat kemudian keduanya menjerit keras hampir bersamaan ketika keduanya mencapai puncak orgasmenya yang paling dasyat.


Roni merasakan betapa spermanya berkali-kali menyemprot kuat didalam liang perawan itu. Kemudian kedua remaja ini terkulai lemas sambil berpelukan. Mereka dengan jelas mendengar dengan jelas betapa napas pasangannya masih memburu seperti baru selesai lari marathon.Agen DominoQQ


Roni terkejut ketika melihat sekeliling, Vandal sekarang sudah telanjang bulat sedang ngentot adiknya Vania dengan buasnya, demikian pula anggota klub lainnya juga sedang ngentot dengan pasangannya masing-masing yang dia kenal sebagai keluarga mereka sendiri.


Tanpa dapat menahan diri lagi, Roni melepas topengnya sambil berseru,


“Apa yang sedang terjadi disini?”

“Roni?” jerit tertahan gadis dibawahnya. Suara itu begitu sangat dikenalnya.


Dengan penis masih tertanam penuh diliang vagina gadis dibawahnya ini, dia buka topeng gadis ini. Ternyata dia adalah Via, adik perempuannya sendiri yang baru berusia 19 tahun. Dia benar-benar tidak memimpikannya untuk berhubungan seks dengan adiknya sendiri.


“Via!” hanya itu yang bisa muncul dari mulutnya. Kedua bibir mereka kemudian saling berciuman, saling mengunci dan menghisap dengan ganas, tangan-tangan mereka saling mengelus, meraba dan mengusap ketubuh pasangannya. Roni merasakan penisnya langsung tegang lagi, dan kembali pinggulnya digerakkan naik-turun. Via juga menjadi demikian bergairah, bahkan lebih dari tadi ketika pemuda itu memerawaninya.


Dipeluknya tubuh kakaknya dengan penuh kasih sayang, dan pinggulnya digerakkan kekiri-kekanan lebih cepat mengimbangi gerakan pinggul kakaknya. Kemudian mereka kembali tenggelam dalam arus birahinya, berhubungan seks dengan ritme yang lebih menggelora. Via sampai orgasme 7 kali lagi sebelum Roni mencapai orgasmenya yang ke 4.

Link Altenatif : SAHABATMULIA.ME

Mereka benar-benar lupa akan keadaan sekelilingnya, dimana semua anggota klub juga sedang berhubungan seks dengan pasangannya masing-masing yang sekaligus juga keluarganya mereka sendiri. Tapi Roni dan Via melakukannya bukan hanya karena dorongan nafsunya, keduanya juga saling mengasihi dan mencintai sepenuh hatinya.

“Ini adalah rahasia terbesar dari klub ini!” kata Roni kepada adiknya.

“Ya.” Jawab Via,

“Ini juga merupakan rahasia terbesarku, karena akhirnya aku bisa memberikan kasih sayang dan cintaku kepadamu, Roni.”

Zonasex96 _ seorang anak laki-laki masuk ke dalam suatu klub sex rahasia yang mempromosikan hubungan seks antar saudara, tetapi hanya setelah telah berhubungan seks dengan saudarinya. Roni telah lama menantikan malam ini.SahabatQQ


                                Slot Gacor & PKV Terpercaya 2025 - Daftar di SahabatQQ

Semua orang selalu membicarakan tentang klub itu tetapi tak seorangpun akan mengatakan secara persis apa yang ada di dalam klub itu. Banyak isu yang mengatakan bahwa sering diadakan pesta sex dan berhubungan seks liar untuk anggota klub.DominoQQ

Pada usia ke 22, ia telah banyak memikirkan masalah sex. Ia juga telah banyak menjumpai para anggota yang seusianya sebaya dengannya atau sedikit lebih muda. Malam ini dia berniat untuk mendaftar ke dalam klub itu. akhirnya ia akan menemukan apa yang selama ini diperbincangkan orang.

Tak seorangpun akan menceritakan kepadanya tentang maksud mereka masing-masing. Bermacam-Macam pikiran jelek timbul dikepalanya ketika dia sedang duduk menunggu diluar ruang pertemuan itu. Sampai kemudian mereka memanggilnya untuk masuk keruang tersebut. Ruangan pertemuan itu terletak diluar ruang tidur pimpinan club.


Ia bisa dengar pergerakan dan tertawa genit yang berlangsung di dalam kamar tersebut. Untuk pertama kali dalam hidupnya dia mendengar suara wanita seperti itu. Ia melihat pada dirinya sendiri. Ia telah mengenakan pakaian persis seperti apa yang telah diperintahkan, sepasang celana dan kemeja dan telanjang kaki tanpa mengenakan sepatu.


Via adiknya yang berusia 19 tahun melihatnya ketika dia pergi dan bertanya mau pergi kemana. Dia hanya mengatakan kepadanya agar tidak mencampuri urusannya dan kemudian pergi tanpa mengatakan apapun kepada adiknya yang cerewet itu.


Gagasan untuk melakukan pembuatan itu datang dari para tetangganya. Ia pikir sebaiknya segera bangun dan meninggalkan tempat itu. Akan tetapi sudah terlambat, pintu telah terbuka dimana Vandal Sang pemimpin muncul dihadapannya. Ia berdiri dengan mengenakan celana pendek memegang topeng Halloween plastik. Vandal kemudian menghampirinya.


“Buka pakaianmu dan pakai ini.” katanya sambil memberikan topeng itu.


Roni tidak dapat menolak. Tapi dia ragu-ragu untuk melepas semua pakaiannya. Ada orang lain disana yang bisa melihatnya telanjang bulat. Tidak pernah sebelumnya ada orang yang melihatnya telanjang, kecuali, dia duga suatu ketika Via pernah mengintipnya, tapi dia adalah adiknya sehingga tidak pernah diperhitungkan.


Vandal melihat keraguannya.


“Jika kamu tidak ingin masuk klub, aku tidak memaksanya.”

“Tidak, aku benar-benar ingin masuk,” kata Roni segera sambil melepas bajunya.


Vandal tersenyum melihatnya.


“Bagus, segera buka pakaianmu dan pakai topeng.”


Roni segera melepas semua pakaiannya, ia tidak ingin mengambil resiko buat keanggotaan klubnya. Kemudian dia berdiri didepan Vandal tanpa sehelai benangpun kecuali topeng.


Vandal melihat kebawah kearah kemaluan Roni dan tersenyum kecil,


“Kita akan memperbaikinya segera, ayo masuk kedalam!”


Roni mengikuti sang pemimpin masuk kedalam kamarnya. Laki-laki anggota klub lainnya ikut masuk, Ada 8 orang didalam kamar itu, semuanya hanya memakai celana pendek. Dan dia segera melihat bahwa diatas tempat tidur ada anak lain yang juga memakai topeng, dan selimut menutupi tubuhnya sehingga dia tidak tahu siapa dia.


“Ini ujian buatmu!” kata Vandal. Roni melihat kearah sang pemimpin yang berjalan ke tempat tidur. “Kamu harus lakukan apa yang kita perintahkan. Pertama, kepada semua diruang ini, kalian tidak boleh berbicara apa-apa sampai semuanya selesai.”


Vandal memegang ujung sudut selimut dan pelan-pelan menariknya. Roni segera dapat melihat kemulusan kulit yang hanya dimiliki seorang gadis. Kemudia ketika ia melihat dengan jelas sepasang bukit dada kecil yang menggairahkan, penisnya pun segera bangkit.


Ia merasa batang penisnya menjadi lebih keras dan lebih keras lagi ketika melihat semakin banyak bagian tubuh telanjang anak gadis itu. gadis itu tiba-tiba merasa malu dan segera menutup sepasang buah dada kecilnya itu dengan lengan tangannya.


“Kamu harus tetap terbuka jika kamu ingin masuk kedalam klub.” Kata Vandal yang dapat didengar oleh Roni dengan jelas.


Dan gadis itupun segera menurunkan tangannyanya. Roni tiba-tiba mernyadari bahwa ia bukan satu-satunya yang akan diproses masuk ke dalam klub malam ini.


“Kemari kamu.” Kata Vandal kepada Roni.


Roni segera mendekat dan berdiri disamping Vandal sehingga langsung berhadapan dengan tubuh telanjang itu. Dari lekukan tubuhnya itu menunjukan dengan bahwa tubuh anak gadis itu baru mulai berkembang. Roni benar-benar terpesona melihat tubuh yang sangat menggairahkan ini. Ini adalah juga untuk pertama kalinya ia melihat seorang anak perempuan yang telanjang secara nyata. Ia merasa akan orgasme hanya kerena melihat kemolekan tubuh gadis ini.


Vandal cukup waspada dengan keadaan Roni. Dia tidak mau membiarkan terjadinya kegagalan pada proses upacara ini, maka segera memberi instruksi yang berikutnya nya. “Aku ingin kamu segera orgasme diatas dadanya.”


Kedua-duanya Roni dan anak perempuan saling berpandangan dengan shock.


“Okay, kamu sudah berjanji akan mengikuti perintah kami, segera lakukan itu!” Roni memang sudah merasakan bahwa penisnya sudah berdenyut-denyut nikmat sebagai tanda bahwa orgasmenya sudah tidak lama lagi, segera mengangguk kearah sang pemimpin, kemudian kembali melihat kearah tubuh anak gadis yang sangat menggairahkan itu, sambil menggusap-usap batang penisnya.


Si gadis cuman bisa diam terbengong-bengong tidak tahu harus melakukan apa. Dan gadis itu mulai tegang dan terangsang melihat anak laki-laki asing yang sedang melakukan onani didepanya. Tanpa disadarinya, tanganya mengusap-usap kulit tubuhnya yang mulus, dan beberapa saat kemudian beberapa kali semburan yang cukup kuat dari sperma Roni menimpa sepasang bukit dadanya yang baru mulai mengembang itu.


Kejadian itu membuatnya jijik dan sekaligus menggairahkan perasaan birahi gadis ini. Cairan sperma berwarna putih susu yang kental dan lengket itu sepertinya membuat gairah gadis ini semakin membara, juga kepada anak laki-laki asing yang demikian bergairah sehingga orgasme hanya karena melihat tubuhnya yang telanjang bulat itu.


“Ambil sperma itu dan usap-usapkan ke vaginamu sampai kamu juga orgasme.” Perintah Vandal pada gadis itu. Sekali lagi keduanya terkejut dan saling pandang. gadis itu membuka mulutnya untuk mengatakan sesuatu, tapi segera dipotong Vandal. “Ingat instruksi yang pertama, tidak ada yang boleh bicara!”


Pertama-tama gadis itu benar-benar shock, akan tetapi kemudian mulai mengikuti perintah Vandal dengan patuh, meraup cairan sperma di dadanya dan mengusapkannya ke vaginanya dan digosok-gosokkannya ke celah-celah vaginanya.


Dia memang pernah melakukan onani seperti tu, kadang-kadang juga dengan menggunakan minyak baby oil, tapi tidak pernah terbanyang dalam pikirannya bahwa dia akan menggunakan cairan sperma untuk beronani sampai orgasme.


Perasaan malu, takut dan bergairah saling berpacu dalam diri gadis ini tapi segera dilupakannya, dia segera berkonsentrasi untuk membuatnya mencapai orgasme tanpa perduli lagi bahwa hal itu bisa membuatnya hamil.


Baca Juga : Cerita Seks Memuaskan 2 Cewek Nakal


Roni juga benar-benar menikmati proses untuk orgasme gadis itu. Penisnya dengan cepat bangkit lagi. Ia kembali mengocok-kocok batang penisnya lagi, tetapi Vandal segera mencegahnya. Roni jadi gelisah dengan berkobarnya kembali gairah seksualnya, tapi dia menuruti perintah Vandal sambil menikmati pemandangan menggairahkan dari sesosok gadis dihadapannya itu.


Gadis itu sampai menggigit bibirnya untuk menahan agar dia tidak mengeluarkan suara. Gejolak gairah seksualnya benar-benar telah menyelimuti seluruh tubuhnya. Tubuhnya bergetar ketika setapak demi setapak dia mencapai puncak orgasmenya.


“Perhatikan baik-baik,” kata Vandal kepada Roni.

“Usahakan sekuatnya untuk menahan spermamu sampai waktunya nanti kau masukkan kedalam vaginanya dan jadilah ayah dari anak bayimu.”


Pernyataan Vandal semakin meningkatkan gairah seksual gadis itu sehingga akhirnya dibarengi dengan keluhan agak keras, tubuh gadis itu mengejang dan bergetar ketika dia mencapai puncak orgasmenya. Beberapa saat kemudian tubuh itu tergolek lemas.


“Sekarang aku ingin kamu mengambil keperawanannya seperti juga dirinya mengambil keperjakaanmu.”


“Hah?” seru gadis dari balik topengnya. Matanya melotot lebar ketakutan.


Roni tidak berkata apa-apa selain memandang Vandal dengan penuh keraguan. Vandal hanya mengibas-ngibaskan jarinya pada mereka berdua dan berkata lagi, “Kamu benar-benar ingin di menjadi anggota klub, ya kan?” kedua pasang remaja itupun saling pandang dan kemudian menggangguk hampir bersamaan.


Sang gadis segera membuka pahanya, yang memberikan tanda kepada Roni bahwa dia sudah siap. Roni melihat vagina itu berkilat basah oleh cairan spermanya. Pemandangan itu benar-benar semakin meningkatkan gairahnya, sehingga dengan ragu-ragu diusapnya dengan lembut bagian paling rahasia dari gadis ini. Mereka saling pandang, tapi masing-masing tidak bisa melihat perubahan mimik wajah mereka yang tertutup topeng.


Selama ini Roni tidak pernah menyentuh seorang gadis, ini pengalaman pertamanya bersama gadis ini, demikian pula si perawan ini. Benar-benar detik-detik yang sangat mendebarkan buat keduanya ketika penis Roni ditempelkan dan ditekan di gerbang liang kecil vagina itu. Tubuh mereka berdua bergetar seiring dengan deru napasnya yang semakin cepat. Sampai gadis itu mengerang tertahan ketika pelahan-lahan ujung penis Roni yang bulat melesak masuk keliang sempit itu.


Roni juga mengerang pelan ketika merasakan jepitan kuat diujung penisnya. Pemuda itu jadi semakin bersemangat menekan penisnya sampai tiba-tiba dia merasa ujung penisnya menabrak dinding keperawanan gadis itu. gadis ini ternyata juga masih perawan tulen seperti juga dirinya.


Roni benar-benar berjuang keras, disamping berusaha keras menjebol keperawanan gadis ini, dia juga berusaha sekuat tenaga menahan agar spermanya tidak muncrat dulu sebelum menyelesaikan tugasnya. Ini benar-benar perjuangan sulit buat Roni, karena jepitan dinding vagina gadis itu begitu kuatnya sehingga menimbulkan kenikmatan yang sangat luar biasa, yang benar benar tidak pernah terbayangkan sebelumnya.


gadis itu juga merasakan perasaan yang serupa. Disamping rasa sakit, dia juga merasakan kenikmatan yang teramat luar biasa sehingga dia tidak mampu lagi menahan diri untuk tidak desisan dan rintihan nikmat yang keluar dari mulutnya. Pinggulnya sampai terangkat-angkat menahan gempuran penis Roni.


Sesaat Roni menghentikan gerakannya. Dia perlu konsentrasi sejenak untuk segera menyelesaikan tugasnya. Mereka saling pandang tanpa mengucapkan sepatah katapun. Roni melihat sorot mata gadis ini memohon dengan amat sangat agar dia segera menuntaskan tugasnya. Perawan ini benar-benar sudah pasrah sepenuhnya untuk menyerahkan keperawanannya apapun yang terjadi.


Roni menarik sedikit ujung penisnya, kemudian dengan tanpa memberikan aba-aba dia tekan dengan cepat dan kuat penisnya, tembuslah benteng keperawanan gadis ini. Pemuda ini tidak tega memandang mata gadis ini, dia yakin pasti gadis ini merasakan kesakitan, tapi ini adalah cara yang terbaik yang bisa diusahakan. Roni pun terus menekan penisnya sehingga seluruh batang penisnya tenggelam kedalam liang perawan itu.


Gadis itu sepertinya sudah tidak perduli lagi dengan rasa sakit yang dideritanya, dengan penuh semangat dipeluknya tubuh pemuda itu, pinggullnya digerakkan kekiri dan kekanan mengimbangi gerakan Roni, sesaat kemudian keduanya menjerit keras hampir bersamaan ketika keduanya mencapai puncak orgasmenya yang paling dasyat.


Roni merasakan betapa spermanya berkali-kali menyemprot kuat didalam liang perawan itu. Kemudian kedua remaja ini terkulai lemas sambil berpelukan. Mereka dengan jelas mendengar dengan jelas betapa napas pasangannya masih memburu seperti baru selesai lari marathon.Agen DominoQQ


Roni terkejut ketika melihat sekeliling, Vandal sekarang sudah telanjang bulat sedang ngentot adiknya Vania dengan buasnya, demikian pula anggota klub lainnya juga sedang ngentot dengan pasangannya masing-masing yang dia kenal sebagai keluarga mereka sendiri.


Tanpa dapat menahan diri lagi, Roni melepas topengnya sambil berseru,


“Apa yang sedang terjadi disini?”

“Roni?” jerit tertahan gadis dibawahnya. Suara itu begitu sangat dikenalnya.


Dengan penis masih tertanam penuh diliang vagina gadis dibawahnya ini, dia buka topeng gadis ini. Ternyata dia adalah Via, adik perempuannya sendiri yang baru berusia 19 tahun. Dia benar-benar tidak memimpikannya untuk berhubungan seks dengan adiknya sendiri.


“Via!” hanya itu yang bisa muncul dari mulutnya. Kedua bibir mereka kemudian saling berciuman, saling mengunci dan menghisap dengan ganas, tangan-tangan mereka saling mengelus, meraba dan mengusap ketubuh pasangannya. Roni merasakan penisnya langsung tegang lagi, dan kembali pinggulnya digerakkan naik-turun. Via juga menjadi demikian bergairah, bahkan lebih dari tadi ketika pemuda itu memerawaninya.


Dipeluknya tubuh kakaknya dengan penuh kasih sayang, dan pinggulnya digerakkan kekiri-kekanan lebih cepat mengimbangi gerakan pinggul kakaknya. Kemudian mereka kembali tenggelam dalam arus birahinya, berhubungan seks dengan ritme yang lebih menggelora. Via sampai orgasme 7 kali lagi sebelum Roni mencapai orgasmenya yang ke 4.

Link Altenatif : SAHABATMULIA.ME

Mereka benar-benar lupa akan keadaan sekelilingnya, dimana semua anggota klub juga sedang berhubungan seks dengan pasangannya masing-masing yang sekaligus juga keluarganya mereka sendiri. Tapi Roni dan Via melakukannya bukan hanya karena dorongan nafsunya, keduanya juga saling mengasihi dan mencintai sepenuh hatinya.

“Ini adalah rahasia terbesar dari klub ini!” kata Roni kepada adiknya.

“Ya.” Jawab Via,

“Ini juga merupakan rahasia terbesarku, karena akhirnya aku bisa memberikan kasih sayang dan cintaku kepadamu, Roni.”

Cerita Ngentot Adik Kandung : Aku Menjelajahi Tubuhnya Saat Dia Tidur Pulas+18

Zonasex96 _ perkenalkan nama saya Heru. Aku berasal dari keluarga yang dapat dibilang cukup kaya. Aku mempunyai seorang adik kandung cewek yang namanya Fina.SahabatQQ




                                Slot Gacor & PKV Terpercaya 2025 - Daftar di SahabatQQ

Aku kelas 3 SMU sedangkan Fina adik kandungku saat ini duduk di kelas 3 SMP dan sudah mau lulus.Fina adik kandungku di sekolahnya termasuk cewek yang sangat populer karena kecantikan dan kemolekan tubuhnya.DominoQQ

Aku sebagai seorang kakaknya selalu membayangkan jika adik kandungku yang manis dan cantik itu aku setubuhi sendiri.

Pasti kontolku bakalan nut-nutan.

Singkat kata, adik kandungku Fina memang seorang gadis yang sangat cantik dan merupakan kebanggaan orang tuaku. Selain itu dia juga sangat pandai membawa diri di hadapan orang lain sehingga semua orang menyukainya.

Namun di balik semua itu, sang “putri” ini sebetulnya tidaklah perfect. Kepribadiannya yang manis ternyata hanya topeng belaka.

Di dunia ini, hanya aku kakak laki-lakinya yang tahu akan kepribadiannya yang sesungguhnya.

Kedua orang tuaku yang sering keluar kota untuk berbisnis selalu menitipkan rumah dan adikku kepadaku.

Tapi mereka tidak tahu kalau aku kesulitan untuk mengendalikan adikku yang bandelnya bukan main. Di hadapanku, dia selalu bersikap membangkang dan seenaknya.

ila aku berkata A, maka dia akan melakukan hal yang sebaliknya. Pokoknya aku sungguh kewalahan untuk menanganinya.

Suatu hari, semuanya berubah drastis. Hari itu adalah hari Sabtu yang tak akan terlupakan dalam hidupku. Pada akhir minggu itu, seperti biasanya kedua orang tuaku sedang berada di luar kota untuk urusan bisnis.

Mereka akan kembali minggu depannya. Kebetulan, aku dan adikku juga sedang liburan panjang.

Sebetulnya kami ingin ikut dengan orang tua kami keluar kota, tapi orang tuaku melarang kami ikut dengan alasan tak ingin kami mengganggu urusan bisnis mereka.

Biarpun adikku kelihatan menurut, tapi aku tahu kalau dia sangat kesal di hatinya. Setelah mereka pergi, aku mencoba untuk menghiburnya dengan mengajaknya nonton DVD baru yang kubeli yaitu Harry Potter and the Order of Pheonix.

Tapi kebaikanku dibalas dengan air tuba. Bukan saja dia tidak menerima kebaikanku, bahkan dia membanting pintu kamarnya di depan hidungku.

Inilah penghinaan terakhir yang bisa kuterima. Akupun menonton DVD sendirian di ruang tamu. Tapi pikiranku tidaklah fokus ke film, melainkan bagaimana caranya membalas perbuatan adikku. Di rumah memang cuma ada kami berdua.

Orang tua kami berpendapat bahwa kami tidak memerlukan pembantu dengan alasan untuk melatih tanggung jawab di keluarga kami.

Selintas pikiran ngawur pun melintas di benakku. Aku bermaksud untuk menyelinap ke kamar adikku nanti malam dan memfoto tubuh telanjangnya waktu tidur dan menggunakannya untuk memaksa adikku agar menjadi adik yang penurut.

Malam itu, jam menunjukan pukul sebelas malam. Aku pun mengedap di depan pintu kamar adikku. Daun telingaku menempel di pintu untuk memastikan apa adikku sudah tertidur.

Ternyata tidak ada suara TV ataupun radio di kamarnya. Memang biasanya adikku ini kalau hatinya sedang mengkal, akan segera pergi tidur lebih awal.

Aku pun menggunakan keahlianku sebagai mahasiswa jurusan teknik untuk membuka kunci pintu kamar adikku.

Kebetulan aku memang mempunyai kit untuk itu yang kubeli waktu sedang tour ke luar negeri dan di tanganku aku mempunyai sebuah kamera digital.

Di kamar adikku, lampu masih terang karena dia memang tidak berani tidur dalam kegelapan. Akupun berjalan perlahan menuju tempat tidurnya. Ternyata malam itu dia tidur pulas terlentang dengan mengenakan daster putih.

Tanganku bergerak perlahan dan gemetar menyingkap dasternya ke atas. Dia diam saja tidak bergerak dan napasnya masih halus dan teratur. Ternyata dia memakai celana dalam warna putih dan bergambar bunga mawar.

Pahanya begitu mulus dan aku pun bisa melihat ada bulu-bulu halus menyembul keluar di sekitar daerah vaginanya yang tertutup celana dalamnya.

Kemudian aku menggunakan gunting dan menggunting dasternya sehingga akhirnya bagian payudaranya terlihat.

Di luar dugaanku, ternyata dia tidak mengenakan BH. Payudaranya tidak begitu besar, mungkin ukuran A, tapi lekukannya sungguh indah dan menantang. Jakunku bergerak naik turun dan akupun menelan ludah melihat pemandangan paling indah dalam hidupku.

Kemudian dengan gemetar dan hati-hati, aku pun membuka celana dalamnya. Adikku masih tertidur pulas.

Pemandangan indah segera terpampang di hadapanku. Sebuah hutan kecil yang tidak begitu lebat terhampar di depan mataku. Sangking terpesonanya, aku hanya bisa berdiri untuk sekian lamanya memandang dengan kamera di tanganku.

Aku lupa akan maksud kedatanganku kemari. Sebuah pikiran setanpun melintas, kenapa aku harus puas hanya dengan memotret tubuh adikku. Apakah aku harus mensia-siakan kesempatan satu kali ini dalam hidupku? Apalagi aku masih perjaka ting-ting.

Tapi kesadaran lain juga muncul di benakku, dia adalah adik kandungku., For God Sake. Kedua kekuatan kebajikan dan kejahatan berkecamuk di pikiranku

Akhirnya, karena pikiranku tidak bisa memutuskan, maka aku membiarkan “adik laki-lakiku” di selangkangku memutuskan.

Ternyata beliau sudah tegang siap perang. Manusia boleh berencana, tapi iblislah yang menentukan. Kemudian aku meletakan kamera di meja. Aku pun menggunakan kain daster yang sudah koyak untuk mengikat tangan adikku ke tempat tidur.

Sengaja aku membiarkan kakinya bebas agar tidak menghalangi permainan setan yang akan segera kulakukan.

Adikku masih juga tidak sadar kalau bahaya besar sudah mengancamnya. Aku pun segera membuka bajuku dan celanaku hingga telanjang bulat.

Kemudian aku menundukan mukaku ke daerah selangkangan adikku. Ternyata daerah itu sangat harum, kelihatan kalau adikku ini sangat menjaga kebersihan tubuhnya. Kemudian aku pun mulai menjilati daerah lipatan dan klitoris adikku.

Adikku masih tertidur pulas, tapi setelah beberapa lama, napasnya sudah mulai memburu. Semakin lama, vagina adikku semakin basah dan merekah.

Aku sudah tak tahan lagi dan mengarahkan moncong meriamku ke lubang kenikmatan terlarang itu. Kedua tanganku memegang pergelangan kaki adikku dan membukanya lebar-lebar.

Ujung kepala penisku sudah menempel di bibir vagina adikku. Sejenak, aku ragu-ragu untuk melakukannya.

Tapi aku segera menggelengkan kepalaku dan membuang jauh keraguanku.

Dengan sebuah sentakan aku mendorong pantatku maju ke depan dan penisku menembus masuk vagina yang masih sangat rapat namun basah itu. Sebuah teriakan nyaring bergema di kamar,

“Aaaggh, adu….uuuhh, KAK HERU, APA YANG KAU LAKUKAN??”

Adikku terbangun dan menjerit melihatku berada di atas tubuhnya dan menindihnya. Muka adikku pucat pasi ketakutan dan menahan rasa sakit yang luar biasa.

Matanya mulai berkaca-kaca sedangkan pinggulnya bergerak-gerak menahan rasa sakit. Tangannya berguncang mencoba melepaskan diri. Begitu juga kakinya mencoba melepaskan diri dari peganganku. Namun semua upaya itu tidak berhasil.

Aku tidak berani berlama-lama menatap matanya, khawatir kalau aku akan berubah pikiran. Aku mengalihkan pandangan mataku ke arah selangkangan. Ternyata vagina adikku mengeluarkan darah, darah keperawanan.

Aku tidak menghiraukan semua itu karena sebuah kenikmatan yang belum pernah kurasakan dalam hidupku menyerangku.

Penisku yang bercokol di dalam vagina adikku merasakan rasa panas dan kontraksi otot vagina adikku. Rasanya seperti disedot oleh sebuah vakum cleaner.

Aku pun segera menggerakan pinggulku dan memompa tubuh adikku. Adikku menangis dan menjerit

“Aduhh.. aahh.. uuhh.. am..pun.. kak… lep..as..kan.. pana ss…sakitt!!”

“Kak.. Heru.. uuhh… aduh…tubuhku!!! ”

Aku tidak tahan dengan rengekan adikku, karena itu aku segera menggunakan celana dalam adikku untuk menyumpal mulutnya sehingga yang terdengar hanya suara Ughh… Ahhh…

Setelah sekitar lima belas menit, adikku tidak meronta lagi hanya menangis dan mengeluh kesakitan.

Darah masih berkucuran di sekitar vaginanya tapi tidak sederas tadi lagi. Aku sendiri memeramkan mata merasakan kenikmatan yang luar biasa.Agen DominoQQ

Aku semakin cepat menggerakan pinggulku karena aku merasa akan segera mencapai klimaksnya.

Sesekali tanganku menampar pantat adikku agar dia menggoyangkan pinggulnya sambil berkata “Who is your Daddy?”

Sebuah dilema muncul di pikiranku. Haruskah aku menembak di dalam rahim adikku atau di luar? Aku tahu kalau aku ingin melakukannya di dalam, tapi bagaimana bila adikku hamil? Ahh… biarlah itu urusan nanti, apalagi aku tahu di mana ibuku menyimpan pil KBnya.

Tiga menit kemudian.. crott.. crottt… akupun menembakan cairan hangat di dalam rahim adikku. Keringat membasahi kedua tubuh kami dan darah keperawanan adikku membasahi selangkangan kami dan sprei tempat tidur

Aku membiarkan penisku di dalam vagina adikku selama beberapa menit. Kemudian setelah puas, aku mencabut keluar penisku dan tidur terlentang di samping adikku. Aku kemudian membebaskan tangan adikku dan membuka sumpalan mulutnya.

Kedua tanganku bersiap untuk menerima amukan kemarahannya. Namun di luar dugaanku, dia tidak menyerangku.

Adikku hanya diam membisu seribu bahasa dan masih menangis. Posisinya masih tidur dan hanya punggungnya yang menghadapku.

Aku melihat tangannya menutup dadanya dan tangan lainnya menutup vaginanya. Dia masih menangis tersedu-sedu.

Setelah semua kepuasanku tersalurkan, baru sekarang aku bingung apa yang harus kulakukan selanjutnya. Semua kejadian ini di luar rencanaku. Aku sekarang sangat ketakutan membayangkan bagaimana kalau orang tuaku tahu.

Hidupku bisa berakhir di penjara. Kemudian pandangan mataku berhenti di kamera. Sebuah ide jenius muncul di pikiranku. Aku mengambil kameranya dan segera memfoto tubuh telanjang adikku. Adikku melihat perbuatanku dan bertanya

”Kak Heru, Apa yang kau lakukan? Hentikan, masih belum cukupkah perbuatan setanmu malam ini? Hentikan…”

Tangannya bergerak berusaha merebut kameraku. Namun aku sudah memperkirakan ini dan lebih sigap. Karena tenagaku lebih besar, aku berhasil menjauhkan kameranya dari jangkauannya. Aku mencabut keluar memori card dari kameranya dan berkata

“Kalau kamu tidak mau foto ini tersebar di website sekolahmu, kejadian malam ini harus dirahasiakan dari semua orang. Kamu juga harus menuruti perintah kakakmu ini mulai sekarang.”

Wajah adikku pucat pasi, dan air mata masih berlinang di pipinya. Kemudian dengan lemah dia mengganggukkan kepalanya.

Sebuah perasaan ibaratnya telah memenangi piala dunia, bersemayam di dadaku. Aku tahu, kalau mulai malam itu aku telah menaklukan adikku yang bandel ini.

Kemudian aku memerintahkan dia untuk membereskan ruangan kamarnya dan menyingkirkan sprei bernoda darah dan potongan dasternya yang koyak. Selain itu aku segera menyuruhnya meminum pil KB yang kudapat dari lemari obat ibuku.

Terakhir aku menyuruhnya mandi membersihkan badan, tentu saja bersamaku. Aku menyuruhnya untuk menggunakan jari-jari lentiknya untuk membersihkan penisku dengan lembut.

Malam itu, aku telah memenangkan pertempuran. Selama seminggu kepergian orang tuaku, aku selalu meniduri adikku di setiap kesempatan yang ada.

Pada hari keempat, adik kandungku sudah terbiasa dan tidak lagi menolakku biarpun dia masih kelihatan sedih dan tertekan setiap kali kita bercinta. Aku juga memerintahkannya untuk membersihkan rumah dan memasakan makanan kesukaanku.

Aku juga memberi tugas baru untuk mulut mungil adikku dengan bibirnya yang merah merekah. Setiap malam selama seminggu ketika aku menonton TV, aku menyuruh adikku untuk memberi oral seks.

Dan aku selalu menyemprotkan spermaku ke dalam mulutnya dan menyuruhnya untuk menelannya.

Sejak itu, setiap kali ada kesempatan, aku selalu meniduri adikku. Tentu saja kami mempraktekan safety sex dengan kondom dan pil.

Link Altenatif : SAHABATMULIA.ME

Setelah dia lulus SMA, kami masih melakukannya, bahkan sekarang dia sudah menikmati permainan kami. Terkadang, dia sendiri yang datang memintanya.

Ketika dia lulus SMA, aku yang sekarang sudah bekerja di sebuah bank bonafit dipindahkan ke Jakarta

Aku meminta orang tuaku untuk mengijinkan adikku kuliah di Jakarta. Tentu saja aku beralasan bahwa aku akan menjaganya agar adikku tidak terseret dalam pergaulan bebas. Orang tuaku setuju dan adikku juga pasrah.

Sekarang aku dan adik kandungku tinggal di Jakarta dan menikmati kebebasan kami. Hal yang berbeda hanyalah aku bisa melihat bahwa adikku telah berubah menjadi gadis yang lebih binal.

Zonasex96 _ perkenalkan nama saya Heru. Aku berasal dari keluarga yang dapat dibilang cukup kaya. Aku mempunyai seorang adik kandung cewek yang namanya Fina.SahabatQQ




                                Slot Gacor & PKV Terpercaya 2025 - Daftar di SahabatQQ

Aku kelas 3 SMU sedangkan Fina adik kandungku saat ini duduk di kelas 3 SMP dan sudah mau lulus.Fina adik kandungku di sekolahnya termasuk cewek yang sangat populer karena kecantikan dan kemolekan tubuhnya.DominoQQ

Aku sebagai seorang kakaknya selalu membayangkan jika adik kandungku yang manis dan cantik itu aku setubuhi sendiri.

Pasti kontolku bakalan nut-nutan.

Singkat kata, adik kandungku Fina memang seorang gadis yang sangat cantik dan merupakan kebanggaan orang tuaku. Selain itu dia juga sangat pandai membawa diri di hadapan orang lain sehingga semua orang menyukainya.

Namun di balik semua itu, sang “putri” ini sebetulnya tidaklah perfect. Kepribadiannya yang manis ternyata hanya topeng belaka.

Di dunia ini, hanya aku kakak laki-lakinya yang tahu akan kepribadiannya yang sesungguhnya.

Kedua orang tuaku yang sering keluar kota untuk berbisnis selalu menitipkan rumah dan adikku kepadaku.

Tapi mereka tidak tahu kalau aku kesulitan untuk mengendalikan adikku yang bandelnya bukan main. Di hadapanku, dia selalu bersikap membangkang dan seenaknya.

ila aku berkata A, maka dia akan melakukan hal yang sebaliknya. Pokoknya aku sungguh kewalahan untuk menanganinya.

Suatu hari, semuanya berubah drastis. Hari itu adalah hari Sabtu yang tak akan terlupakan dalam hidupku. Pada akhir minggu itu, seperti biasanya kedua orang tuaku sedang berada di luar kota untuk urusan bisnis.

Mereka akan kembali minggu depannya. Kebetulan, aku dan adikku juga sedang liburan panjang.

Sebetulnya kami ingin ikut dengan orang tua kami keluar kota, tapi orang tuaku melarang kami ikut dengan alasan tak ingin kami mengganggu urusan bisnis mereka.

Biarpun adikku kelihatan menurut, tapi aku tahu kalau dia sangat kesal di hatinya. Setelah mereka pergi, aku mencoba untuk menghiburnya dengan mengajaknya nonton DVD baru yang kubeli yaitu Harry Potter and the Order of Pheonix.

Tapi kebaikanku dibalas dengan air tuba. Bukan saja dia tidak menerima kebaikanku, bahkan dia membanting pintu kamarnya di depan hidungku.

Inilah penghinaan terakhir yang bisa kuterima. Akupun menonton DVD sendirian di ruang tamu. Tapi pikiranku tidaklah fokus ke film, melainkan bagaimana caranya membalas perbuatan adikku. Di rumah memang cuma ada kami berdua.

Orang tua kami berpendapat bahwa kami tidak memerlukan pembantu dengan alasan untuk melatih tanggung jawab di keluarga kami.

Selintas pikiran ngawur pun melintas di benakku. Aku bermaksud untuk menyelinap ke kamar adikku nanti malam dan memfoto tubuh telanjangnya waktu tidur dan menggunakannya untuk memaksa adikku agar menjadi adik yang penurut.

Malam itu, jam menunjukan pukul sebelas malam. Aku pun mengedap di depan pintu kamar adikku. Daun telingaku menempel di pintu untuk memastikan apa adikku sudah tertidur.

Ternyata tidak ada suara TV ataupun radio di kamarnya. Memang biasanya adikku ini kalau hatinya sedang mengkal, akan segera pergi tidur lebih awal.

Aku pun menggunakan keahlianku sebagai mahasiswa jurusan teknik untuk membuka kunci pintu kamar adikku.

Kebetulan aku memang mempunyai kit untuk itu yang kubeli waktu sedang tour ke luar negeri dan di tanganku aku mempunyai sebuah kamera digital.

Di kamar adikku, lampu masih terang karena dia memang tidak berani tidur dalam kegelapan. Akupun berjalan perlahan menuju tempat tidurnya. Ternyata malam itu dia tidur pulas terlentang dengan mengenakan daster putih.

Tanganku bergerak perlahan dan gemetar menyingkap dasternya ke atas. Dia diam saja tidak bergerak dan napasnya masih halus dan teratur. Ternyata dia memakai celana dalam warna putih dan bergambar bunga mawar.

Pahanya begitu mulus dan aku pun bisa melihat ada bulu-bulu halus menyembul keluar di sekitar daerah vaginanya yang tertutup celana dalamnya.

Kemudian aku menggunakan gunting dan menggunting dasternya sehingga akhirnya bagian payudaranya terlihat.

Di luar dugaanku, ternyata dia tidak mengenakan BH. Payudaranya tidak begitu besar, mungkin ukuran A, tapi lekukannya sungguh indah dan menantang. Jakunku bergerak naik turun dan akupun menelan ludah melihat pemandangan paling indah dalam hidupku.

Kemudian dengan gemetar dan hati-hati, aku pun membuka celana dalamnya. Adikku masih tertidur pulas.

Pemandangan indah segera terpampang di hadapanku. Sebuah hutan kecil yang tidak begitu lebat terhampar di depan mataku. Sangking terpesonanya, aku hanya bisa berdiri untuk sekian lamanya memandang dengan kamera di tanganku.

Aku lupa akan maksud kedatanganku kemari. Sebuah pikiran setanpun melintas, kenapa aku harus puas hanya dengan memotret tubuh adikku. Apakah aku harus mensia-siakan kesempatan satu kali ini dalam hidupku? Apalagi aku masih perjaka ting-ting.

Tapi kesadaran lain juga muncul di benakku, dia adalah adik kandungku., For God Sake. Kedua kekuatan kebajikan dan kejahatan berkecamuk di pikiranku

Akhirnya, karena pikiranku tidak bisa memutuskan, maka aku membiarkan “adik laki-lakiku” di selangkangku memutuskan.

Ternyata beliau sudah tegang siap perang. Manusia boleh berencana, tapi iblislah yang menentukan. Kemudian aku meletakan kamera di meja. Aku pun menggunakan kain daster yang sudah koyak untuk mengikat tangan adikku ke tempat tidur.

Sengaja aku membiarkan kakinya bebas agar tidak menghalangi permainan setan yang akan segera kulakukan.

Adikku masih juga tidak sadar kalau bahaya besar sudah mengancamnya. Aku pun segera membuka bajuku dan celanaku hingga telanjang bulat.

Kemudian aku menundukan mukaku ke daerah selangkangan adikku. Ternyata daerah itu sangat harum, kelihatan kalau adikku ini sangat menjaga kebersihan tubuhnya. Kemudian aku pun mulai menjilati daerah lipatan dan klitoris adikku.

Adikku masih tertidur pulas, tapi setelah beberapa lama, napasnya sudah mulai memburu. Semakin lama, vagina adikku semakin basah dan merekah.

Aku sudah tak tahan lagi dan mengarahkan moncong meriamku ke lubang kenikmatan terlarang itu. Kedua tanganku memegang pergelangan kaki adikku dan membukanya lebar-lebar.

Ujung kepala penisku sudah menempel di bibir vagina adikku. Sejenak, aku ragu-ragu untuk melakukannya.

Tapi aku segera menggelengkan kepalaku dan membuang jauh keraguanku.

Dengan sebuah sentakan aku mendorong pantatku maju ke depan dan penisku menembus masuk vagina yang masih sangat rapat namun basah itu. Sebuah teriakan nyaring bergema di kamar,

“Aaaggh, adu….uuuhh, KAK HERU, APA YANG KAU LAKUKAN??”

Adikku terbangun dan menjerit melihatku berada di atas tubuhnya dan menindihnya. Muka adikku pucat pasi ketakutan dan menahan rasa sakit yang luar biasa.

Matanya mulai berkaca-kaca sedangkan pinggulnya bergerak-gerak menahan rasa sakit. Tangannya berguncang mencoba melepaskan diri. Begitu juga kakinya mencoba melepaskan diri dari peganganku. Namun semua upaya itu tidak berhasil.

Aku tidak berani berlama-lama menatap matanya, khawatir kalau aku akan berubah pikiran. Aku mengalihkan pandangan mataku ke arah selangkangan. Ternyata vagina adikku mengeluarkan darah, darah keperawanan.

Aku tidak menghiraukan semua itu karena sebuah kenikmatan yang belum pernah kurasakan dalam hidupku menyerangku.

Penisku yang bercokol di dalam vagina adikku merasakan rasa panas dan kontraksi otot vagina adikku. Rasanya seperti disedot oleh sebuah vakum cleaner.

Aku pun segera menggerakan pinggulku dan memompa tubuh adikku. Adikku menangis dan menjerit

“Aduhh.. aahh.. uuhh.. am..pun.. kak… lep..as..kan.. pana ss…sakitt!!”

“Kak.. Heru.. uuhh… aduh…tubuhku!!! ”

Aku tidak tahan dengan rengekan adikku, karena itu aku segera menggunakan celana dalam adikku untuk menyumpal mulutnya sehingga yang terdengar hanya suara Ughh… Ahhh…

Setelah sekitar lima belas menit, adikku tidak meronta lagi hanya menangis dan mengeluh kesakitan.

Darah masih berkucuran di sekitar vaginanya tapi tidak sederas tadi lagi. Aku sendiri memeramkan mata merasakan kenikmatan yang luar biasa.Agen DominoQQ

Aku semakin cepat menggerakan pinggulku karena aku merasa akan segera mencapai klimaksnya.

Sesekali tanganku menampar pantat adikku agar dia menggoyangkan pinggulnya sambil berkata “Who is your Daddy?”

Sebuah dilema muncul di pikiranku. Haruskah aku menembak di dalam rahim adikku atau di luar? Aku tahu kalau aku ingin melakukannya di dalam, tapi bagaimana bila adikku hamil? Ahh… biarlah itu urusan nanti, apalagi aku tahu di mana ibuku menyimpan pil KBnya.

Tiga menit kemudian.. crott.. crottt… akupun menembakan cairan hangat di dalam rahim adikku. Keringat membasahi kedua tubuh kami dan darah keperawanan adikku membasahi selangkangan kami dan sprei tempat tidur

Aku membiarkan penisku di dalam vagina adikku selama beberapa menit. Kemudian setelah puas, aku mencabut keluar penisku dan tidur terlentang di samping adikku. Aku kemudian membebaskan tangan adikku dan membuka sumpalan mulutnya.

Kedua tanganku bersiap untuk menerima amukan kemarahannya. Namun di luar dugaanku, dia tidak menyerangku.

Adikku hanya diam membisu seribu bahasa dan masih menangis. Posisinya masih tidur dan hanya punggungnya yang menghadapku.

Aku melihat tangannya menutup dadanya dan tangan lainnya menutup vaginanya. Dia masih menangis tersedu-sedu.

Setelah semua kepuasanku tersalurkan, baru sekarang aku bingung apa yang harus kulakukan selanjutnya. Semua kejadian ini di luar rencanaku. Aku sekarang sangat ketakutan membayangkan bagaimana kalau orang tuaku tahu.

Hidupku bisa berakhir di penjara. Kemudian pandangan mataku berhenti di kamera. Sebuah ide jenius muncul di pikiranku. Aku mengambil kameranya dan segera memfoto tubuh telanjang adikku. Adikku melihat perbuatanku dan bertanya

”Kak Heru, Apa yang kau lakukan? Hentikan, masih belum cukupkah perbuatan setanmu malam ini? Hentikan…”

Tangannya bergerak berusaha merebut kameraku. Namun aku sudah memperkirakan ini dan lebih sigap. Karena tenagaku lebih besar, aku berhasil menjauhkan kameranya dari jangkauannya. Aku mencabut keluar memori card dari kameranya dan berkata

“Kalau kamu tidak mau foto ini tersebar di website sekolahmu, kejadian malam ini harus dirahasiakan dari semua orang. Kamu juga harus menuruti perintah kakakmu ini mulai sekarang.”

Wajah adikku pucat pasi, dan air mata masih berlinang di pipinya. Kemudian dengan lemah dia mengganggukkan kepalanya.

Sebuah perasaan ibaratnya telah memenangi piala dunia, bersemayam di dadaku. Aku tahu, kalau mulai malam itu aku telah menaklukan adikku yang bandel ini.

Kemudian aku memerintahkan dia untuk membereskan ruangan kamarnya dan menyingkirkan sprei bernoda darah dan potongan dasternya yang koyak. Selain itu aku segera menyuruhnya meminum pil KB yang kudapat dari lemari obat ibuku.

Terakhir aku menyuruhnya mandi membersihkan badan, tentu saja bersamaku. Aku menyuruhnya untuk menggunakan jari-jari lentiknya untuk membersihkan penisku dengan lembut.

Malam itu, aku telah memenangkan pertempuran. Selama seminggu kepergian orang tuaku, aku selalu meniduri adikku di setiap kesempatan yang ada.

Pada hari keempat, adik kandungku sudah terbiasa dan tidak lagi menolakku biarpun dia masih kelihatan sedih dan tertekan setiap kali kita bercinta. Aku juga memerintahkannya untuk membersihkan rumah dan memasakan makanan kesukaanku.

Aku juga memberi tugas baru untuk mulut mungil adikku dengan bibirnya yang merah merekah. Setiap malam selama seminggu ketika aku menonton TV, aku menyuruh adikku untuk memberi oral seks.

Dan aku selalu menyemprotkan spermaku ke dalam mulutnya dan menyuruhnya untuk menelannya.

Sejak itu, setiap kali ada kesempatan, aku selalu meniduri adikku. Tentu saja kami mempraktekan safety sex dengan kondom dan pil.

Link Altenatif : SAHABATMULIA.ME

Setelah dia lulus SMA, kami masih melakukannya, bahkan sekarang dia sudah menikmati permainan kami. Terkadang, dia sendiri yang datang memintanya.

Ketika dia lulus SMA, aku yang sekarang sudah bekerja di sebuah bank bonafit dipindahkan ke Jakarta

Aku meminta orang tuaku untuk mengijinkan adikku kuliah di Jakarta. Tentu saja aku beralasan bahwa aku akan menjaganya agar adikku tidak terseret dalam pergaulan bebas. Orang tuaku setuju dan adikku juga pasrah.

Sekarang aku dan adik kandungku tinggal di Jakarta dan menikmati kebebasan kami. Hal yang berbeda hanyalah aku bisa melihat bahwa adikku telah berubah menjadi gadis yang lebih binal.

Budyanto,CucuKu.+18

Zonasex96 _ namaku Budyanto, saat ini usiaku 63 tahun. Boleh dibilang untuk urusan main perempuan aku pakarnya.SahabatQQ


              Slot Gacor & PKV Terpercaya 2025 - Daftar di SahabatQQ

Ini bisa kukatakan karena pada saat usiaku 13 tahun aku sampai menghamili 3 temanku sekaligus. Dan di usiaku ke 17 sampai dengan 5 orang teman yang aku hamili, satu di antaranya Winnie.DominoQQ

 seorang gadis peranakan Belanda dan Cina yang pada akhirnya aku terpaksa mengawininya karena hanya dia yang ambil risiko untuk melahirkan bayi atas kenakalanku dibanding gadis lain. Winnie sampai memberiku 3 orang anak, tetapi selama aku mendampinginya dalam hidupku, aku masih juga bermain dengan perempuan sampai usiaku 50 tahun, inipun disebabkan karena Winnie harus tinggal di Belanda karena sakit yang dideritanya hingga akhir hayatnya yaitu 7 tahun yang lalu, otomatis aku harus mendampinginya di Belanda sementara ketiga anakku tetap di Indonesia.


Kira-kira satu tahun yang lalu petualanganku dengan perempuan terjadi lagi, tapi kali ini orangnya adalah yang ada hubungan darah denganku sendiri yaitu Dhea dan Marsha, keduanya merupakan cucuku sendiri. Satu tahun yang lalu, anakku yang kedua mengontakku di Belanda yang memberitahukan bahwa kakaknya yaitu anakku yang pertama dan istrinya mengalami kecelakaanyang akhirnya harus meninggalkan dunia ini. Aku pun langsung terbang ke Jakarta. Setiba di Jakarta aku lansung menuju ke rumah anakku, di sana aku menemukan anakku dan istrinya telah terbujur kaku dan kulihat Dhea dan adiknya Marsha sedang menagis meraung-raung di depan keduajenazah itu. Sewaktu kutinggal ke Belanda, Dhea dan Marsha masih kecil. Setelah peguburan jenazah kedua anakku, atas anjuran anakku yang kedua, aku diminta untuk tinggal di Jakarta saja dan tidak usah kembali ke Belanda, aku harus menjaga kedua cucuku, aku pun setuju. Sejak saat itu, aku pun tinggal di Indonesia.


Satu minggu aku sudah tinggal di rumah almarhum anakku, dan kutahu Dhea usianya 15 tahun (kelas 3 SMP) sedangkan adiknya Marsha usianya 13 tahun (kelas 1 SMP) ini kutahu karena tugasku sekarang menjaga dan mengantarkan cucuku sekolah. Dhea sudah tumbuh menjadi anak gadis tetapi kelakuannya agak nakal, setiap pulang dari sekolah bukannya belajar malah main ke temannya sampai jam 09.00 malam baru kembali, di saat aku sudah tertidur.


Suatu hari ketika Dhea pulang aku masih terbangun, Dhea langsung masuk kamar setelah mandi dan berdiam di dalam kamarnya yang membuat aku penasaran melihat sikap Dhea, sampai di depan kamarnya sebelum kuketuk aku coba mengintip dari lubang pintu dan aku terkaget-kaget melihat apa yang dilakukan Dhea di kamarnya. TV di kamar itu menyala dimana gambarnya film porno, sedangkan Dea sedang mengangkat roknya dan jarinya ditusukkan ke dalam lubang kemaluannya sendiri. Aku mengintipnya hampir 15 menit lamanya yang membuat aku tidak sadar bahwa batangkemaluanku mulai mengeras dan celanaku basah. Setelah itu kutinggalkan Dhea yang masih onani, sedang aku pun ke kamar untuk tidur, tapi dalam tidurku terbayang kemaluan Dhea.


Paginya aku bangun terlambat karena mimpiku. Dhea dan Marsha sudah berangkat sekolah naik angkutan kota. Sore hari aku kembali setelah mengurus surat-surat kuburan anakku. Ketika aku masuk ke ruang keluarga, aku sempat terkejut melihat Dhea sedang menonton TV, pikirku tumben sore-sore Dhea ada di rumah dan aku makin terkejut ketika aku menghampiri Dhea, Dhea sedang melakukan onani sementara TV yang ia tonton adalah film porno yang tadi malam sudah dilihatnya. Dhea pun tidak tahu kalau aku sedang memperhatikannya dimana Dhea sedang asyik-asyiknya onani.


"Dhea.. kamu lagi.. ngapain?"

"Uh.. kakek.. ngagetin aja.. nih.."

Dhea yang kaget langsung menutupinya dengan rok dan memindahkan channel TV.

"Kamu kaget.. yach, kamu.. belajar begini sama siapa.. kamu ini bandel yach.."

"Belajar dari film dan bukunya temen, tapi Dhea.. nggak bandel loh.. Kek.."

"Sini Kakek.. juga mau nonton," kataku sambil duduk di sebelahnya."Kakek mau nonton juga.. Kakek nggak marah sama Dea khan?" katanya agak manja sambil melendot di bahuku.

"Nggak.. ayo pindahin channel-nya!"


Gambar TV pun langsung berubah menjadi film porno lagi. Tanpa bergeming, Dhea asyik menatap film panas itu sementara nafasku sudah berubah menjadi nafsu buas dan batang kemaluanku mulai mengeras berusaha keluar dari balik celanaku. "Dhe.. mau Kakek pangku.. nggak?" Tanpa menoleh ke arahku Dhea bergeser untuk dipangku. Dhea yang sudah meloloskan celana dalamnya merasa terganggu ketika kemaluannya yang beralaskan roknya tersentuh batang kemaluanku yang masih tertutup celana.

"Ah.. Kakek.. ada yang mengganjal lubang kemaluan Dhea nih dari bawah."

"Supaya nggak ganjal, rok kamu lepasin aja, soalnya rok kamu yang bikin ganjal."


Tiba-tiba Dhea menungging dipangkuan melepaskan roknya, badannya menutupi pemandanganku ke arah TV tapi yang kulihat kini terpampang di depan mukaku pantat Dhea yang terbungkus kulit putih bersih dan di bawahnya tersembul bulu-bulu tipis yang masih halus menutupi liang kemaluannya yang mengeluarkan aroma bau harum melati.

"Dhea.. biar aja posisi kamu begini yach!"

"Ah.. Kakek, badan Dhea khan nutupin Kakek.. nanti Kakek nggak lihat filmnya."

"Ah.. nggak apa-apa, Kakek lebih suka melihat ini."

Pantatnya yang montok sudah kukenyot dan kugigit dengan mulut dan gigiku. Tanganku yang kiri memegangi tubuhnya supaya tetap berdiri sedangkan jari tengah tangan kananku kuusap lembut pada liang kemaluannya yang membuat Dhea menegangkan tubuhnya.Agen DiminoQQ


"Ah.. Ah.. ssh.. sshh.." Pelan-pelam jari tengahku kutusukkan lebih ke dalam lagi di lubamg kemaluannya yang masih sangat rapat. "Aw.. aw.. aw.. sakit.. Kek.." jerit kecil Dhea. Setelah lima menit jariku bermain di kemaluannya dan sudah agak basah, sementara lubang kemaluannya sudah berubah dari putih menjadi agak merah. Kumulai memainkan lidah ke lubang kemaluannya. Saat lubang kemaluan itu tersentuh lidahku, aku agak kaget karena lubang kemaluan itu selain mengeluarkan aroma melati rasanya pun agak manis-manis legit, lain dari lubang kemaluan perempuan lain yang pernah kujilat, sehingga aku berlama-lama karena aku menikmatinya.


"Argh.. argh.. lidah Kakek enak deh.. rasanya.. agh menyentuh memek Dhea.. Dhea jadi suka banget nih."

"Iya.. Dhea, Kakek juga suka sekali rasanya, memekmu manis banget rasanya."

Dengan rakusnya kujilati lubang kemaluan Dhea yang manis, terlebih-lebih ketika biji klitorisnya tersentuh lidahku karena rupanya biang manisnya dari biji klitorisnya. Dhea pun jadi belingsatan dan makin menceracau tidak karuan. "Argh.. sshh.. agh.. aghh.. tiddaak.. Kek.. uenak.. buanget.. Kek.. argh.. agh.. sshh.." Hampir 30 menit lamanya biji klitoris Dhea jadi bulan-bulanan lidahku dan limbunglah badan Dhea yang disertai cairan putih kental dan bersih seperti lendir, mengucur deras dari dalam lubang kemaluannya yang langsung membasahi lubang kemaluannya dan lidahku. Tapi karena lendir itu lebih manis lagi rasanya dari biji klitorisnya langsung kutelan habis tanpa tersisa dan membasahi mukaku. "Argghh.. aawww.. sshh.. tolong.. Kek.. eennaak.. baangeet.. deh.." Jatuhlah tubuh Dhea setelah menungging selama 30 menit meniban tubuhku.


Setelah tubuhku tertiban kuangkat Dhea dan kududukkan di Sofa, sementara badannya doyong ke kiri, aku melepaskan semua pakaianku hingga bugil dimana batang kemaluanku sudah tegang dan mengeras dari tadi. Kemudian kedua kaki Dhea aku lebarkan sehingga lubang kemaluan itukembali terbuka lebar dengan sedikit membungkuk kutempelkan batang kemaluanku persis di liang kemaluannya. Karena lubang kemaluannya masih sempit, kumasukkan tiga buah jari ke lubang kemaluannya, supaya lubang kemaluan itu jadi lebar. Ketika jari itu kuputar-putar, Dhea yang memejamkan mata hanya bisa menahan rasa sakit, sesekali ia meringis. Setelah 5 menit lubang kemaluannya kuobok-obok dan terlihat agak lebar, kutempelkan batang kemaluanku tepat di lubang kemaluannya, lalu kuberikan hentakan. Tapi karena masih agak sempit maka hanya kepala kemaluanku saja yang bisa masuk. Dhea pun menjerit.

"Awh.. sakit.. Kek.. sakit.. banget.."

"Sabar.. sayang.. nanti juga enak.. deh.."


Kuhentak lagi batang kemaluanku itu supaya masuk ke lubang kemaluan Dhea, dan baru yang ke-15 kalinya batangan kemaluanku bisa masuk walau hanya setengah ke lubang kemaluan Dhea. Dhea pun 15 kali menjeritnya. "Ampun.. Kek.. sakit.. banget.. ampun!" Karena sudah setengah batang kemaluanku masuk, dan mulai aku gerakan keluar-masuk dengan perlahan, rasa sakit yang dirasakan Dhea berubah menjadi kenikmatan.

"Kek.. Kek.. gh.. gh.. enak.. Kek.. terus.. Kek.. terus.. Kek.. batang.. Kakek.. rasanya.. sampai.. perut Dhea.. terus.. Kek!"

"Tuh.. khan.. benar.. kata Kakek.. nggak.. sakit lagi sekarang.. jadi enak.. kan?"

Dhea hanya mengangguk, kaus yang digunakannya kulepaskan berikut BH merah mudanya, terlihatlah dengan jelas payudara Dhea yang baru tumbuh tapi sudah agak membesar dimana diselimuti kulit putih yang mulus dan di tengahnya dihiasi puting coklat yang juga baru tumbuh membuatku menahan ludah. Lalu dengan rakusnya mulutku langsung mencaplok payudara itu dan kukulum serta kugigit yang membuat Dhea makin belingsatan.


Setelah satu jam, lubang kemaluan Dhea kuhujam dengan batang kemaluanku secara ganas, terbongkarlah pertahanan Dhea yang sangat banyak mengeluarkan cairan lendir dari dalam lubang kemaluannya membasahi batanganku yang masih terbenam di dalam lubang kemaluannya disertai darah segar yang otomatis keperawanan cucuku Dhea telah kurusak sendiri. Dhea pun menggeleparlalu ambruk di atas Sofa. "Agh.. agh.. agh.. argh.. argh.. sshh.. sshh.. argh.. gh.. gh.. Dhea.. keluar.. nih.. Kek.. aw.. aw.."


Lima belas menit kemudian aku pun sampai pada puncak kenikmatan, dimana tepat sebelum keluar aku sempat menarik batang kemaluanku dari lubang kemaluan Dhea dan menyemburkan cairan kental hangat di atas perut Dhea dan aku pun langsung ambruk meniban tubuh Dhea. "Aw.. agh.. agh.. Dhea.. memekmu.. memang.. luar biasa, kontol Kakek.. sampai dipelintir di dalam memekmu..agh.. kamu.. me.. memeng.. hebat.."


Setengah jam kemudian, dengan terkaget aku terbangun oleh elusan tangan lembut memegangi kontolku.

"Kakek.. habis.. ngapain.. Kakak Dhea.. kok.. Kakak Dhea dan Kakek telanjang.. kayak habis.. mandi.. Marsha juga.. mau dong telanjang.. kayak.. Kakek dan.. Kakak Dhea."

"Hah.. Marsha jangan.. telanjang!"

Tapi perkataanku kalah cepat dengan tindakannya Marsha yang langsung melepaskan semua pakaiannya hingga Marsha pun bugil. Aku terkejut melihat Marsha bugil dimana tubuh anak umur 11 tahun ini kelihatan sempurna, lubang kemaluan Marsha yang masih gundul belum tumbuh bulu-bulu halus tetapi payudaranya sudah mulai berkembang malah lebih montok dari payudara Dhea. Kulit tubuh Marsha pun lebih putih dan mengkilat dibanding kulit tubuh Dhea, sehingga membuat nafsu seks-ku kembali meningkat.


"Kek.. Marsha kan tadi ngintip ketika perut Kakak Dhea dimasukin sama punya kakek.. Marsha juga mau dong.. kata mama dan papa, kalau Kakak Dhea dapat sesuatu pasti Marsha juga dapat."

"Oh.. mama dan papa bilang begitu yach, kamu memang mau perut kamu dimasukin punya Kakek."

"Iya.. Kek.. Marsha mau sekali."


Tanpa banyak basa-basi kusuruh Marsha terlentang di atas karpet. Dengan agak riang Marsha langsung terlentang, aku duduk di sampingnya kedua kakinya aku lebarkan sehingga lubang kemaluannya yang gundul terlihat jelas. Kusuruh Marsha menutup mata. "Marsha sekarang tutup matanya yach, jangan dibuka kalau Kakek belum suruh, nanti kalau sakit Marsha hanyaboleh bilang sakit." Marsha pun menuruti permintaanku. Lubang kemaluannya kuusap dengan jari tengahku dengan lembut dan sesekali jariku kumasukkan ke lubang kemaluannya. Tangan kiriku dengan buasnya telah meremas payudaranya dan memelintir puting yang berwarna kemerahan. Marsha mulai menggelinjang. Dia tetap memejamkan matanya, sedang mulutnya mulai nyerocos. "Ah.. ah.. ah.. sshh.. ssh.." Kedua kakinya disepakkan ketika jari tengahku menyentuh klitorisnya. Lidahku mulai menjilati lubang kemaluannya karena masih gundul, dengan leluasa lidahku mengusapliang kemaluannya sampai lidahku menyentuh klitorisnya. Dikarenakan usianya lebih muda dari Dhea maka lubang kemaluan dan klitoris Marsha rasanya belum terlalu manis dan 10 menit kemudian keluarlah cairan kental putih yang rasanya masih hambar menetes dengan derasnya dari dalam lubang kemaluannya membasahi lidahku yang sebagian tidak kutelan karena rasanya yang masih hambar sehingga membasahi paha putihnya.

Link Altenatif : SAHABATMULIA.ME

"Ah.. ah.. ngeh.. ngeh.. Marsha.. basah nih Kek.." Kuambil bantal Sofa dan kuganjal di bawah pantat Marsha sehingga lubang kemaluan itu agak terangkat, lalu kutindih Marshadan kutempelkan batang kemaluanku pada lubang kemaluannya yang masih berlendir. Kuhentak batang kemaluanku ke dalam lubang kemaluan Marsha yang masih lebih rapat dari lubang kemaluan Dhea. Kuhentak berkali-kali kemaluanku sampai 25 kali baru bisa masuk kepala kemaluanku ke lubang kemaluan Marsha. 25 kali juga Marsha menjerit.


"Aw.. aw.. sakit.. Kek.. sakit.. sekali.."

"Katanya kamu mau perutmu aku masukin punya Kakek seperti lubang kemaluan Kakak Dhea."

"Iya Kek.. Marsha mau.. Marsha tahan aja deh sakitnya."

Kepala kemaluanku yang sudah masuk ke lubang kemaluan Marsha kehentak sekali lagi, kali ini masuk hampir 3/4-nya batang kemaluanku ke lubang kemaluan Marsha, ini karena lubang kemaluan Marsha masih licin sisa lendir yang tadi dikeluarkannya. "Hegh.. hegh.. hegh.. iya Kek sekarang Marsha nggak sakit lagi.. malah enak.. rasanya di perut Marsha ada yang dorong-dorong.. Hegh.. Hegh.." komentar Marsha ketika menahan hentakan batang kemaluanku di lubang kemaluannya. Setelah 30 menit lubang kemaluannya kuhujam dengan hentakan batang kemaluanku, meledaklah cairan kental dan tetesan darah dari lubang kemaluan Marsha keluar dengan derasnya yang membasahi kemaluanku dan pahanya. Marsha pun langsung pingsan. "Arrgh.. arrghh.. ssh.. Kek.. Marsha.. nggak kuat.. Kek.. Marsha.. mau pingsan.. nih.. nggak.. ku.. kuaatt.."


Pingsannya Marsha tidak membuatku mengendorkan hentakan kemaluanku di lubang kemaluannya yang sudah licin, malah membuatku makin keras menghentaknya, yang membuatku sampai puncak yang kedua kalinya setelah yang pertama kali di lubang kemaluannya Dhea, tapi kali ini aku tidak sempat menarik batang kemaluanku dari dalam lubang kemaluan Marsha sehingga cairan kental hangat itu kubuang di dalam perut Marsha dan setelah itu baru kulepaskan batang kemaluanku dari lubang kemaluan Marsha yang masih mengeluarkan lendir. "Ah.. ah.. ser.. ser.. ser.. jrot.. jrot.. agh.. ag.. ssh.. argh.." Tubuhku pun langsung ambruk di tengah Marsha yang pingsan di atas karpet dan Dhea yang tertidur di sofa. Satu jam kemudian aku terbangun di saat batang kemaluanku berasa dijilat dan ketika aku melirik aku melihat Dhea dan Marsha sedang bergantian mengulum batang kemaluanku dan menjilati sisa cairan lendir tadi, kuusap kedua kepala cucuku itu yang lalu kusuruh keduanya mandi.


"Dhea.. sudah.. sayang.. sana ajak adikmu.. bersih-bersih dan mandi setelah itu kita ke Mall, beli McDonal.. ayo sayang!"

"Kek.. Dhea puas deh.. lain.. kali lagi yach Kek!"

"Asyik beli McDonal.. tapi lain kali lagi yach.. Kek, perut Marsha jadi hangat.. deh.. enak.."

"Iya.. sayang.. pasti lagi.. ayo sekarang Kakek yang mandiin."


Setelah itu kami pun mandi bertiga, sejak saat itu kedua cucuku selalu tiap malam minta coba lagi keganasan batang kemaluanku. Aku pun tersenyum bangga bahwa aku memang penakluk perempuan, walau perempuan yang aku taklukan adalah kedua cucuku yang sekarang tinggal

Zonasex96 _ namaku Budyanto, saat ini usiaku 63 tahun. Boleh dibilang untuk urusan main perempuan aku pakarnya.SahabatQQ


              Slot Gacor & PKV Terpercaya 2025 - Daftar di SahabatQQ

Ini bisa kukatakan karena pada saat usiaku 13 tahun aku sampai menghamili 3 temanku sekaligus. Dan di usiaku ke 17 sampai dengan 5 orang teman yang aku hamili, satu di antaranya Winnie.DominoQQ

 seorang gadis peranakan Belanda dan Cina yang pada akhirnya aku terpaksa mengawininya karena hanya dia yang ambil risiko untuk melahirkan bayi atas kenakalanku dibanding gadis lain. Winnie sampai memberiku 3 orang anak, tetapi selama aku mendampinginya dalam hidupku, aku masih juga bermain dengan perempuan sampai usiaku 50 tahun, inipun disebabkan karena Winnie harus tinggal di Belanda karena sakit yang dideritanya hingga akhir hayatnya yaitu 7 tahun yang lalu, otomatis aku harus mendampinginya di Belanda sementara ketiga anakku tetap di Indonesia.


Kira-kira satu tahun yang lalu petualanganku dengan perempuan terjadi lagi, tapi kali ini orangnya adalah yang ada hubungan darah denganku sendiri yaitu Dhea dan Marsha, keduanya merupakan cucuku sendiri. Satu tahun yang lalu, anakku yang kedua mengontakku di Belanda yang memberitahukan bahwa kakaknya yaitu anakku yang pertama dan istrinya mengalami kecelakaanyang akhirnya harus meninggalkan dunia ini. Aku pun langsung terbang ke Jakarta. Setiba di Jakarta aku lansung menuju ke rumah anakku, di sana aku menemukan anakku dan istrinya telah terbujur kaku dan kulihat Dhea dan adiknya Marsha sedang menagis meraung-raung di depan keduajenazah itu. Sewaktu kutinggal ke Belanda, Dhea dan Marsha masih kecil. Setelah peguburan jenazah kedua anakku, atas anjuran anakku yang kedua, aku diminta untuk tinggal di Jakarta saja dan tidak usah kembali ke Belanda, aku harus menjaga kedua cucuku, aku pun setuju. Sejak saat itu, aku pun tinggal di Indonesia.


Satu minggu aku sudah tinggal di rumah almarhum anakku, dan kutahu Dhea usianya 15 tahun (kelas 3 SMP) sedangkan adiknya Marsha usianya 13 tahun (kelas 1 SMP) ini kutahu karena tugasku sekarang menjaga dan mengantarkan cucuku sekolah. Dhea sudah tumbuh menjadi anak gadis tetapi kelakuannya agak nakal, setiap pulang dari sekolah bukannya belajar malah main ke temannya sampai jam 09.00 malam baru kembali, di saat aku sudah tertidur.


Suatu hari ketika Dhea pulang aku masih terbangun, Dhea langsung masuk kamar setelah mandi dan berdiam di dalam kamarnya yang membuat aku penasaran melihat sikap Dhea, sampai di depan kamarnya sebelum kuketuk aku coba mengintip dari lubang pintu dan aku terkaget-kaget melihat apa yang dilakukan Dhea di kamarnya. TV di kamar itu menyala dimana gambarnya film porno, sedangkan Dea sedang mengangkat roknya dan jarinya ditusukkan ke dalam lubang kemaluannya sendiri. Aku mengintipnya hampir 15 menit lamanya yang membuat aku tidak sadar bahwa batangkemaluanku mulai mengeras dan celanaku basah. Setelah itu kutinggalkan Dhea yang masih onani, sedang aku pun ke kamar untuk tidur, tapi dalam tidurku terbayang kemaluan Dhea.


Paginya aku bangun terlambat karena mimpiku. Dhea dan Marsha sudah berangkat sekolah naik angkutan kota. Sore hari aku kembali setelah mengurus surat-surat kuburan anakku. Ketika aku masuk ke ruang keluarga, aku sempat terkejut melihat Dhea sedang menonton TV, pikirku tumben sore-sore Dhea ada di rumah dan aku makin terkejut ketika aku menghampiri Dhea, Dhea sedang melakukan onani sementara TV yang ia tonton adalah film porno yang tadi malam sudah dilihatnya. Dhea pun tidak tahu kalau aku sedang memperhatikannya dimana Dhea sedang asyik-asyiknya onani.


"Dhea.. kamu lagi.. ngapain?"

"Uh.. kakek.. ngagetin aja.. nih.."

Dhea yang kaget langsung menutupinya dengan rok dan memindahkan channel TV.

"Kamu kaget.. yach, kamu.. belajar begini sama siapa.. kamu ini bandel yach.."

"Belajar dari film dan bukunya temen, tapi Dhea.. nggak bandel loh.. Kek.."

"Sini Kakek.. juga mau nonton," kataku sambil duduk di sebelahnya."Kakek mau nonton juga.. Kakek nggak marah sama Dea khan?" katanya agak manja sambil melendot di bahuku.

"Nggak.. ayo pindahin channel-nya!"


Gambar TV pun langsung berubah menjadi film porno lagi. Tanpa bergeming, Dhea asyik menatap film panas itu sementara nafasku sudah berubah menjadi nafsu buas dan batang kemaluanku mulai mengeras berusaha keluar dari balik celanaku. "Dhe.. mau Kakek pangku.. nggak?" Tanpa menoleh ke arahku Dhea bergeser untuk dipangku. Dhea yang sudah meloloskan celana dalamnya merasa terganggu ketika kemaluannya yang beralaskan roknya tersentuh batang kemaluanku yang masih tertutup celana.

"Ah.. Kakek.. ada yang mengganjal lubang kemaluan Dhea nih dari bawah."

"Supaya nggak ganjal, rok kamu lepasin aja, soalnya rok kamu yang bikin ganjal."


Tiba-tiba Dhea menungging dipangkuan melepaskan roknya, badannya menutupi pemandanganku ke arah TV tapi yang kulihat kini terpampang di depan mukaku pantat Dhea yang terbungkus kulit putih bersih dan di bawahnya tersembul bulu-bulu tipis yang masih halus menutupi liang kemaluannya yang mengeluarkan aroma bau harum melati.

"Dhea.. biar aja posisi kamu begini yach!"

"Ah.. Kakek, badan Dhea khan nutupin Kakek.. nanti Kakek nggak lihat filmnya."

"Ah.. nggak apa-apa, Kakek lebih suka melihat ini."

Pantatnya yang montok sudah kukenyot dan kugigit dengan mulut dan gigiku. Tanganku yang kiri memegangi tubuhnya supaya tetap berdiri sedangkan jari tengah tangan kananku kuusap lembut pada liang kemaluannya yang membuat Dhea menegangkan tubuhnya.Agen DiminoQQ


"Ah.. Ah.. ssh.. sshh.." Pelan-pelam jari tengahku kutusukkan lebih ke dalam lagi di lubamg kemaluannya yang masih sangat rapat. "Aw.. aw.. aw.. sakit.. Kek.." jerit kecil Dhea. Setelah lima menit jariku bermain di kemaluannya dan sudah agak basah, sementara lubang kemaluannya sudah berubah dari putih menjadi agak merah. Kumulai memainkan lidah ke lubang kemaluannya. Saat lubang kemaluan itu tersentuh lidahku, aku agak kaget karena lubang kemaluan itu selain mengeluarkan aroma melati rasanya pun agak manis-manis legit, lain dari lubang kemaluan perempuan lain yang pernah kujilat, sehingga aku berlama-lama karena aku menikmatinya.


"Argh.. argh.. lidah Kakek enak deh.. rasanya.. agh menyentuh memek Dhea.. Dhea jadi suka banget nih."

"Iya.. Dhea, Kakek juga suka sekali rasanya, memekmu manis banget rasanya."

Dengan rakusnya kujilati lubang kemaluan Dhea yang manis, terlebih-lebih ketika biji klitorisnya tersentuh lidahku karena rupanya biang manisnya dari biji klitorisnya. Dhea pun jadi belingsatan dan makin menceracau tidak karuan. "Argh.. sshh.. agh.. aghh.. tiddaak.. Kek.. uenak.. buanget.. Kek.. argh.. agh.. sshh.." Hampir 30 menit lamanya biji klitoris Dhea jadi bulan-bulanan lidahku dan limbunglah badan Dhea yang disertai cairan putih kental dan bersih seperti lendir, mengucur deras dari dalam lubang kemaluannya yang langsung membasahi lubang kemaluannya dan lidahku. Tapi karena lendir itu lebih manis lagi rasanya dari biji klitorisnya langsung kutelan habis tanpa tersisa dan membasahi mukaku. "Argghh.. aawww.. sshh.. tolong.. Kek.. eennaak.. baangeet.. deh.." Jatuhlah tubuh Dhea setelah menungging selama 30 menit meniban tubuhku.


Setelah tubuhku tertiban kuangkat Dhea dan kududukkan di Sofa, sementara badannya doyong ke kiri, aku melepaskan semua pakaianku hingga bugil dimana batang kemaluanku sudah tegang dan mengeras dari tadi. Kemudian kedua kaki Dhea aku lebarkan sehingga lubang kemaluan itukembali terbuka lebar dengan sedikit membungkuk kutempelkan batang kemaluanku persis di liang kemaluannya. Karena lubang kemaluannya masih sempit, kumasukkan tiga buah jari ke lubang kemaluannya, supaya lubang kemaluan itu jadi lebar. Ketika jari itu kuputar-putar, Dhea yang memejamkan mata hanya bisa menahan rasa sakit, sesekali ia meringis. Setelah 5 menit lubang kemaluannya kuobok-obok dan terlihat agak lebar, kutempelkan batang kemaluanku tepat di lubang kemaluannya, lalu kuberikan hentakan. Tapi karena masih agak sempit maka hanya kepala kemaluanku saja yang bisa masuk. Dhea pun menjerit.

"Awh.. sakit.. Kek.. sakit.. banget.."

"Sabar.. sayang.. nanti juga enak.. deh.."


Kuhentak lagi batang kemaluanku itu supaya masuk ke lubang kemaluan Dhea, dan baru yang ke-15 kalinya batangan kemaluanku bisa masuk walau hanya setengah ke lubang kemaluan Dhea. Dhea pun 15 kali menjeritnya. "Ampun.. Kek.. sakit.. banget.. ampun!" Karena sudah setengah batang kemaluanku masuk, dan mulai aku gerakan keluar-masuk dengan perlahan, rasa sakit yang dirasakan Dhea berubah menjadi kenikmatan.

"Kek.. Kek.. gh.. gh.. enak.. Kek.. terus.. Kek.. terus.. Kek.. batang.. Kakek.. rasanya.. sampai.. perut Dhea.. terus.. Kek!"

"Tuh.. khan.. benar.. kata Kakek.. nggak.. sakit lagi sekarang.. jadi enak.. kan?"

Dhea hanya mengangguk, kaus yang digunakannya kulepaskan berikut BH merah mudanya, terlihatlah dengan jelas payudara Dhea yang baru tumbuh tapi sudah agak membesar dimana diselimuti kulit putih yang mulus dan di tengahnya dihiasi puting coklat yang juga baru tumbuh membuatku menahan ludah. Lalu dengan rakusnya mulutku langsung mencaplok payudara itu dan kukulum serta kugigit yang membuat Dhea makin belingsatan.


Setelah satu jam, lubang kemaluan Dhea kuhujam dengan batang kemaluanku secara ganas, terbongkarlah pertahanan Dhea yang sangat banyak mengeluarkan cairan lendir dari dalam lubang kemaluannya membasahi batanganku yang masih terbenam di dalam lubang kemaluannya disertai darah segar yang otomatis keperawanan cucuku Dhea telah kurusak sendiri. Dhea pun menggeleparlalu ambruk di atas Sofa. "Agh.. agh.. agh.. argh.. argh.. sshh.. sshh.. argh.. gh.. gh.. Dhea.. keluar.. nih.. Kek.. aw.. aw.."


Lima belas menit kemudian aku pun sampai pada puncak kenikmatan, dimana tepat sebelum keluar aku sempat menarik batang kemaluanku dari lubang kemaluan Dhea dan menyemburkan cairan kental hangat di atas perut Dhea dan aku pun langsung ambruk meniban tubuh Dhea. "Aw.. agh.. agh.. Dhea.. memekmu.. memang.. luar biasa, kontol Kakek.. sampai dipelintir di dalam memekmu..agh.. kamu.. me.. memeng.. hebat.."


Setengah jam kemudian, dengan terkaget aku terbangun oleh elusan tangan lembut memegangi kontolku.

"Kakek.. habis.. ngapain.. Kakak Dhea.. kok.. Kakak Dhea dan Kakek telanjang.. kayak habis.. mandi.. Marsha juga.. mau dong telanjang.. kayak.. Kakek dan.. Kakak Dhea."

"Hah.. Marsha jangan.. telanjang!"

Tapi perkataanku kalah cepat dengan tindakannya Marsha yang langsung melepaskan semua pakaiannya hingga Marsha pun bugil. Aku terkejut melihat Marsha bugil dimana tubuh anak umur 11 tahun ini kelihatan sempurna, lubang kemaluan Marsha yang masih gundul belum tumbuh bulu-bulu halus tetapi payudaranya sudah mulai berkembang malah lebih montok dari payudara Dhea. Kulit tubuh Marsha pun lebih putih dan mengkilat dibanding kulit tubuh Dhea, sehingga membuat nafsu seks-ku kembali meningkat.


"Kek.. Marsha kan tadi ngintip ketika perut Kakak Dhea dimasukin sama punya kakek.. Marsha juga mau dong.. kata mama dan papa, kalau Kakak Dhea dapat sesuatu pasti Marsha juga dapat."

"Oh.. mama dan papa bilang begitu yach, kamu memang mau perut kamu dimasukin punya Kakek."

"Iya.. Kek.. Marsha mau sekali."


Tanpa banyak basa-basi kusuruh Marsha terlentang di atas karpet. Dengan agak riang Marsha langsung terlentang, aku duduk di sampingnya kedua kakinya aku lebarkan sehingga lubang kemaluannya yang gundul terlihat jelas. Kusuruh Marsha menutup mata. "Marsha sekarang tutup matanya yach, jangan dibuka kalau Kakek belum suruh, nanti kalau sakit Marsha hanyaboleh bilang sakit." Marsha pun menuruti permintaanku. Lubang kemaluannya kuusap dengan jari tengahku dengan lembut dan sesekali jariku kumasukkan ke lubang kemaluannya. Tangan kiriku dengan buasnya telah meremas payudaranya dan memelintir puting yang berwarna kemerahan. Marsha mulai menggelinjang. Dia tetap memejamkan matanya, sedang mulutnya mulai nyerocos. "Ah.. ah.. ah.. sshh.. ssh.." Kedua kakinya disepakkan ketika jari tengahku menyentuh klitorisnya. Lidahku mulai menjilati lubang kemaluannya karena masih gundul, dengan leluasa lidahku mengusapliang kemaluannya sampai lidahku menyentuh klitorisnya. Dikarenakan usianya lebih muda dari Dhea maka lubang kemaluan dan klitoris Marsha rasanya belum terlalu manis dan 10 menit kemudian keluarlah cairan kental putih yang rasanya masih hambar menetes dengan derasnya dari dalam lubang kemaluannya membasahi lidahku yang sebagian tidak kutelan karena rasanya yang masih hambar sehingga membasahi paha putihnya.

Link Altenatif : SAHABATMULIA.ME

"Ah.. ah.. ngeh.. ngeh.. Marsha.. basah nih Kek.." Kuambil bantal Sofa dan kuganjal di bawah pantat Marsha sehingga lubang kemaluan itu agak terangkat, lalu kutindih Marshadan kutempelkan batang kemaluanku pada lubang kemaluannya yang masih berlendir. Kuhentak batang kemaluanku ke dalam lubang kemaluan Marsha yang masih lebih rapat dari lubang kemaluan Dhea. Kuhentak berkali-kali kemaluanku sampai 25 kali baru bisa masuk kepala kemaluanku ke lubang kemaluan Marsha. 25 kali juga Marsha menjerit.


"Aw.. aw.. sakit.. Kek.. sakit.. sekali.."

"Katanya kamu mau perutmu aku masukin punya Kakek seperti lubang kemaluan Kakak Dhea."

"Iya Kek.. Marsha mau.. Marsha tahan aja deh sakitnya."

Kepala kemaluanku yang sudah masuk ke lubang kemaluan Marsha kehentak sekali lagi, kali ini masuk hampir 3/4-nya batang kemaluanku ke lubang kemaluan Marsha, ini karena lubang kemaluan Marsha masih licin sisa lendir yang tadi dikeluarkannya. "Hegh.. hegh.. hegh.. iya Kek sekarang Marsha nggak sakit lagi.. malah enak.. rasanya di perut Marsha ada yang dorong-dorong.. Hegh.. Hegh.." komentar Marsha ketika menahan hentakan batang kemaluanku di lubang kemaluannya. Setelah 30 menit lubang kemaluannya kuhujam dengan hentakan batang kemaluanku, meledaklah cairan kental dan tetesan darah dari lubang kemaluan Marsha keluar dengan derasnya yang membasahi kemaluanku dan pahanya. Marsha pun langsung pingsan. "Arrgh.. arrghh.. ssh.. Kek.. Marsha.. nggak kuat.. Kek.. Marsha.. mau pingsan.. nih.. nggak.. ku.. kuaatt.."


Pingsannya Marsha tidak membuatku mengendorkan hentakan kemaluanku di lubang kemaluannya yang sudah licin, malah membuatku makin keras menghentaknya, yang membuatku sampai puncak yang kedua kalinya setelah yang pertama kali di lubang kemaluannya Dhea, tapi kali ini aku tidak sempat menarik batang kemaluanku dari dalam lubang kemaluan Marsha sehingga cairan kental hangat itu kubuang di dalam perut Marsha dan setelah itu baru kulepaskan batang kemaluanku dari lubang kemaluan Marsha yang masih mengeluarkan lendir. "Ah.. ah.. ser.. ser.. ser.. jrot.. jrot.. agh.. ag.. ssh.. argh.." Tubuhku pun langsung ambruk di tengah Marsha yang pingsan di atas karpet dan Dhea yang tertidur di sofa. Satu jam kemudian aku terbangun di saat batang kemaluanku berasa dijilat dan ketika aku melirik aku melihat Dhea dan Marsha sedang bergantian mengulum batang kemaluanku dan menjilati sisa cairan lendir tadi, kuusap kedua kepala cucuku itu yang lalu kusuruh keduanya mandi.


"Dhea.. sudah.. sayang.. sana ajak adikmu.. bersih-bersih dan mandi setelah itu kita ke Mall, beli McDonal.. ayo sayang!"

"Kek.. Dhea puas deh.. lain.. kali lagi yach Kek!"

"Asyik beli McDonal.. tapi lain kali lagi yach.. Kek, perut Marsha jadi hangat.. deh.. enak.."

"Iya.. sayang.. pasti lagi.. ayo sekarang Kakek yang mandiin."


Setelah itu kami pun mandi bertiga, sejak saat itu kedua cucuku selalu tiap malam minta coba lagi keganasan batang kemaluanku. Aku pun tersenyum bangga bahwa aku memang penakluk perempuan, walau perempuan yang aku taklukan adalah kedua cucuku yang sekarang tinggal

 
Welcome to Copyright © 2012 Design by Ipietoon Blogger Template